Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA KKN TEMATIK II UNG: DORONG PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PESISIR BOTUBARANI
Umum
Umum 07 Sep 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA KKN TEMATIK II UNG: DORONG PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PESISIR BOTUBARANI

Gorontalo-Pemanfaatan potensi maritim tidak hanya berorientasi pada sektor penangkapan ikan, tetapi juga perlu diarahkan pada pengolahan dan hilirisasi hasil laut untuk meningkatkan nilai tambah serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Semangat tersebut diwujudkan melalui implementasi kerja sama dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (5/9/26).

 

Melalui program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN Tematik II UNG bersama masyarakat mengembangkan potensi hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya melalui produksi “Amplang Bahari Botubarani”. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kelompok perempuan pesisir agar mampu mengembangkan keterampilan pengolahan hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha produktif di tingkat desa.

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UNG turut berkolaborasi bersama mahasiswa dari berbagai fakultas lainnya. Keterlibatan lintas disiplin tersebut memperkuat pendekatan pemberdayaan masyarakat, sehingga program tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengembangan usaha, penguatan kapasitas masyarakat, serta peluang legalitas usaha bagi produk yang dikembangkan.

 

Selama ini, hasil tangkapan nelayan di Desa Botubarani sebagian besar dipasarkan dalam bentuk ikan segar maupun melalui pengolahan sederhana. Melalui program KKN Tematik II UNG, masyarakat diperkenalkan pada alternatif diversifikasi produk berupa amplang berbahan dasar ikan. Pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus menghasilkan produk yang memiliki daya simpan dan potensi pemasaran lebih luas.

 

Bagi mahasiswa Fakultas Hukum UNG, keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman langsung dalam memahami dinamika pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masyarakat. Pendekatan kolaboratif bersama mahasiswa lintas fakultas menunjukkan bahwa implementasi kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat dapat dilakukan secara terpadu, dengan menggabungkan aspek sosial, ekonomi, keterampilan, hingga penguatan kesadaran terhadap legalitas usaha.

 

Kegiatan pemberdayaan tidak berhenti pada penyampaian materi atau pemaparan konsep. Kelompok perempuan pesisir Desa Botubarani dilibatkan secara langsung dalam proses produksi Amplang Bahari, mulai dari persiapan bahan, proses pengadonan, hingga penggorengan dengan memperhatikan kebersihan dan higienitas produk.

 

Antusiasme masyarakat terlihat selama proses berlangsung. Warga aktif bertanya, mencoba teknik pengolahan, serta berdiskusi bersama mahasiswa mengenai peluang pengembangan produk dan pemasaran ke depan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kuis interaktif berhadiah dan sesi mencicipi amplang hasil olahan masyarakat.

 

Pelaksanaan program pemberdayaan perempuan pesisir tersebut mendapat pendampingan intensif dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Botubarani. Pendampingan dilakukan oleh tiga orang DPL, yaitu Dr. St. Aisyah R., S.Pt., M.Si. selaku Ketua DPL, Ramlan Mustafa, SP., M.Si., dan Widya Rahmawaty Saman, S.TP., M.Si.

 

Kehadiran para DPL menjadi bagian penting dalam memastikan program kerja mahasiswa berjalan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Botubarani. Pendampingan juga diarahkan agar kegiatan yang dilakukan tidak berhenti pada pelaksanaan program KKN, tetapi dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan usaha produktif masyarakat secara berkelanjutan.

 

Melalui implementasi kerja sama tersebut, KKN Tematik II UNG menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kolaborasi mahasiswa lintas fakultas bersama kelompok perempuan pesisir diharapkan dapat memperkuat keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan nilai tambah hasil laut masyarakat Desa Botubarani.

 

Program Amplang Bahari Botubarani sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan potensi lokal, dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.