Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kolaborasi dan jejaring akademik
nasional dalam pengembangan pendidikan vokasi. Komitmen tersebut diwujudkan
melalui keterlibatan akademisi UNG, Ervan Hasan Harun, S.T., M.T., dalam
Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI dan FORTEI-ICEE (International Conference on
Electrical Engineering) 2026 yang berlangsung di Universitas Hasanuddin,
Makassar, pada 24–26 September 2026.
Ervan
Hasan Harun, yang juga merupakan Pengurus FORTEI Nasional sekaligus Anggota
Divisi Forkom Vokasi – Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS dan Forkom
Vokasi, mengambil peran dalam pembahasan dan penyusunan sejumlah panduan
pengembangan pendidikan Sarjana Terapan pada rumpun Teknik Elektro.
Keterlibatan
tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNG dalam memperkuat sinergi
antarperguruan tinggi serta mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang
adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI).
Dalam
forum nasional tersebut, terdapat tiga dokumen panduan yang menjadi fokus
pembahasan, yakni Panduan Kurikulum Vokasi (Sarjana Terapan) Rumpun Teknik
Elektro, Panduan Magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi Mahasiswa
Sarjana Terapan, serta Panduan Capstone Project.
Ketiga
panduan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi
dalam mengembangkan sistem pembelajaran vokasi yang berorientasi pada
kompetensi, pengalaman praktik, serta keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Salah
satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pemaparan Panduan
Kurikulum Vokasi Rumpun Teknik Elektro. Dalam kesempatan itu, Ervan turut
mempresentasikan substansi panduan sebagai bagian dari pembahasan dan penguatan
rekomendasi FORTEI terkait pengembangan pendidikan Sarjana Terapan bidang
Teknik Elektro.
“Panduan
kurikulum tersebut diarahkan untuk menjadi rujukan bersama bagi program studi
Sarjana Terapan dalam mengembangkan kurikulum yang memiliki karakteristik
pendidikan vokasi,” ujarnya.
Selain
memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan DUDI, pengembangan
kurikulum juga diarahkan agar responsif terhadap perkembangan teknologi dan
kebutuhan kompetensi tenaga kerja di bidang Teknik Elektro.
Menurut
Ervan, keterlibatan akademisi UNG dalam forum tersebut memiliki relevansi
strategis bagi pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Sekolah Vokasi UNG,
khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan
(TRET).
“Forum
nasional ini menjadi ruang bagi UNG untuk memperoleh perspektif sekaligus
memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan perguruan tinggi serta
program studi Teknik Elektro di Indonesia,” terangnya.
Melalui
partisipasi tersebut, UNG tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi
juga mengambil bagian dalam pengembangan arah pendidikan vokasi pada tingkat
nasional. Pertukaran gagasan, penyusunan panduan, serta penguatan komunikasi
antarperguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi yang
berkelanjutan.
Keterlibatan
ini sekaligus memperkuat komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang
berorientasi pada kompetensi, kebutuhan dunia kerja, keterhubungan dengan
industri, serta perkembangan teknologi. Dengan demikian, hasil forum nasional
diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan
kualitas pembelajaran vokasi di lingkungan UNG.
Munas
FORTEI dan FORTEI-ICEE 2026 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin,
Makassar, pada 24–26 September 2026 menjadi forum nasional bagi pengembangan
pendidikan tinggi Teknik Elektro sekaligus memperkuat komunikasi dan jejaring
akademik antarperguruan tinggi di Indonesia.