Update Terkini

Berita

FSB UNG DAN KANTOR BAHASA GORONTALO WUJUDKAN KOLABORASI LITERASI UNTUK GENERASI MUDA BERDAYA SAING
Kerjasama
Kerjasama 16 Oct 2026 0 dilihat

FSB UNG DAN KANTOR BAHASA GORONTALO WUJUDKAN KOLABORASI LITERASI UNTUK GENERASI MUDA BERDAYA SAING

Gorontalo-Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan budaya literasi di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Literasi di Kalangan Generasi Muda” pada Kamis (15/10/26), bertempat di Aula Loolade FSB UNG.

 

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., sebagai pemateri. Kehadiran narasumber dari tingkat nasional tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya literasi dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

 

Kolaborasi FSB UNG dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan dalam membangun generasi muda yang kritis, kreatif, serta mampu memanfaatkan informasi dan pengetahuan secara bijak.

 

Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., yang membuka kegiatan secara resmi, menekankan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

 

Menurutnya, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, membangun pola pikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab dalam kehidupan akademik maupun sosial.

 

“Mahasiswa sebagai generasi muda perlu menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya akademik. Kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara baik merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk membangun kebiasaan literasi yang produktif dan berkelanjutan,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan Dekan FSB UNG.

 

Prof. Nonny juga mengapresiasi kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo yang telah menghadirkan narasumber dari tingkat nasional. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga seperti ini penting untuk memperluas wawasan sivitas akademika sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan bahasa, sastra, dan budaya literasi.

 

Sementara itu, pemaparan materi oleh Hafidz Muksin memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang pengembangan literasi di kalangan generasi muda, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemampuan berliterasi menjadi semakin penting agar generasi muda tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga dapat memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkannya untuk menghasilkan gagasan serta karya yang bermanfaat.

 

Di era digital, mahasiswa dituntut untuk mampu menilai kredibilitas sumber informasi, membedakan fakta dan opini, serta menyampaikan pemikiran secara logis dan bertanggung jawab. Kecakapan tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, komunikasi, dan partisipasi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Bagi FSB UNG, penguatan budaya literasi juga sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa, sastra, dan kebudayaan. Literasi yang baik diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan, menghasilkan tulisan ilmiah, mengembangkan penelitian, serta menciptakan karya kreatif yang memiliki nilai akademik dan sosial.

 

Melalui kerja sama ini, FSB UNG dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menunjukkan pentingnya sinergi kelembagaan dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi kebahasaan, pengembangan literasi, dan pelestarian budaya.

 

Ke depan, kerja sama kedua lembaga diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan kuliah umum, tetapi berlanjut menjadi upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem literasi yang aktif di lingkungan kampus dan masyarakat.

 

Melalui kolaborasi ini, FSB UNG menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring kemitraan dan menghadirkan ruang pembelajaran yang inspiratif. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nalar kritis, kecakapan literasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap bahasa dan budaya bangsa sebagai bekal untuk menjadi generasi yang berdaya saing.