Update Terkini

Berita

UNG DORONG KEBERLANJUTAN KERJA SAMA MELALUI MONEV KKN TEMATIK TAHAP II DAN INFRASTRUKTUR 2026
Umum
Umum 22 Sep 2026 0 dilihat

UNG DORONG KEBERLANJUTAN KERJA SAMA MELALUI MONEV KKN TEMATIK TAHAP II DAN INFRASTRUKTUR 2026

Gorontalo-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNG memastikan pelaksanaan program pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan sekaligus mendorong keberlanjutan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra, dan masyarakat di lokasi pengabdian.

 

Melalui Monev, LPPM UNG tidak hanya memantau perkembangan program yang dilaksanakan mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tetapi juga melihat sejauh mana kolaborasi yang telah dibangun bersama masyarakat dan mitra dapat berjalan secara efektif. Pemantauan dilakukan terhadap capaian kegiatan, keterlibatan masyarakat, bentuk dukungan mitra, serta berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan KKN.

 

Upaya tersebut menjadi penting untuk memastikan program yang telah dirancang bersama tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Hasil monitoring juga menjadi bahan bagi LPPM UNG dalam mengidentifikasi program yang dapat diperkuat, dikembangkan, maupun ditindaklanjuti melalui bentuk kerja sama berikutnya.

 

Pada KKN Tematik Tahap II, program pengabdian mengusung tema “Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga.” Tema tersebut dikembangkan oleh mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta potensi masing-masing wilayah. Pelaksanaannya juga diarahkan untuk membangun keterlibatan aktif masyarakat dan pihak terkait dalam mendukung keberhasilan program.

 

Sementara itu, KKN Tematik Infrastruktur memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi serta menangani berbagai persoalan infrastruktur dan lingkungan di lokasi pengabdian. Melalui skema ini, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa diimplementasikan untuk mendukung kebutuhan pembangunan di tingkat masyarakat.

 

Kepala Pusat Studi KKN LPPM UNG, Dr. Rosbin Pakaya, mengatakan bahwa Monev dilakukan tidak hanya untuk melihat keterlaksanaan program, tetapi juga memastikan adanya proses pendampingan dan kolaborasi yang dapat mendukung keberlanjutan kegiatan.

 

“Monev ini dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan KKN di lapangan, baik dari sisi keterlaksanaan program maupun keterlibatan masyarakat. Kami juga ingin mengetahui kendala yang dihadapi sehingga dapat diberikan arahan dan pendampingan yang diperlukan,” ujar Dr. Rosbin.

 

Ia menjelaskan, monitoring juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana mahasiswa menjalankan program di tengah karakteristik masyarakat yang berbeda-beda. Dalam proses tersebut, DPL memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa sekaligus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait di lokasi pengabdian.

 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan mitra menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan adanya komunikasi dan kolaborasi yang baik selama pelaksanaan KKN, berbagai program yang telah dijalankan diharapkan dapat diteruskan atau dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

 

Pelaksanaan Monev juga menjadi sarana bagi LPPM UNG untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian program dan efektivitas kerja sama yang terbangun di lapangan. Temuan selama monitoring akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan, penguatan, serta menentukan tindak lanjut terhadap program pengabdian.

 

Melalui Monev KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur 2026, UNG terus mendorong agar kerja sama yang dibangun dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada satu periode kegiatan. Kolaborasi yang telah terbentuk diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program dan kemitraan yang lebih berkelanjutan, sehingga kontribusi UNG bersama mitra dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.