Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: MAHASISWA UNG KEMBANGKAN BIJI KELOR SEBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK PENGOLAHAN AIR
Kerjasama
Kerjasama 27 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: MAHASISWA UNG KEMBANGKAN BIJI KELOR SEBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK PENGOLAHAN AIR

Gorontalo-Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG), mengembangkan inovasi pemanfaatan biji kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan koagulan alami dalam pengolahan air. Inovasi tersebut dipaparkan dalam Seminar Akhir Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) III yang berlangsung, di Instalasi PDAM Bulotadaa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Selasa (27/10/26).

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan ilmu kesehatan lingkungan melalui pengalaman lapangan, sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi pengolahan air berbasis bahan alami. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan Instalasi PDAM Bulotadaa juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari permasalahan pengolahan air secara langsung serta mengaitkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan.

 

Inovasi tersebut berfokus pada potensi biji kelor sebagai koagulan alami yang dapat membantu menurunkan tingkat kekeruhan air. Selain itu, mahasiswa mengamati perubahan derajat keasaman (pH) sebagai salah satu parameter penting dalam mengevaluasi proses pengolahan air. Biji kelor dipilih karena relatif mudah ditemukan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan alternatif pendukung penjernihan air.

 

Melalui seminar akhir tersebut, mahasiswa memaparkan gagasan dan hasil kegiatan mengenai pemanfaatan bahan alami dalam proses pengolahan air. Pembahasan mengenai kekeruhan dan pH air menjadi sarana pembelajaran untuk memahami pentingnya pengukuran parameter kualitas air serta penerapan prinsip kesehatan lingkungan dalam mendukung pengelolaan air yang lebih baik.

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa pemanfaatan biji kelor merupakan salah satu bentuk inovasi yang relevan dengan pengembangan ilmu kesehatan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

 

“Pemanfaatan biji kelor sebagai koagulan alami merupakan gagasan inovatif yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah. Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori pengolahan air, tetapi juga mampu mengeksplorasi potensi bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis, melakukan evaluasi terhadap parameter kualitas air, serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi pengembangan kesehatan lingkungan,” ungkap Tri Septian Maksum.

 

Ia menambahkan bahwa pengembangan inovasi pengolahan air perlu didukung oleh pengujian yang terukur agar efektivitas bahan alami dapat diketahui secara objektif. Pengamatan terhadap tingkat kekeruhan dan pH menjadi bagian penting dalam mengevaluasi potensi biji kelor. Namun, pengujian parameter kualitas air lainnya tetap diperlukan untuk memastikan hasil pengolahan memenuhi standar yang berlaku.

 

Dalam konteks implementasi kerja sama, kegiatan yang berlangsung di Instalasi PDAM Bulotadaa ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal praktik pengolahan air di lingkungan instansi. Interaksi dalam kegiatan lapangan diharapkan dapat membuka peluang penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak pengelola air, khususnya dalam pengembangan kajian kesehatan lingkungan yang aplikatif.

 

Seminar Akhir PBL III sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan, merumuskan alternatif solusi, serta menyampaikan hasil kegiatan secara ilmiah. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

 

Melalui pengembangan potensi biji kelor sebagai koagulan alami, FOK UNG terus mendorong pembelajaran berbasis pengalaman lapangan dan penerapan ilmu kesehatan lingkungan. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penelitian dan pengujian lebih lanjut mengenai pemanfaatan bahan alami dalam pengolahan air yang efektif, aman, dan berkelanjutan.