Gorontalo-Program Studi
Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat
upaya peningkatan daya saing lulusan melalui kerja sama dengan Lembaga
Sertifikasi Profesi Sertifikasi Arsitek Indonesia (LSP SARSI). Kerja sama ini
membuka peluang bagi lulusan arsitektur UNG untuk mengembangkan dan memperoleh
sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan standar profesi di bidang arsitektur.
Kerja sama tersebut
dilaksanakan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Perguruan
Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) Tahun 2026 yang berlangsung pada 4–5
Agustus 2026 di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Pada hari kedua, Rabu
(5/8), dilaksanakan agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara LSP
SARSI dan perguruan tinggi peserta RAKERNAS.
Melalui kerja sama ini,
Prodi Arsitektur UNG membuka akses pengembangan sertifikasi kompetensi bagi
lulusan Sarjana Arsitektur, Sarjana Terapan, maupun lulusan Program Profesi
Arsitek (PPAr). Kehadiran skema sertifikasi tersebut diharapkan dapat mendukung
lulusan dalam meningkatkan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki serta
mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dunia kerja dan profesi arsitektur.
LSP SARSI merupakan
lembaga sertifikasi profesi yang bergerak dalam bidang sertifikasi kompetensi
arsitektur. Sejumlah skema sertifikasi yang tersedia mencakup jenjang Asisten
Pemula Arsitek, Asisten Arsitek, Arsitek Madya, hingga Arsitek Utama.
Pelaksanaan sertifikasi dilakukan berdasarkan skema, persyaratan, dan standar
kompetensi yang telah ditetapkan oleh lembaga sertifikasi.
Bagi Prodi Arsitektur
UNG, kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat
keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan profesi. Tidak hanya
membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan selama proses
pendidikan, UNG juga mendorong tersedianya akses bagi lulusan untuk memperoleh
pengakuan kompetensi melalui mekanisme sertifikasi yang relevan dengan bidang
arsitektur.
Sertifikasi kompetensi
diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja
maupun mengembangkan karier profesional. Dengan adanya pengakuan kompetensi,
lulusan memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki berdasarkan
standar yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan kesiapan dan daya saing di
tengah kebutuhan tenaga profesional arsitektur yang semakin berkembang.
Kerja sama UNG dengan
LSP SARSI juga sejalan dengan semangat RAKERNAS APTARI 2026 yang mengangkat
tema “Transformasi Pendidikan Arsitektur untuk Mewujudkan Arsitek Profesional
Berkarakter dan Berkelanjutan: Dari Kearifan Lokal hingga Teknologi Masa
Depan.” Forum tersebut turut membahas berbagai isu strategis pendidikan
arsitektur, mulai dari pengembangan kurikulum, implementasi MBKM, pendidikan
profesi, hingga penguatan kompetensi dan keilmuan arsitektur.
Melalui implementasi
kerja sama ini, Prodi Arsitektur FT UNG terus mendorong penguatan kualitas
lulusan agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki
kesiapan dan pengakuan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesi. Langkah
tersebut menjadi bagian dari komitmen UNG dalam menghasilkan lulusan yang
adaptif, kompeten, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.