Update Terkini

Berita

PERKUAT IMPLEMENTASI KERJA SAMA: KKN-PK UNG KEMBANGKAN AROMATERAPI BERBAHAN JERUK NIPIS BAGI IBU HAMIL
Umum
Umum 02 Sep 2026 0 dilihat

PERKUAT IMPLEMENTASI KERJA SAMA: KKN-PK UNG KEMBANGKAN AROMATERAPI BERBAHAN JERUK NIPIS BAGI IBU HAMIL

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama dengan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK). Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dengan mengembangkan inovasi pemanfaatan jeruk nipis sebagai aromaterapi roll-on bagi ibu hamil.

 

Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pembuatan Aromaterapi Jeruk sebagai Terapi Nonfarmakologis untuk Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-PK UNG dalam menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi berbasis potensi lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alam, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menghasilkan produk aromaterapi yang praktis digunakan.

 

Kulit jeruk nipis dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk memperoleh minyak atsiri yang selanjutnya diformulasikan menjadi aromaterapi roll-on. Pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk membantu menciptakan rasa rileks dan memberikan kenyamanan bagi ibu hamil menjelang persalinan.

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Dr. Mohamad Adam Mustapa, M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata implementasi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat melalui program KKN-PK.

 

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan produk tepat guna dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia di masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pemanfaatan jeruk nipis sebagai bahan aromaterapi juga memiliki nilai pemberdayaan. Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, inovasi tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

 

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat kesehatan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal,” tambahnya.

 

Kepala Desa Tolotio bersama pengurus PKK menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PK UNG tersebut. Kolaborasi ini dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat karena menghadirkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan alam sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan produktif di tingkat desa.

 

Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari tahap persiapan bahan baku hingga pengemasan produk. Kulit jeruk nipis segar terlebih dahulu dipilah dan dicuci bersih, kemudian dipotong kecil atau diparut tipis untuk membantu proses pelepasan kandungan minyak atsiri.

 

Bahan tersebut selanjutnya diproses melalui distilasi uap. Uap air panas dialirkan melewati bahan untuk membantu melepaskan molekul minyak atsiri. Campuran uap minyak dan air kemudian dialirkan menuju kondensor hingga mengalami proses pengembunan.

 

Hasil kondensasi selanjutnya ditampung dan dipisahkan untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak yang dihasilkan kemudian diformulasikan menggunakan minyak pembawa, seperti virgin coconut oil, dengan memperhatikan formulasi yang sesuai untuk penggunaan pada kulit.

 

Setelah proses formulasi selesai, produk dikemas dalam botol roll-on berukuran 10 ml sehingga lebih praktis, higienis, dan mudah digunakan.

 

Selain memperkenalkan inovasi kesehatan berbasis bahan alam, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal. Melalui implementasi kerja sama tersebut, UNG berupaya memastikan kehadiran perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

 

Program KKN-PK di Desa Tolotio diharapkan tidak hanya memberikan dampak selama masa pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi awal dari pengembangan inovasi berbasis masyarakat yang dapat dilanjutkan secara mandiri. Dengan demikian, potensi jeruk nipis yang tersedia di desa dapat terus dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat kesehatan, keterampilan, dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.