Update Terkini

Berita

KKN Profesi Kesehatan UNG dan Desa Luwoo Kolaborasi Bentuk Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi
Umum
Umum 10 Aug 2026 0 dilihat

KKN Profesi Kesehatan UNG dan Desa Luwoo Kolaborasi Bentuk Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi

Gorontalo-Kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Pemerintah Desa Luwoo diwujudkan melalui pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kepedulian dan pendampingan masyarakat terhadap ibu hamil yang memiliki faktor risiko.

 

Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk implementasi kerja sama antara mahasiswa KKN-PK UNG, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat Desa Luwoo dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak. Melalui pembentukan kelompok ini, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam mengenali, memantau, dan membantu memberikan pendampingan kepada ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih.

 

Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi kepada masyarakat dan ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Materi yang diberikan mencakup pemenuhan gizi, pemeriksaan kehamilan secara rutin, deteksi dini tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, serta pentingnya dukungan keluarga bagi ibu hamil, khususnya mereka yang masuk dalam kategori risiko tinggi.

 

Mahasiswa KKN-PK UNG bersama tenaga kesehatan juga memberikan pemahaman mengenai berbagai kondisi yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama kehamilan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga dan masyarakat mengenali tanda-tanda risiko sejak dini sehingga ibu hamil dapat segera mendapatkan penanganan dan rujukan dari tenaga kesehatan apabila diperlukan.

 

Pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi menjadi langkah penting untuk membangun sistem kepedulian berbasis masyarakat. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi antara masyarakat, kader Posyandu, pemerintah desa, bidan desa, dan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan serta pendampingan terhadap ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.

 

Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya kepedulian masyarakat terhadap kondisi kesehatan ibu hamil.

 

“Melalui kelompok ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui risiko kehamilan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk bersama-sama memberikan dukungan dan pendampingan kepada ibu hamil, terutama yang memiliki risiko tinggi. Kolaborasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan menjadi sangat penting agar upaya ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PK UNG turut mendorong keterlibatan kader Posyandu dan keluarga sebagai bagian dari lingkungan terdekat ibu hamil. Pendampingan dapat dilakukan melalui pengingat jadwal pemeriksaan kehamilan, pemantauan kondisi ibu, dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi, hingga membantu memastikan ibu hamil memperoleh akses pelayanan kesehatan ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan.

 

Selain edukasi mengenai risiko kehamilan, peserta juga mendapatkan informasi mengenai persiapan persalinan. Ibu hamil dan keluarga diarahkan untuk mempersiapkan tempat persalinan, pendamping, kebutuhan persalinan, transportasi, serta rencana rujukan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

 

Materi mengenai keluarga berencana pascapersalinan juga menjadi bagian dari edukasi. Pemahaman mengenai pengaturan jarak kehamilan diharapkan dapat membantu keluarga dalam merencanakan kehamilan berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan anak.

 

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Ibu hamil, kader, serta masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait kondisi kehamilan serta berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi di lingkungan mereka.

 

Melalui pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi, KKN-PK UNG bersama Pemerintah Desa Luwoo berharap terbangun kepedulian dan mekanisme pendampingan yang lebih kuat di tingkat masyarakat. Keberadaan kelompok tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat upaya promotif dan preventif sekaligus mendukung deteksi dini terhadap risiko kehamilan.

 

Kolaborasi antara UNG, Pemerintah Desa Luwoo, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan masyarakat menjadi wujud nyata implementasi kerja sama dalam bidang kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga upaya perlindungan dan pendampingan terhadap ibu hamil, khususnya yang berisiko tinggi, dapat dilakukan secara berkelanjutan.