Gorontalo-Mahasiswa
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK),
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang melaksanakan magang Pengalaman Belajar
Lapangan (PBL) III menggelar pelatihan pembuatan kursi ecobrick dari cacahan
plastik di Ruang 3R UPTD TPA Regional Talumelito, Desa Talumelito, Kecamatan
Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Rabu (28/10/26). Kegiatan ini merupakan
bentuk implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan instansi mitra dalam
mendorong inovasi pengelolaan sampah serta pemanfaatan limbah plastik menjadi
produk yang bernilai guna.
Pelatihan
tersebut menyasar tenaga kerja bagian 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di UPTD TPA
Regional Talumelito. Melalui penyampaian materi dan praktik langsung, peserta
mendapatkan pengetahuan serta keterampilan mengenai pemanfaatan cacahan plastik
menjadi kursi ecobrick sebagai salah satu alternatif produk fungsional berbasis
limbah.
Kegiatan
ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Kesehatan Masyarakat, khususnya di
bidang kesehatan lingkungan dan pengelolaan sampah. Pemanfaatan sampah plastik
yang tersedia di lingkungan TPA diharapkan dapat membuka peluang pengolahan
limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat, sekaligus mendukung upaya
pengurangan sampah yang belum termanfaatkan secara optimal.
Dekan
Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd.,
mengapresiasi inisiatif mahasiswa PBL III yang menghadirkan kegiatan edukatif
dan aplikatif bagi tenaga kerja di lingkungan TPA Regional Talumelito.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana pengetahuan akademik dapat
diterapkan untuk menjawab persoalan lingkungan melalui kolaborasi dengan mitra.
“Kegiatan
pelatihan pembuatan kursi ecobrick ini merupakan contoh penerapan ilmu Kesehatan
Masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan lingkungan dan masyarakat. Kami
mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi
produk yang bernilai guna. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan
keterampilan tenaga kerja, tetapi juga mendorong pengembangan inovasi
pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi
lingkungan,” ungkap Hartono.
Melalui
pelatihan ini, mahasiswa PBL III Kesmas FOK UNG memperoleh pengalaman dalam
melaksanakan program pemberdayaan berbasis potensi lingkungan, sekaligus
mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi dengan instansi
mitra. Di sisi lain, tenaga kerja bagian 3R memperoleh pengetahuan dan
keterampilan baru yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pemanfaatan
sampah plastik sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan.
Pelatihan
pembuatan kursi ecobrick ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa PBL III
Kesmas FOK UNG dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih kreatif,
produktif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan UPTD TPA Regional
Talumelito, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara
perguruan tinggi dan instansi mitra dalam mengembangkan inovasi kesehatan
lingkungan serta meningkatkan nilai guna sampah plastik bagi masyarakat.