Gorontalo-Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada
Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Tahun Anggaran
2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNG memastikan pelaksanaan program
pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan sekaligus mendorong keberlanjutan
kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra, dan masyarakat di lokasi
pengabdian.
Melalui Monev, LPPM UNG tidak hanya
memantau perkembangan program yang dilaksanakan mahasiswa dan Dosen Pembimbing
Lapangan (DPL), tetapi juga melihat sejauh mana kolaborasi yang telah dibangun
bersama masyarakat dan mitra dapat berjalan secara efektif. Pemantauan
dilakukan terhadap capaian kegiatan, keterlibatan masyarakat, bentuk dukungan
mitra, serta berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan KKN.
Upaya tersebut menjadi penting untuk
memastikan program yang telah dirancang bersama tidak berhenti pada pelaksanaan
KKN, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Hasil
monitoring juga menjadi bahan bagi LPPM UNG dalam mengidentifikasi program yang
dapat diperkuat, dikembangkan, maupun ditindaklanjuti melalui bentuk kerja sama
berikutnya.
Pada KKN Tematik Tahap II, program
pengabdian mengusung tema “Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan
Penguatan Pangan Keluarga.” Tema tersebut dikembangkan oleh mahasiswa melalui
berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta potensi
masing-masing wilayah. Pelaksanaannya juga diarahkan untuk membangun
keterlibatan aktif masyarakat dan pihak terkait dalam mendukung keberhasilan
program.
Sementara itu, KKN Tematik
Infrastruktur memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan
masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi serta menangani
berbagai persoalan infrastruktur dan lingkungan di lokasi pengabdian. Melalui skema
ini, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa diimplementasikan untuk mendukung
kebutuhan pembangunan di tingkat masyarakat.
Kepala Pusat Studi KKN LPPM UNG, Dr.
Rosbin Pakaya, mengatakan bahwa Monev dilakukan tidak hanya untuk melihat
keterlaksanaan program, tetapi juga memastikan adanya proses pendampingan dan
kolaborasi yang dapat mendukung keberlanjutan kegiatan.
“Monev ini dilakukan untuk melihat
perkembangan pelaksanaan KKN di lapangan, baik dari sisi keterlaksanaan program
maupun keterlibatan masyarakat. Kami juga ingin mengetahui kendala yang
dihadapi sehingga dapat diberikan arahan dan pendampingan yang diperlukan,”
ujar Dr. Rosbin.
Ia menjelaskan, monitoring juga
menjadi ruang untuk melihat bagaimana mahasiswa menjalankan program di tengah
karakteristik masyarakat yang berbeda-beda. Dalam proses tersebut, DPL memiliki
peran penting dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa sekaligus menjaga
komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait di lokasi pengabdian.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat
dan mitra menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Dengan adanya komunikasi dan kolaborasi yang baik selama pelaksanaan KKN,
berbagai program yang telah dijalankan diharapkan dapat diteruskan atau
dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Pelaksanaan Monev juga menjadi
sarana bagi LPPM UNG untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian
program dan efektivitas kerja sama yang terbangun di lapangan. Temuan selama
monitoring akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan, penguatan,
serta menentukan tindak lanjut terhadap program pengabdian.