Update Terkini

Berita

PERKUAT KOLABORASI RISET INTERNASIONAL: DOSEN UNG PRESENTASIKAN HASIL PENELITIAN DI FORUM AKADEMIK REPUBLIK CEKO
Kerjasama
Kerjasama 26 Aug 2026 0 dilihat

PERKUAT KOLABORASI RISET INTERNASIONAL: DOSEN UNG PRESENTASIKAN HASIL PENELITIAN DI FORUM AKADEMIK REPUBLIK CEKO

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan riset dan jejaring akademik internasional. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kiprah dosen Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG, Rahmatan Idul, yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Leiden University, Belanda, dalam forum akademik internasional di Republik Ceko.

 

Rahmatan berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya pada The 19th Annual Conference on Asian Studies yang diselenggarakan di Palacký University Olomouc, Republik Ceko. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan hasil riset mengenai bahasa-bahasa daerah Indonesia kepada komunitas akademik internasional.

 

Dalam forum tersebut, Rahmatan mengangkat kajian mengenai bahasa-bahasa daerah di Indonesia, khususnya bahasa yang dituturkan di wilayah Sulawesi. Penelitiannya menyoroti tantangan keragaman bahasa Indonesia terhadap teori dan metode analisis metafora yang selama ini banyak dikembangkan berdasarkan bahasa Inggris dan bahasa-bahasa Indo-Eropa.

 

Salah satu fokus utama kajiannya adalah bahasa Muna. Melalui penelitian tersebut, Rahmatan menunjukkan bahwa makna figuratif tidak semata-mata dibentuk melalui pilihan kata atau unsur leksikal. Makna juga dapat lahir melalui struktur gramatikal, hubungan antara bentuk dan makna, konteks budaya, praktik sosial, tradisi lisan, hingga cara masyarakat memaknai pengalaman hidupnya.

 

Temuan tersebut menunjukkan bahwa teori metafora yang telah berkembang dan digunakan secara luas belum tentu dapat diterapkan secara langsung pada seluruh bahasa di dunia. Setiap bahasa memiliki karakteristik struktur dan latar budaya yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan analisis yang mampu mempertimbangkan konteks kebahasaan dan budaya masyarakat penuturnya.

 

“Bahasa daerah memiliki struktur dan latar budaya yang khas. Karena itu, teori dan metode analisis metafora perlu diuji kembali ketika diterapkan pada bahasa-bahasa yang memiliki karakteristik berbeda,” ungkap Rahmatan.

 

Riset tersebut sekaligus memperlihatkan posisi strategis bahasa daerah Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Bahasa daerah tidak hanya penting dalam konteks dokumentasi, pelestarian, dan revitalisasi, tetapi juga memiliki potensi menjadi sumber data ilmiah yang dapat menguji, memperkaya, bahkan mendorong pengembangan teori-teori linguistik di tingkat internasional.

 

Bahasa Muna, misalnya, memperlihatkan bagaimana masyarakat membangun makna melalui perpaduan antara bahasa, budaya, pengalaman, dan tradisi. Ungkapan figuratif yang digunakan masyarakat tidak selalu dapat dipahami hanya berdasarkan bentuk kebahasaannya, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya.

 

Perspektif tersebut membuka ruang dialog akademik yang lebih luas mengenai pentingnya menghadirkan keragaman bahasa dunia dalam pengembangan teori linguistik. Dengan demikian, bahasa daerah Indonesia tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga dapat berperan sebagai sumber pengetahuan untuk menguji dan mengembangkan pendekatan baru dalam memahami bahasa dan makna.

 

Keikutsertaan Rahmatan dalam konferensi internasional di Republik Ceko juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring riset internasional UNG. Presentasi hasil penelitian pada forum tersebut membuka ruang pertukaran gagasan dengan akademisi dari berbagai negara sekaligus memperluas eksposur penelitian mengenai bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global.

 

Kiprah tersebut juga berlanjut setelah pelaksanaan konferensi. Rahmatan mendapat undangan untuk mengembangkan gagasan penelitiannya menjadi salah satu bab dalam bunga rampai akademik bertema Truths, Tensions, and Technologies in Asia yang akan diterbitkan oleh Palacký University Press.

 

Pengembangan tulisan tersebut akan dilakukan bersama dua supervisor doktoralnya di Leiden University, yakni Prof. Marian Klamer dan Dr. Aletta Dorst. Kolaborasi ini menjadi peluang untuk memperdalam kajian mengenai bahasa-bahasa daerah Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas riset antara peneliti Indonesia dengan lingkungan akademik internasional.

 

Keterlibatan dalam konferensi dan pengembangan publikasi bersama tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi riset internasional tidak berhenti pada keikutsertaan dalam forum ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi kerja akademik berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan publikasi, dan jejaring penelitian.

 

Melalui kiprah dosennya di forum akademik internasional, UNG terus mendorong agar hasil penelitian yang berangkat dari kekayaan lokal Gorontalo dan Indonesia dapat memperoleh ruang dalam percakapan ilmiah global. Riset tentang bahasa daerah menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan pengetahuan lokal dapat dikembangkan menjadi kontribusi akademik yang memiliki relevansi internasional.