Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: PENELITIAN UNG KEMBANGKAN MODEL REFLEKTIF BAGI PENGUATAN TATA KELOLA PUBLIK
Penelitian
Penelitian 05 Nov 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: PENELITIAN UNG KEMBANGKAN MODEL REFLEKTIF BAGI PENGUATAN TATA KELOLA PUBLIK

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong kontribusi akademik melalui pengembangan penelitian yang berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan dan kepentingan publik. Salah satunya diwujudkan melalui penelitian kolaboratif enam akademisi UNG yang mengembangkan model reflektif untuk memperkuat landasan konseptual administrasi publik.

 

Penelitian berjudul “Public Interest and the Social Contract: A Dialectical Approach to the Epistemological Foundations of Public Administration” tersebut ditulis oleh Yakob Noho Nani, Zuchri Abdussamad, Juriko Abdussamad, Rustam Tohopi, Muchtar Achmad, dan Alfiah Agussalim.

 

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepentingan publik, teori kontrak sosial, dan landasan epistemologis administrasi publik. Kajian tersebut berangkat dari persoalan bahwa pemerintah sering dihadapkan pada beragam kepentingan masyarakat yang tidak selalu sejalan, terutama dalam menyeimbangkan efisiensi, keadilan, partisipasi masyarakat, dan kewenangan institusi.

 

Melalui kolaborasi akademik tersebut, para peneliti berupaya menawarkan kerangka pemikiran yang lebih terpadu dalam memahami dinamika administrasi publik. Berbagai pendekatan yang selama ini digunakan dinilai memberikan perspektif berbeda, tetapi masih membutuhkan integrasi agar mampu menjelaskan kompleksitas kepentingan publik dalam praktik tata kelola pemerintahan.

 

Dalam kajian ini, teori kontrak sosial digunakan sebagai salah satu landasan filosofis untuk memahami legitimasi kewenangan pemerintah, hak-hak warga negara, persetujuan, serta kehendak bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Perspektif tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan kewenangan institusi, tetapi juga harus mempertimbangkan tanggung jawab moral dan kepentingan masyarakat.

 

Untuk memperkuat analisis, penelitian ini menelaah sejumlah pendekatan epistemologis, termasuk positivisme, pragmatisme, dan konstruktivisme. Keberagaman perspektif tersebut dipandang dapat memperkaya pemahaman administrasi publik, tetapi membutuhkan kerangka integratif agar tidak terjebak dalam fragmentasi pemikiran.

 

Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah publikasi ilmiah dari basis data Scopus dan Web of Science. Dari 1.030 rekaman publikasi yang diperoleh melalui pencarian awal, sebanyak 68 artikel dipilih setelah melalui tahapan penyaringan dan pemeriksaan kelayakan. Literatur yang dianalisis mencakup publikasi periode 2014–2024 yang relevan dengan kepentingan publik, kontrak sosial, epistemologi, dan tata kelola pemerintahan.

 

Hasil sintesis literatur tersebut menghasilkan usulan model Philosophical-Reflective-Dialectical (P-RD), atau model filosofis-reflektif-dialektis. Model ini mengintegrasikan prinsip normatif teori kontrak sosial, pemahaman terhadap pertentangan dalam praktik administrasi, serta pembelajaran reflektif sebagai landasan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan kebijakan dengan dinamika masyarakat.

 

Salah satu kontribusi utama model P-RD adalah menawarkan cara pandang bahwa perbedaan kepentingan dalam tata kelola tidak semata-mata menjadi hambatan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran kelembagaan. Ketegangan antara efisiensi dan keadilan, sentralisasi dan partisipasi, maupun stabilitas dan fleksibilitas dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki kebijakan publik.

 

Secara praktis, model tersebut dapat menjadi kerangka konseptual untuk membantu institusi pemerintahan mengidentifikasi berbagai persoalan tata kelola, seperti ketidaksinkronan kebijakan, tumpang tindih kewenangan, dan melemahnya legitimasi publik. Pendekatan ini juga mendorong penguatan mekanisme deliberasi atau pertimbangan bersama, integrasi nilai, serta kemampuan institusi untuk belajar dari pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

Meskipun demikian, model P-RD masih merupakan hasil sintesis teoretis yang penerapannya membutuhkan penyesuaian dengan kondisi kelembagaan, karakteristik masyarakat, dan persoalan kebijakan di masing-masing daerah. Dengan demikian, model ini menjadi landasan konseptual untuk mendukung proses evaluasi dan pengembangan tata kelola publik secara berkelanjutan.

 

Melalui penelitian kolaboratif ini, UNG menunjukkan kontribusi akademiknya dalam menawarkan perspektif dan pendekatan baru bagi pengembangan administrasi publik. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi ilmiah sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan tata kelola pemerintahan yang lebih reflektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sumber: https://ideas.repec.org/a/vrs/njopap/v19y2026i1p163-191n1007.html