Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBM) terus
mengimplementasikan kerja sama melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan
masyarakat. Implementasi kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan
Kuliah Kerja Mandiri/Nyata (KKM/N) mahasiswa UNG dan UBM di Desa Modelomo,
Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Salah satu kegiatan
yang dilaksanakan yakni edukasi partisipatif mengenai pencegahan penyalahgunaan
narkotika yang berlangsung di Kantor Desa Modelomo, Kamis, 20 Agustus 2026,
pukul 09.00–11.30 WITA. Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Literasi Hukum bagi
Pemuda dan Masyarakat Pesisir tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika
melalui Edukasi Partisipatif dalam Mendukung Desa BERSINAR (Bersih Narkoba)”.
Kegiatan ini menjadi
bagian dari implementasi kerja sama UNG dan UBM dalam mendorong keterlibatan
mahasiswa di tengah masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap
penyelesaian persoalan sosial di tingkat desa. Melalui program KKM/N, mahasiswa
dari kedua perguruan tinggi berkolaborasi dalam memberikan edukasi yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pencegahan penyalahgunaan
narkotika di wilayah pesisir.
Edukasi menghadirkan
Muchars Daud, S.E., M.AP., selaku Koordinator Bidang Pencegahan dan
Pemberdayaan Masyarakat BNNP Gorontalo, sebagai pemateri. Materi yang
disampaikan berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya
penyalahgunaan narkotika, pentingnya pencegahan sejak dini, serta peran aktif
pemuda dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Pelaksanaan kegiatan
turut didampingi oleh tiga Dosen Pendamping Lapangan (DPL), yakni Mohamad
Taufiq Zulfikar Sarson, S.H., M.H., M.Kn., Iin S. Lantu, S.Pi., M.Si., dan
Veggy Arman, S.Pi., M.Si. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam
memastikan program mahasiswa berjalan sesuai dengan tujuan kerja sama serta
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan DPL juga
mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik yang diperoleh
di perguruan tinggi dengan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dalam
konteks pencegahan narkotika, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana
kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari generasi muda yang dapat menjadi agen
perubahan di lingkungan masyarakat.
Melalui edukasi
partisipatif ini, mahasiswa UNG dan UBM bersama pemerintah desa, masyarakat,
serta BNNP Gorontalo membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya
pencegahan penyalahgunaan narkotika. Pemuda diharapkan memiliki pemahaman yang
lebih baik mengenai bahaya narkotika sekaligus mampu berperan aktif dalam
menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bersih dari narkoba.
Implementasi kerja sama
UNG dan UBM melalui kegiatan KKM/N ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antarp
perguruan tinggi dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung
bagi masyarakat. Sinergi mahasiswa, dosen, pemerintah desa, masyarakat, dan
BNNP Gorontalo diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan Desa BERSINAR serta
mendukung terciptanya masyarakat pesisir yang lebih sadar hukum dan memiliki
ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.