Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas dampak kerja sama dan kontribusi
perguruan tinggi melalui pengembangan riset mahasiswa yang berorientasi pada
kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Salah satunya ditunjukkan melalui
penelitian mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan
Teknologi Perikanan (FKTP) UNG, yang mengungkap berbagai tantangan adopsi
teknologi pada UMKM pengolahan ikan di Provinsi Gorontalo.
Penelitian
berjudul “Analisis Ketergantungan Metode Manual dan Kendala Teknologi pada UMKM
Pengolahan Ikan Gorontalo dengan Studi Pustaka Sistematis” tersebut diterbitkan
dalam HYβRIDA: Jurnal Pertanian, Peternakan, Perikanan, Volume 7 Nomor 1 Tahun
2026.
Kajian
ini ditulis oleh Al Ridho Hidayat Hamzah, Putri Wulandari Ano, Siti Fadila
Landjoi, Putri Rachmadina Malik, dan Lukman Mile. Hasil penelitian tersebut
memberikan gambaran mengenai kondisi pengolahan hasil perikanan di Gorontalo
sekaligus membuka ruang penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pelaku UMKM,
dan pemangku kepentingan dalam mendorong modernisasi usaha berbasis potensi
lokal.
Riset Mahasiswa Petakan Tantangan UMKM Pengolahan Ikan
Berdasarkan
sintesis literatur, UMKM pengolahan ikan di Gorontalo masih mengandalkan tenaga
manusia dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari penyiangan, pemotongan,
pencucian, penggaraman, pengasapan, pengeringan, hingga pengemasan.
Produktivitas
UMKM umumnya berada pada kisaran 20–50 kilogram produk per hari, dengan tingkat
kerusakan produk sekitar 15–30 persen. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses
produksi yang relatif panjang, keterbatasan peralatan, serta ketergantungan
pada faktor lingkungan, seperti cuaca dalam proses pengeringan dan pengasapan.
Temuan
ini menjadi salah satu dasar penting bagi pengembangan kerja sama yang
berorientasi pada penerapan hasil riset dan inovasi teknologi tepat guna.
Melalui kajian tersebut, UNG berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih
komprehensif mengenai kebutuhan pelaku usaha, sehingga pengembangan teknologi
dapat disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas UMKM di daerah.
Metode Manual Tetap Memiliki Keunggulan
Penelitian
ini tidak semata-mata memandang penggunaan metode manual sebagai hambatan dalam
pengembangan usaha. Sistem manual justru dinilai memiliki fleksibilitas tinggi,
terutama dalam menyesuaikan volume produksi dengan ketersediaan bahan baku
hasil tangkapan.
Selain
tidak membutuhkan investasi mesin dan biaya pemeliharaan yang besar,
keterampilan pengolahan yang diperoleh secara turun-temurun juga menjadi bagian
penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan karakteristik produk lokal.
Kajian
tersebut menunjukkan bahwa keputusan pelaku UMKM untuk mempertahankan metode
manual tidak selalu mencerminkan rendahnya inovasi, melainkan berkaitan dengan
pertimbangan biaya investasi, kapasitas produksi, kemampuan operasional, serta
fleksibilitas usaha.
Dalam
konteks penguatan kerja sama, bantuan teknologi seperti meja kerja berbahan
stainless steel, coolbox, dan fasilitas sanitasi dinilai relatif lebih mudah
diterapkan dibandingkan mesin dengan tingkat kompleksitas tinggi. Peralatan
tersebut dapat membantu meningkatkan kebersihan dan mutu produk tanpa mengubah
sistem produksi secara drastis.
Modal dan Kompetensi SDM Jadi Tantangan Adopsi Teknologi
Hasil
kajian mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya adopsi
teknologi pada UMKM pengolahan ikan, antara lain keterbatasan modal, akses
pembiayaan, tingginya biaya investasi mesin, infrastruktur produksi, kapasitas
sumber daya manusia, serta belum optimalnya pendampingan teknis.
Pelaku
UMKM juga masih menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan pembiayaan
formal, termasuk administrasi, agunan, dan pencatatan keuangan.
Di
sisi lain, kesiapan sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam proses
modernisasi. Penggunaan mesin modern tidak hanya memerlukan keterampilan
mengoperasikan peralatan, tetapi juga pemahaman mengenai sanitasi, pengendalian
mutu, pemeliharaan, efisiensi energi, dan keselamatan kerja.
Oleh
karena itu, penelitian ini menekankan bahwa penyediaan peralatan perlu diikuti
dengan peningkatan kompetensi pengguna. Kolaborasi antara perguruan tinggi,
pemerintah, dan pelaku usaha diperlukan untuk mendukung pelatihan teknis,
pendampingan, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan lapangan.
Transformasi Teknologi Perlu Dilakukan Secara Bertahap
Berdasarkan
keseluruhan sintesis, penelitian menyimpulkan bahwa transformasi teknologi pada
UMKM pengolahan ikan di Gorontalo membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan
berkelanjutan.
Teknologi
yang dikembangkan perlu disesuaikan dengan karakteristik usaha mikro dan kecil,
mudah dioperasikan, serta memiliki biaya investasi yang terjangkau. Penguatan
akses pembiayaan, pelatihan teknis berkelanjutan, pendampingan manajemen,
penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar juga menjadi bagian penting
dalam proses modernisasi.
Kajian
ini memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan
tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan mesin dan peralatan. Kesesuaian
teknologi dengan kebutuhan pelaku usaha, kesiapan SDM, kemampuan investasi,
kondisi infrastruktur, serta keberlanjutan pendampingan menjadi faktor yang
perlu diperhatikan agar modernisasi mampu meningkatkan produktivitas, kualitas,
dan daya saing produk olahan perikanan Gorontalo.
Perkuat Sinergi Riset dan Kerja Sama Berbasis Kebutuhan UMKM
Bagi
FKTP UNG, penelitian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dalam
mendukung pengembangan sektor perikanan daerah melalui riset mahasiswa yang
berbasis pada permasalahan nyata di masyarakat.
Hasil
kajian tersebut membuka peluang penguatan kerja sama antara UNG, pelaku UMKM,
pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan
teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta
penguatan mutu dan keamanan pangan produk olahan perikanan.
Melalui
sinergi tersebut, hasil riset diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang
program pendampingan, pelatihan, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan
pelaku usaha. Dengan demikian, kerja sama perguruan tinggi tidak hanya
berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan
hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Upaya
ini sejalan dengan peran UNG dalam memperkuat hubungan antara pendidikan
tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong
pengembangan potensi sumber daya perikanan Gorontalo agar semakin produktif,
berkualitas, dan berdaya saing.
Sumber: https://journal.cib.institute/index.php/HibridaJurnalCib/article/view/1968/1896