Gorontalo-Fakultas
Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) melalui Departemen Kedokteran
dan Kegawatdaruratan Bencana melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana banjir
di SMP Katolik Santa Maria, Kota Gorontalo, Kamis (15/10/26). Kegiatan ini
menjadi salah satu bentuk implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan
satuan pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan siswa
menghadapi risiko bencana banjir.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr.
dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., selaku dosen pembimbing, serta Kepala SMP
Katolik Santa Maria, Suster Christofora, DSY. Melalui kegiatan ini, FK UNG
bersama pihak sekolah berupaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya mitigasi
bencana, keselamatan diri, dan perlindungan kesehatan sejak dini.
Materi
sosialisasi mencakup pengenalan bencana banjir, potensi risiko yang
ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Para siswa dibekali pemahaman mengenai empat prinsip
utama mitigasi, yaitu mengenali potensi bahaya, mempersiapkan kebutuhan
darurat, mengikuti arahan evakuasi, dan mengutamakan keselamatan diri.
Selain
itu, siswa memperoleh pengetahuan tentang langkah kesiapsiagaan sebelum banjir,
mulai dari mengenali kawasan rawan banjir, mengetahui jalur evakuasi, memahami
sistem peringatan dini, hingga menyiapkan tas siaga bencana. Edukasi juga
mencakup tindakan yang perlu dilakukan saat banjir terjadi serta hal-hal yang
harus dihindari untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi risiko terhadap
keselamatan.
Aspek
kesehatan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para siswa
diperkenalkan pada sejumlah penyakit yang berpotensi muncul saat banjir,
seperti diare, leptospirosis, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan
akut (ISPA). Melalui materi ini, siswa diingatkan untuk menggunakan air yang
aman, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak langsung dengan air banjir
yang tercemar, serta mengenali gejala gangguan kesehatan yang memerlukan
pertolongan medis.
Materi
keselamatan juga menekankan pentingnya memberikan pertolongan kepada korban
dalam situasi darurat dengan tetap memperhatikan keamanan diri. Dalam kondisi seseorang
mengalami tenggelam, misalnya, siswa diperkenalkan pada prinsip pertolongan
yang aman dari daratan dengan menggunakan alat bantu atau pelampung, sehingga
upaya menyelamatkan korban tidak justru membahayakan penolong.
Kolaborasi
antara FK UNG dan SMP Katolik Santa Maria ini diharapkan dapat mendukung
penguatan literasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Pengetahuan mengenai
mitigasi banjir menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengambil keputusan yang
tepat dalam situasi darurat, melindungi diri, serta membantu orang lain sesuai
kemampuan dan prosedur keselamatan.
Melalui
implementasi kerja sama ini, FK UNG menegaskan komitmennya untuk berkontribusi
dalam peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi kebencanaan dan
kesehatan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus
dikembangkan agar pendidikan mitigasi bencana tidak berhenti pada kegiatan
sosialisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan budaya sadar bencana
di lingkungan pendidikan.