Update Terkini

Berita

PERKUAT KETAHANAN PANGAN: UNG IMPLEMENTASIKAN KERJA SAMA MELALUI SISTEM HIDROPONIK DI DESA HUNTU SELATAN
Umum
Umum 31 Aug 2026 0 dilihat

PERKUAT KETAHANAN PANGAN: UNG IMPLEMENTASIKAN KERJA SAMA MELALUI SISTEM HIDROPONIK DI DESA HUNTU SELATAN

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama dengan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat desa. Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan Kelompok Tani Budi Makmur IX di Desa Huntu Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, melalui pengembangan sistem budidaya hidroponik.

 

Program bertajuk “Optimalisasi Usaha Tani melalui Sistem Tanam Hidroponik untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani Budi Makmur IX” ini menjadi bagian dari upaya UNG dalam menerapkan pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Hasna Dama, S.P., M.Si., Fatmawaty Damiti, S.Pd., M.SA., dan Dr. Indriati Husain, S.P., M.Si., dengan melibatkan sejumlah mahasiswa sebagai bagian dari tim pelaksana. Program ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

 

Implementasi kerja sama melalui program ini dilakukan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Budi Makmur IX. Pendampingan mencakup pembangunan instalasi hidroponik, teknik budidaya tanaman, pengelolaan nutrisi, pemeliharaan hingga proses panen.

 

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, UNG juga memberikan penguatan kapasitas kelompok dalam pengelolaan usaha. Anggota kelompok tani memperoleh pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta penguatan kelembagaan kelompok agar kegiatan budidaya dapat dikelola secara lebih terarah dan berkelanjutan.

 

Penerapan sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Melalui teknologi tersebut, kelompok tani memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengembangkan kegiatan budidaya secara lebih efisien serta mengelola proses produksi secara mandiri.

 

Penguatan aspek manajemen dan kelembagaan juga menjadi bagian penting dari implementasi program. Kemampuan kelompok dalam mengelola produksi, melakukan pencatatan keuangan, dan mengatur kelembagaan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan hasil budidaya menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

 

Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, saat monitoring dan evaluasi kegiatan menyampaikan bahwa penerapan teknologi dalam program pengabdian kepada masyarakat perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas masyarakat sebagai pengguna teknologi.

 

“Kami berharap teknologi hidroponik yang diterapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikelola dan dikembangkan oleh kelompok tani. Penguatan keterampilan budidaya, manajemen usaha, dan kelembagaan menjadi penting agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari penerapan teknologi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan inovasi yang telah diberikan. Karena itu, pendampingan dan penguatan kapasitas kelompok menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.

 

Melalui integrasi teknologi hidroponik, peningkatan keterampilan, manajemen usaha, dan penguatan kelembagaan, UNG mendorong Kelompok Tani Budi Makmur IX untuk mengembangkan usaha tani yang lebih produktif. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat dan menciptakan peluang peningkatan pendapatan di tingkat desa.


Implementasi kerja sama melalui program ini menunjukkan peran UNG dalam menghadirkan inovasi perguruan tinggi yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat. Dengan pendampingan dan pengelolaan yang konsisten, sistem hidroponik yang dikembangkan di Desa Huntu Selatan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat.