Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: FK UNG PERKUAT KOMPETENSI DOKTER MUDA MELALUI PEMBEKALAN ISU STRATEGIS DAN PRIORITAS KESEHATAN
Kerjasama
Kerjasama 21 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: FK UNG PERKUAT KOMPETENSI DOKTER MUDA MELALUI PEMBEKALAN ISU STRATEGIS DAN PRIORITAS KESEHATAN

Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo melalui pembelajaran berbasis lapangan bagi dokter muda. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan pembekalan mengenai isu strategis dan program prioritas kesehatan yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, pada Selasa (20/10/26), bertempat di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat–Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-IKK) FK UNG, Dr. dr. Serly Daud, M.Kes., bersama dosen FK UNG dan 20 dokter muda yang sedang menjalani pembelajaran pada stase IKM-IKK. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara FK UNG dan Dinkes P2KB dalam menghubungkan proses pendidikan kedokteran dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat daerah.

 

Dalam pemaparannya, Anang S. Otoluwa menekankan pentingnya membekali dokter muda dengan pemahaman mengenai perkembangan masalah kesehatan, tantangan yang dihadapi, serta program prioritas yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mendiagnosis dan menangani penyakit, tetapi juga perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan masyarakat serta strategi penanganannya melalui pendekatan yang lebih luas.

 

Pemahaman terhadap isu strategis dan prioritas kesehatan diharapkan dapat membentuk perspektif dokter muda agar mampu melihat persoalan kesehatan secara komprehensif. Dengan bekal tersebut, calon dokter diharapkan lebih siap berkontribusi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, baik melalui pelayanan individual maupun intervensi kesehatan pada tingkat komunitas.

 

Sementara itu, Kepala Departemen IKM-IKK FK UNG, Dr. dr. Serly Daud, M.Kes., menjelaskan bahwa pembelajaran pada stase IKM-IKK dirancang untuk mendukung pencapaian standar kompetensi dokter Indonesia. Proses pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi yang berperan dalam sistem kesehatan, antara lain Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

 

Menurut Serly, keterlibatan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo memberikan kesempatan kepada dokter muda untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai kondisi kesehatan daerah, kebijakan yang diterapkan, permasalahan prioritas, serta strategi pelaksanaan program kesehatan. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengetahuan akademik yang diperoleh selama pendidikan dengan praktik penyelenggaraan pelayanan kesehatan di lapangan.

 

Sebanyak 20 dokter muda yang mengikuti pembekalan tersebut dipersiapkan untuk menjalani penugasan di 10 puskesmas di Kota Gorontalo. Melalui proses pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami manajemen pelayanan kesehatan primer, perencanaan program, serta identifikasi dan tindak lanjut berbagai persoalan kesehatan sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan.

 

Pembekalan tersebut juga memperkuat pemahaman dokter muda mengenai pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan. Dengan demikian, kompetensi yang dikembangkan tidak hanya mencakup aspek klinis, tetapi juga kemampuan memahami sistem kesehatan, mendukung pelaksanaan program prioritas, serta menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Melalui implementasi kerja sama ini, FK UNG menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembelajaran profesi kedokteran yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat. Kolaborasi dengan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menjadi salah satu upaya untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan kedokteran, kebijakan kesehatan daerah, dan praktik pelayanan kesehatan primer.

 

Ke depan, sinergi kedua institusi diharapkan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dokter serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan, proses pendidikan dokter muda diharapkan semakin mampu menjawab tantangan kesehatan daerah sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo.