Update Terkini

Berita

KOLABORASI UNG DAN GIZ DORONG PENGUATAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI GORONTALO
Kerjasama
Kerjasama 05 Nov 2026 0 dilihat

KOLABORASI UNG DAN GIZ DORONG PENGUATAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI GORONTALO

Gorontalo-Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), lembaga kerja sama internasional Jerman, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap implementasi program Multi-Stakeholder Partnership (MSP) Pengelolaan Sampah di Kota Gorontalo, Rabu (4/11/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas dan keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

 

Program MSP merupakan bentuk implementasi kolaborasi pembangunan yang melibatkan SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik UNG, Pemerintah Kota Gorontalo, Pertamina, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, dengan dukungan GIZ melalui kerja sama pembangunan Indonesia–Jerman.

 

Dalam kolaborasi tersebut, Jurusan PWK FT UNG memiliki keterlibatan strategis melalui tiga wilayah binaan yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan program MSP, yakni Kelurahan Moodu, Kelurahan Leato Selatan, dan Kelurahan Leato Utara. Keterlibatan ini menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menghubungkan kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat dengan upaya penyelesaian persoalan lingkungan perkotaan.

 

GIZ Tinjau Implementasi dan Keberlanjutan Program

Monitoring dan evaluasi yang dilakukan GIZ menjadi momentum untuk meninjau perkembangan implementasi program MSP di lapangan, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta melihat peluang penguatan sistem pengelolaan sampah di tiga wilayah percontohan.

 

Peninjauan ini tidak hanya berorientasi pada capaian kegiatan, tetapi juga pada keberlanjutan program melalui perubahan perilaku masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan penguatan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

 

SDGs Center UNG sebagai penanggung jawab program berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Sementara itu, keterlibatan Jurusan PWK FT UNG memberikan kontribusi melalui pendekatan keilmuan perencanaan wilayah dan kota, khususnya dalam mendorong pengelolaan lingkungan permukiman yang terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Melalui sinergi tersebut, program MSP diharapkan mampu membangun pola pengelolaan sampah yang tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan keberlanjutan program.

 

Tiga Wilayah Binaan PWK FT UNG Jadi Lokasi Percontohan

Penetapan Kelurahan Moodu, Leato Selatan, dan Leato Utara sebagai lokasi percontohan MSP memperlihatkan keterkaitan antara program pengembangan wilayah binaan PWK FT UNG dengan implementasi pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

 

Sebagai bidang keilmuan yang berfokus pada penataan ruang, pembangunan wilayah, infrastruktur perkotaan, dan lingkungan permukiman, PWK memiliki perspektif yang relevan dalam mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan.

 

Ketiga wilayah tersebut juga berpotensi menjadi living laboratory atau laboratorium lapangan bagi penerapan konsep pembangunan perkotaan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat diintegrasikan dengan kebutuhan nyata serta persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

 

Dalam perspektif perencanaan wilayah dan kota, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana persampahan, tetapi juga mencakup karakteristik permukiman, aksesibilitas pelayanan, pola aktivitas masyarakat, tata kelola lingkungan, dan partisipasi warga.

 

Oleh karena itu, keterlibatan PWK FT UNG dalam program MSP diharapkan dapat memperkuat pengembangan model pengelolaan sampah berbasis kawasan yang partisipatif, terintegrasi, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah perkotaan lainnya.

 

Kolaborasi Multipihak Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

 Pelaksanaan program MSP menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan mitra pembangunan internasional dalam menangani persoalan sampah perkotaan.

 

Pemerintah Kota Gorontalo berperan dalam penyelenggaraan layanan dan kebijakan pengelolaan persampahan. Bappeda Provinsi Gorontalo mendukung keterkaitan program dengan perencanaan pembangunan daerah, sedangkan Pertamina berkontribusi sebagai mitra dari sektor dunia usaha. Perguruan tinggi melalui SDGs Center UNG dan PWK FT UNG menghadirkan dukungan keilmuan, koordinasi, serta pendekatan pemberdayaan masyarakat.

 

Dukungan GIZ melalui kerja sama pembangunan Indonesia–Jerman semakin memperkuat kolaborasi tersebut, khususnya dalam mendorong praktik pembangunan dan tata kelola lingkungan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

 

Program ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Melalui monitoring dan evaluasi pada 4 November 2026, hasil peninjauan diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi antarmitra, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta merumuskan langkah keberlanjutan pengelolaan sampah di Kelurahan Moodu, Leato Selatan, dan Leato Utara.

 

Keterlibatan PWK FT UNG dalam kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Sinergi bersama SDGs Center UNG, Pemerintah Kota Gorontalo, Bappeda Provinsi Gorontalo, Pertamina, dan GIZ diharapkan dapat menghasilkan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di kawasan lain.

 

Dengan kolaborasi multipihak yang terus diperkuat, program MSP diharapkan tidak hanya mendorong perbaikan sistem pengelolaan sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan lingkungan Kota Gorontalo yang bersih, sehat, inklusif, dan berkelanjutan.