Gorontalo-Pemanfaatan potensi
maritim tidak hanya berorientasi pada sektor penangkapan ikan, tetapi juga
perlu diarahkan pada pengolahan dan hilirisasi hasil laut untuk meningkatkan
nilai tambah serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Semangat
tersebut diwujudkan melalui implementasi kerja sama dalam program Kuliah Kerja
Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Botubarani,
Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (5/9/26).
Melalui program pemberdayaan
masyarakat, mahasiswa KKN Tematik II UNG bersama masyarakat mengembangkan
potensi hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya melalui
produksi “Amplang Bahari Botubarani”. Program ini menjadi bagian dari upaya
mendorong kelompok perempuan pesisir agar mampu mengembangkan keterampilan
pengolahan hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha produktif di tingkat
desa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa
Fakultas Hukum (FH) UNG turut berkolaborasi bersama mahasiswa dari berbagai
fakultas lainnya. Keterlibatan lintas disiplin tersebut memperkuat pendekatan
pemberdayaan masyarakat, sehingga program tidak hanya berfokus pada aspek
produksi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengembangan usaha,
penguatan kapasitas masyarakat, serta peluang legalitas usaha bagi produk yang
dikembangkan.
Selama ini, hasil tangkapan nelayan
di Desa Botubarani sebagian besar dipasarkan dalam bentuk ikan segar maupun
melalui pengolahan sederhana. Melalui program KKN Tematik II UNG, masyarakat
diperkenalkan pada alternatif diversifikasi produk berupa amplang berbahan
dasar ikan. Pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil
laut sekaligus menghasilkan produk yang memiliki daya simpan dan potensi
pemasaran lebih luas.
Bagi mahasiswa Fakultas Hukum UNG,
keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman langsung dalam memahami
dinamika pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masyarakat.
Pendekatan kolaboratif bersama mahasiswa lintas fakultas menunjukkan bahwa
implementasi kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat dapat dilakukan
secara terpadu, dengan menggabungkan aspek sosial, ekonomi, keterampilan,
hingga penguatan kesadaran terhadap legalitas usaha.
Kegiatan pemberdayaan tidak berhenti
pada penyampaian materi atau pemaparan konsep. Kelompok perempuan pesisir Desa
Botubarani dilibatkan secara langsung dalam proses produksi Amplang Bahari,
mulai dari persiapan bahan, proses pengadonan, hingga penggorengan dengan
memperhatikan kebersihan dan higienitas produk.
Antusiasme masyarakat terlihat
selama proses berlangsung. Warga aktif bertanya, mencoba teknik pengolahan,
serta berdiskusi bersama mahasiswa mengenai peluang pengembangan produk dan
pemasaran ke depan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kuis interaktif
berhadiah dan sesi mencicipi amplang hasil olahan masyarakat.
Pelaksanaan program pemberdayaan
perempuan pesisir tersebut mendapat pendampingan intensif dari Dosen Pembimbing
Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Botubarani. Pendampingan dilakukan oleh
tiga orang DPL, yaitu Dr. St. Aisyah R., S.Pt., M.Si. selaku Ketua DPL, Ramlan
Mustafa, SP., M.Si., dan Widya Rahmawaty Saman, S.TP., M.Si.
Kehadiran para DPL menjadi bagian
penting dalam memastikan program kerja mahasiswa berjalan sesuai dengan potensi
dan kebutuhan masyarakat Desa Botubarani. Pendampingan juga diarahkan agar
kegiatan yang dilakukan tidak berhenti pada pelaksanaan program KKN, tetapi
dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan usaha produktif masyarakat secara
berkelanjutan.
Melalui implementasi kerja sama
tersebut, KKN Tematik II UNG menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong
pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kolaborasi mahasiswa lintas
fakultas bersama kelompok perempuan pesisir diharapkan dapat memperkuat
keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan nilai tambah
hasil laut masyarakat Desa Botubarani.
Program Amplang Bahari Botubarani
sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui
pengabdian yang mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan potensi lokal, dan
penguatan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.