Update Terkini

Berita

PERLUAS KONTRIBUSI DI BIDANG PENDIDIKAN, UNG JADI MITRA PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN BAHASA INGGRIS SEJAK SD
Kerjasama
Kerjasama 06 Nov 2026 0 dilihat

PERLUAS KONTRIBUSI DI BIDANG PENDIDIKAN, UNG JADI MITRA PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN BAHASA INGGRIS SEJAK SD

Jakarta-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui implementasi kerja sama dengan pemerintah. Kali ini, UNG dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sebagai mitra pelaksana Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) Tahun 2026.

 

Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen GTK Kemendikdasmen dan Universitas Negeri Gorontalo pada 5 November 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, MA., Ph.D., menandatangani PKS mewakili Rektor UNG sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab program.

 

Penetapan UNG sebagai mitra pelaksana menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga pendidik, khususnya dalam mempersiapkan guru sekolah dasar untuk mengajarkan Bahasa Inggris. Rektor UNG bersama jajaran pimpinan universitas menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari kontribusi nyata UNG dalam penguatan kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo.

 

Program PKGSD-MBI merupakan bagian dari langkah Kemendikdasmen melalui Ditjen GTK dalam merespons arahan Presiden mengenai pentingnya penguatan kemampuan Bahasa Inggris untuk mendukung pembangunan bangsa. Program ini sekaligus menjadi upaya persiapan menuju penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028.

 

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik guru, tetapi juga diarahkan untuk membangun motivasi dan kepercayaan diri (confidence) agar guru mampu mengajarkan Bahasa Inggris sederhana kepada siswa. Melalui pendekatan fun learning, guru diharapkan dapat menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mendorong keberanian siswa menggunakan Bahasa Inggris sejak usia dini.

 

Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan gerak cepat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNG yang dalam waktu satu minggu berhasil mempersiapkan berbagai dokumen persyaratan untuk dinilai kelayakannya oleh kementerian hingga akhirnya UNG dinyatakan lolos sebagai mitra pelaksana program.

 

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dan gerak cepat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam waktu hanya satu minggu, seluruh dokumen yang diperlukan berhasil dipersiapkan dan Alhamdulillah UNG dipercaya menjadi mitra pelaksana. Kami menyadari bahwa waktu pelatihan selama 10 hari efektif relatif singkat. Namun, kami menyambut baik komitmen kementerian untuk mulai mengangkat kembali pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Hal terpenting adalah membangun motivasi dan kepercayaan diri guru untuk mengajar Bahasa Inggris sederhana serta mampu menciptakan fun learning bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa keterlibatan UNG melalui Fakultas Sastra dan Budaya serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.

 

Melalui implementasi kerja sama ini, UNG menargetkan sebanyak 460 guru sekolah dasar di Provinsi Gorontalo untuk mengikuti pelatihan. Pelaksanaannya akan melibatkan koordinasi dan kolaborasi antara UNG, KGTK Provinsi Gorontalo, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

 

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten, sekaligus menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menyenangkan dan efektif. Melalui program ini, UNG kembali menegaskan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan membangun fondasi kemampuan Bahasa Inggris generasi muda sejak jenjang sekolah dasar.