Gorontalo-Fakultas
Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kantor
Bahasa Provinsi Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan budaya
literasi di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui
penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Literasi di Kalangan Generasi Muda” pada
Kamis (15/10/26), bertempat di Aula Loolade FSB UNG.
Kegiatan
ini menghadirkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.,
sebagai pemateri. Kehadiran narasumber dari tingkat nasional tersebut
memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperluas
wawasan mengenai pentingnya literasi dalam menghadapi tantangan perkembangan
zaman.
Kolaborasi
FSB UNG dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo ini menjadi bagian dari upaya
memperkuat peran perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan dalam membangun
generasi muda yang kritis, kreatif, serta mampu memanfaatkan informasi dan
pengetahuan secara bijak.
Dekan
FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., yang membuka kegiatan secara
resmi, menekankan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Menurutnya,
literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga
mencakup kemampuan memahami informasi, membangun pola pikir kritis,
mengembangkan kreativitas, serta menggunakan pengetahuan secara bertanggung
jawab dalam kehidupan akademik maupun sosial.
“Mahasiswa
sebagai generasi muda perlu menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya
akademik. Kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menyampaikan
gagasan secara baik merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman.
Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk
membangun kebiasaan literasi yang produktif dan berkelanjutan,” demikian pesan
yang ditekankan dalam sambutan Dekan FSB UNG.
Prof.
Nonny juga mengapresiasi kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo
yang telah menghadirkan narasumber dari tingkat nasional. Menurutnya,
kolaborasi antarlembaga seperti ini penting untuk memperluas wawasan sivitas
akademika sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan
bahasa, sastra, dan budaya literasi.
Sementara
itu, pemaparan materi oleh Hafidz Muksin memberikan perspektif mengenai
tantangan dan peluang pengembangan literasi di kalangan generasi muda, terutama
di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemampuan berliterasi
menjadi semakin penting agar generasi muda tidak hanya mampu mengakses
informasi, tetapi juga dapat memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkannya untuk
menghasilkan gagasan serta karya yang bermanfaat.
Di
era digital, mahasiswa dituntut untuk mampu menilai kredibilitas sumber
informasi, membedakan fakta dan opini, serta menyampaikan pemikiran secara
logis dan bertanggung jawab. Kecakapan tersebut menjadi bekal penting dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, komunikasi, dan partisipasi
generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi
FSB UNG, penguatan budaya literasi juga sejalan dengan upaya meningkatkan
kompetensi mahasiswa di bidang bahasa, sastra, dan kebudayaan. Literasi yang
baik diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan,
menghasilkan tulisan ilmiah, mengembangkan penelitian, serta menciptakan karya
kreatif yang memiliki nilai akademik dan sosial.
Melalui
kerja sama ini, FSB UNG dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menunjukkan
pentingnya sinergi kelembagaan dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang
relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat
terus dikembangkan melalui berbagai program yang mendukung peningkatan
kompetensi kebahasaan, pengembangan literasi, dan pelestarian budaya.
Ke
depan, kerja sama kedua lembaga diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan
kuliah umum, tetapi berlanjut menjadi upaya berkelanjutan untuk membangun
ekosistem literasi yang aktif di lingkungan kampus dan masyarakat.