Update Terkini

Berita

UNG PERLUAS DAMPAK KERJA SAMA MELALUI RISET MAHASISWA UNTUK PENGUATAN TEKNOLOGI UMKM PENGOLAHAN IKAN
Penelitian
Penelitian 25 Sep 2026 0 dilihat

UNG PERLUAS DAMPAK KERJA SAMA MELALUI RISET MAHASISWA UNTUK PENGUATAN TEKNOLOGI UMKM PENGOLAHAN IKAN

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas dampak kerja sama dan kontribusi perguruan tinggi melalui pengembangan riset mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Salah satunya ditunjukkan melalui penelitian mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG, yang mengungkap berbagai tantangan adopsi teknologi pada UMKM pengolahan ikan di Provinsi Gorontalo.

 

Penelitian berjudul “Analisis Ketergantungan Metode Manual dan Kendala Teknologi pada UMKM Pengolahan Ikan Gorontalo dengan Studi Pustaka Sistematis” tersebut diterbitkan dalam HYβRIDA: Jurnal Pertanian, Peternakan, Perikanan, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026.

 

Kajian ini ditulis oleh Al Ridho Hidayat Hamzah, Putri Wulandari Ano, Siti Fadila Landjoi, Putri Rachmadina Malik, dan Lukman Mile. Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi pengolahan hasil perikanan di Gorontalo sekaligus membuka ruang penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan dalam mendorong modernisasi usaha berbasis potensi lokal.

 

Riset Mahasiswa Petakan Tantangan UMKM Pengolahan Ikan

Berdasarkan sintesis literatur, UMKM pengolahan ikan di Gorontalo masih mengandalkan tenaga manusia dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari penyiangan, pemotongan, pencucian, penggaraman, pengasapan, pengeringan, hingga pengemasan.

 

Produktivitas UMKM umumnya berada pada kisaran 20–50 kilogram produk per hari, dengan tingkat kerusakan produk sekitar 15–30 persen. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi yang relatif panjang, keterbatasan peralatan, serta ketergantungan pada faktor lingkungan, seperti cuaca dalam proses pengeringan dan pengasapan.

 

Temuan ini menjadi salah satu dasar penting bagi pengembangan kerja sama yang berorientasi pada penerapan hasil riset dan inovasi teknologi tepat guna. Melalui kajian tersebut, UNG berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan pelaku usaha, sehingga pengembangan teknologi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas UMKM di daerah.

 

Metode Manual Tetap Memiliki Keunggulan

Penelitian ini tidak semata-mata memandang penggunaan metode manual sebagai hambatan dalam pengembangan usaha. Sistem manual justru dinilai memiliki fleksibilitas tinggi, terutama dalam menyesuaikan volume produksi dengan ketersediaan bahan baku hasil tangkapan.

 

Selain tidak membutuhkan investasi mesin dan biaya pemeliharaan yang besar, keterampilan pengolahan yang diperoleh secara turun-temurun juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan karakteristik produk lokal.

 

Kajian tersebut menunjukkan bahwa keputusan pelaku UMKM untuk mempertahankan metode manual tidak selalu mencerminkan rendahnya inovasi, melainkan berkaitan dengan pertimbangan biaya investasi, kapasitas produksi, kemampuan operasional, serta fleksibilitas usaha.

 

Dalam konteks penguatan kerja sama, bantuan teknologi seperti meja kerja berbahan stainless steel, coolbox, dan fasilitas sanitasi dinilai relatif lebih mudah diterapkan dibandingkan mesin dengan tingkat kompleksitas tinggi. Peralatan tersebut dapat membantu meningkatkan kebersihan dan mutu produk tanpa mengubah sistem produksi secara drastis.

 

Modal dan Kompetensi SDM Jadi Tantangan Adopsi Teknologi

Hasil kajian mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya adopsi teknologi pada UMKM pengolahan ikan, antara lain keterbatasan modal, akses pembiayaan, tingginya biaya investasi mesin, infrastruktur produksi, kapasitas sumber daya manusia, serta belum optimalnya pendampingan teknis.

 

Pelaku UMKM juga masih menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan pembiayaan formal, termasuk administrasi, agunan, dan pencatatan keuangan.

 

Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam proses modernisasi. Penggunaan mesin modern tidak hanya memerlukan keterampilan mengoperasikan peralatan, tetapi juga pemahaman mengenai sanitasi, pengendalian mutu, pemeliharaan, efisiensi energi, dan keselamatan kerja.

 

Oleh karena itu, penelitian ini menekankan bahwa penyediaan peralatan perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi pengguna. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha diperlukan untuk mendukung pelatihan teknis, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan lapangan.

 

Transformasi Teknologi Perlu Dilakukan Secara Bertahap

Berdasarkan keseluruhan sintesis, penelitian menyimpulkan bahwa transformasi teknologi pada UMKM pengolahan ikan di Gorontalo membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

 

Teknologi yang dikembangkan perlu disesuaikan dengan karakteristik usaha mikro dan kecil, mudah dioperasikan, serta memiliki biaya investasi yang terjangkau. Penguatan akses pembiayaan, pelatihan teknis berkelanjutan, pendampingan manajemen, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar juga menjadi bagian penting dalam proses modernisasi.

 

Kajian ini memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan mesin dan peralatan. Kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pelaku usaha, kesiapan SDM, kemampuan investasi, kondisi infrastruktur, serta keberlanjutan pendampingan menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar modernisasi mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing produk olahan perikanan Gorontalo.

 

Perkuat Sinergi Riset dan Kerja Sama Berbasis Kebutuhan UMKM

Bagi FKTP UNG, penelitian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dalam mendukung pengembangan sektor perikanan daerah melalui riset mahasiswa yang berbasis pada permasalahan nyata di masyarakat.

 

Hasil kajian tersebut membuka peluang penguatan kerja sama antara UNG, pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan mutu dan keamanan pangan produk olahan perikanan.

 

Melalui sinergi tersebut, hasil riset diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang program pendampingan, pelatihan, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan demikian, kerja sama perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

 

Upaya ini sejalan dengan peran UNG dalam memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan potensi sumber daya perikanan Gorontalo agar semakin produktif, berkualitas, dan berdaya saing.


Sumber: https://journal.cib.institute/index.php/HibridaJurnalCib/article/view/1968/1896