Gorontalo-Universitas Negeri
Gorontalo (UNG) dan SMK Negeri 1 Suwawa terus memperkuat sinergi dalam
mendukung pengembangan kompetensi pendidikan vokasi yang selaras dengan
kebutuhan dunia kerja. Salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut
diwujudkan melalui Pelatihan AutoCAD dan Canva bagi siswa Teknik Pemesinan SMKN
1 Suwawa yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Teknik
Industri Fakultas Teknik UNG, Rabu (9/9/26).
Kegiatan selama dua hari ini menjadi
bagian dari upaya memperkuat keterampilan digital siswa sekaligus meningkatkan
kesiapan mereka menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi di
dunia kerja pada era Industri 4.0. Pelatihan mendapat dukungan dari jajaran
pimpinan dan guru SMKN 1 Suwawa serta dilaksanakan melalui perpaduan pemaparan
materi dan praktik langsung dengan memanfaatkan fasilitas komputer yang
tersedia di sekolah.
Dalam pelatihan tersebut, AutoCAD
menjadi salah satu materi utama yang diberikan kepada siswa Teknik Pemesinan.
Perangkat lunak ini diperkenalkan untuk memperkuat kemampuan siswa dalam
membuat gambar teknik dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D), yang memiliki
keterkaitan erat dengan kebutuhan kompetensi di bidang pemesinan dan industri.
Selain AutoCAD, peserta juga
mendapatkan pelatihan Canva untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun layout
dan menyajikan informasi secara digital. Kombinasi kedua materi tersebut
diharapkan dapat memperluas kemampuan siswa, tidak hanya dalam aspek teknis
sesuai bidang keahlian, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi digital yang
mendukung aktivitas akademik dan pekerjaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan
yang dihadiri oleh Kepala SMKN 1 Suwawa, perwakilan dosen Jurusan Teknik
Industri UNG, serta guru pendamping. Dalam kesempatan tersebut, pentingnya
penguasaan teknologi digital bagi siswa pendidikan vokasi turut ditekankan
sebagai bagian dari kompetensi yang perlu terus dikembangkan untuk menyesuaikan
diri dengan perubahan kebutuhan dunia industri.
Memasuki sesi inti, siswa
mendapatkan pembelajaran berbasis praktik. Pada materi AutoCAD, peserta
diperkenalkan dengan antarmuka perangkat lunak, teknik dasar menggambar garis
dan bidang, pembuatan drawing 2D dan 3D, penggunaan skala, hingga pengaturan
layout gambar teknik. Melalui metode praktik langsung, siswa dapat mencoba
setiap tahapan yang diberikan sekaligus memperoleh pengalaman menggunakan
perangkat lunak yang relevan dengan bidang keahliannya.
Antusiasme siswa terlihat selama
kegiatan berlangsung. Interaksi antara peserta, guru pendamping, dan tim
pengabdian UNG menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan interaktif.
Kegiatan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga membuka
ruang berbagi pengalaman mengenai perkembangan teknologi serta kompetensi
digital yang semakin dibutuhkan dalam pendidikan vokasi dan lingkungan kerja.
Bagi Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknik UNG, pelatihan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan
sekaligus kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi
siswa SMK. Pengetahuan dan pengalaman akademik dosen diterapkan secara langsung
melalui kegiatan yang memberikan manfaat praktis bagi siswa sebagai calon
tenaga kerja maupun calon mahasiswa di perguruan tinggi.
Kerja sama dengan SMKN 1 Suwawa juga
menunjukkan komitmen UNG dalam membangun hubungan kemitraan yang memberikan
manfaat bagi kedua institusi. Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi
dapat berkontribusi dalam penguatan kompetensi sekolah, sementara sekolah
menjadi mitra strategis dalam memperluas penerapan keilmuan dan pengalaman
akademik UNG di lingkungan pendidikan vokasi.
Pihak SMKN 1 Suwawa menyambut baik
pelaksanaan pelatihan dan berharap kolaborasi dengan UNG dapat terus
dikembangkan melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi. Sinergi antara
sekolah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk memberikan pengalaman
belajar tambahan kepada siswa sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi
yang relevan dengan bidang keahlian mereka.