Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong kontribusi akademik melalui pengembangan
penelitian yang berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan dan
kepentingan publik. Salah satunya diwujudkan melalui penelitian kolaboratif
enam akademisi UNG yang mengembangkan model reflektif untuk memperkuat landasan
konseptual administrasi publik.
Penelitian
berjudul “Public Interest and the Social Contract: A Dialectical Approach to
the Epistemological Foundations of Public Administration” tersebut ditulis oleh
Yakob Noho Nani, Zuchri Abdussamad, Juriko Abdussamad, Rustam Tohopi, Muchtar
Achmad, dan Alfiah Agussalim.
Penelitian
ini mengkaji hubungan antara kepentingan publik, teori kontrak sosial, dan
landasan epistemologis administrasi publik. Kajian tersebut berangkat dari
persoalan bahwa pemerintah sering dihadapkan pada beragam kepentingan masyarakat
yang tidak selalu sejalan, terutama dalam menyeimbangkan efisiensi, keadilan,
partisipasi masyarakat, dan kewenangan institusi.
Melalui
kolaborasi akademik tersebut, para peneliti berupaya menawarkan kerangka
pemikiran yang lebih terpadu dalam memahami dinamika administrasi publik.
Berbagai pendekatan yang selama ini digunakan dinilai memberikan perspektif
berbeda, tetapi masih membutuhkan integrasi agar mampu menjelaskan kompleksitas
kepentingan publik dalam praktik tata kelola pemerintahan.
Dalam
kajian ini, teori kontrak sosial digunakan sebagai salah satu landasan
filosofis untuk memahami legitimasi kewenangan pemerintah, hak-hak warga
negara, persetujuan, serta kehendak bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Perspektif tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya
berkaitan dengan kewenangan institusi, tetapi juga harus mempertimbangkan
tanggung jawab moral dan kepentingan masyarakat.
Untuk
memperkuat analisis, penelitian ini menelaah sejumlah pendekatan epistemologis,
termasuk positivisme, pragmatisme, dan konstruktivisme. Keberagaman perspektif
tersebut dipandang dapat memperkaya pemahaman administrasi publik, tetapi
membutuhkan kerangka integratif agar tidak terjebak dalam fragmentasi
pemikiran.
Penelitian
dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah
publikasi ilmiah dari basis data Scopus dan Web of Science. Dari 1.030 rekaman
publikasi yang diperoleh melalui pencarian awal, sebanyak 68 artikel dipilih
setelah melalui tahapan penyaringan dan pemeriksaan kelayakan. Literatur yang
dianalisis mencakup publikasi periode 2014–2024 yang relevan dengan kepentingan
publik, kontrak sosial, epistemologi, dan tata kelola pemerintahan.
Hasil
sintesis literatur tersebut menghasilkan usulan model Philosophical-Reflective-Dialectical
(P-RD), atau model filosofis-reflektif-dialektis. Model ini mengintegrasikan
prinsip normatif teori kontrak sosial, pemahaman terhadap pertentangan dalam
praktik administrasi, serta pembelajaran reflektif sebagai landasan untuk
mengevaluasi dan menyesuaikan kebijakan dengan dinamika masyarakat.
Salah
satu kontribusi utama model P-RD adalah menawarkan cara pandang bahwa perbedaan
kepentingan dalam tata kelola tidak semata-mata menjadi hambatan, tetapi dapat
dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran kelembagaan. Ketegangan
antara efisiensi dan keadilan, sentralisasi dan partisipasi, maupun stabilitas
dan fleksibilitas dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki kebijakan
publik.
Secara
praktis, model tersebut dapat menjadi kerangka konseptual untuk membantu
institusi pemerintahan mengidentifikasi berbagai persoalan tata kelola, seperti
ketidaksinkronan kebijakan, tumpang tindih kewenangan, dan melemahnya
legitimasi publik. Pendekatan ini juga mendorong penguatan mekanisme deliberasi
atau pertimbangan bersama, integrasi nilai, serta kemampuan institusi untuk
belajar dari pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Meskipun
demikian, model P-RD masih merupakan hasil sintesis teoretis yang penerapannya
membutuhkan penyesuaian dengan kondisi kelembagaan, karakteristik masyarakat,
dan persoalan kebijakan di masing-masing daerah. Dengan demikian, model ini
menjadi landasan konseptual untuk mendukung proses evaluasi dan pengembangan
tata kelola publik secara berkelanjutan.
Melalui
penelitian kolaboratif ini, UNG menunjukkan kontribusi akademiknya dalam
menawarkan perspektif dan pendekatan baru bagi pengembangan administrasi
publik. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi ilmiah
sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan tata kelola pemerintahan
yang lebih reflektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.