Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: FK UNG DAN SMP KATOLIK SANTA MARIA PERKUAT EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR
Pendidikan
Pendidikan 16 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: FK UNG DAN SMP KATOLIK SANTA MARIA PERKUAT EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR

Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) melalui Departemen Kedokteran dan Kegawatdaruratan Bencana melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana banjir di SMP Katolik Santa Maria, Kota Gorontalo, Kamis (15/10/26). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan siswa menghadapi risiko bencana banjir.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., selaku dosen pembimbing, serta Kepala SMP Katolik Santa Maria, Suster Christofora, DSY. Melalui kegiatan ini, FK UNG bersama pihak sekolah berupaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya mitigasi bencana, keselamatan diri, dan perlindungan kesehatan sejak dini.

 

Materi sosialisasi mencakup pengenalan bencana banjir, potensi risiko yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa dibekali pemahaman mengenai empat prinsip utama mitigasi, yaitu mengenali potensi bahaya, mempersiapkan kebutuhan darurat, mengikuti arahan evakuasi, dan mengutamakan keselamatan diri.

 

Selain itu, siswa memperoleh pengetahuan tentang langkah kesiapsiagaan sebelum banjir, mulai dari mengenali kawasan rawan banjir, mengetahui jalur evakuasi, memahami sistem peringatan dini, hingga menyiapkan tas siaga bencana. Edukasi juga mencakup tindakan yang perlu dilakukan saat banjir terjadi serta hal-hal yang harus dihindari untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi risiko terhadap keselamatan.

 

Aspek kesehatan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para siswa diperkenalkan pada sejumlah penyakit yang berpotensi muncul saat banjir, seperti diare, leptospirosis, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Melalui materi ini, siswa diingatkan untuk menggunakan air yang aman, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak langsung dengan air banjir yang tercemar, serta mengenali gejala gangguan kesehatan yang memerlukan pertolongan medis.

 

Materi keselamatan juga menekankan pentingnya memberikan pertolongan kepada korban dalam situasi darurat dengan tetap memperhatikan keamanan diri. Dalam kondisi seseorang mengalami tenggelam, misalnya, siswa diperkenalkan pada prinsip pertolongan yang aman dari daratan dengan menggunakan alat bantu atau pelampung, sehingga upaya menyelamatkan korban tidak justru membahayakan penolong.

 

Kolaborasi antara FK UNG dan SMP Katolik Santa Maria ini diharapkan dapat mendukung penguatan literasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Pengetahuan mengenai mitigasi banjir menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat, melindungi diri, serta membantu orang lain sesuai kemampuan dan prosedur keselamatan.

 

Melalui implementasi kerja sama ini, FK UNG menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi kebencanaan dan kesehatan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan agar pendidikan mitigasi bencana tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

 

Dengan adanya kegiatan ini, siswa SMP Katolik Santa Maria diharapkan semakin memahami risiko bencana banjir dan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud peran FK UNG dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan kesadaran keselamatan sejak dini.