Update Terkini

Berita

WUJUDKAN KKN-PK YANG BERDAMPAK: LPPM UNG TURUN LANGSUNG MONITORING DI 28 DESA
Umum
Umum 25 Aug 2026 0 dilihat

WUJUDKAN KKN-PK YANG BERDAMPAK: LPPM UNG TURUN LANGSUNG MONITORING DI 28 DESA

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG Tahun 2026. Monitoring ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya terlaksana sesuai rencana, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Pelaksanaan KKN-PK UNG Tahun 2026 melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan kedokteran yang ditempatkan di 28 desa yang tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Selama berada di lokasi, mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat masing-masing desa.

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program yang dijalankan dapat diterima, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesadaran dan kualitas kesehatan di tingkat desa.

 

Tim LPPM UNG melakukan monitoring secara langsung dengan meninjau perkembangan kegiatan mahasiswa di setiap lokasi penempatan. Pemantauan mencakup pelaksanaan program kerja, keterlibatan mahasiswa bersama masyarakat, koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan, serta efektivitas pendampingan yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

 

Monitoring lapangan juga menjadi momentum bagi LPPM UNG untuk melihat secara langsung bagaimana mahasiswa mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama proses perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas mahasiswa menjadi bahan penilaian untuk memastikan kegiatan KKN-PK berjalan secara terarah dan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Selain memantau capaian program, tim monitoring turut mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi mahasiswa selama berada di lapangan. Setiap temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah perbaikan, penyesuaian program, maupun penguatan kegiatan agar pelaksanaan KKN-PK dapat memberikan hasil yang lebih optimal hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

 

Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan KKN-PK sekaligus memastikan pengabdian mahasiswa benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

 

“Melalui monitoring dan evaluasi, kami ingin memastikan program yang dilaksanakan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berjalan dengan baik. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi untuk melihat apa yang sudah berjalan dan apa yang masih perlu diperbaiki selama pelaksanaan KKN-PK,” ujarnya.

 

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di 28 desa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan bidang kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.

 

Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesi, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, memahami kondisi masyarakat, serta merespons persoalan kesehatan secara kontekstual.

 

LPPM UNG terus mendorong agar pelaksanaan KKN-PK Tahun 2026 tidak berhenti pada penyelesaian program kerja mahasiswa, tetapi diarahkan pada kegiatan yang relevan, responsif, dan memberikan dampak nyata di setiap desa lokasi penempatan.

 

Melalui monitoring secara langsung dan evaluasi berkelanjutan, LPPM UNG berupaya memastikan setiap program KKN-PK dapat berjalan sesuai tujuan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNG dalam mendukung pemberdayaan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.