Update Terkini

Berita

KOLABORASI FK UNG DAN MAN 1 KOTA GORONTALO PERKUAT LITERASI KEBENCANAAN DI KALANGAN PELAJAR
Pendidikan
Pendidikan 15 Oct 2026 0 dilihat

KOLABORASI FK UNG DAN MAN 1 KOTA GORONTALO PERKUAT LITERASI KEBENCANAAN DI KALANGAN PELAJAR

Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) berkolaborasi dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Gorontalo dalam meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar melalui kegiatan sosialisasi mitigasi bencana tsunami pada Kamis (15/10/26). Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam membangun kesadaran serta kesiapsiagaan generasi muda menghadapi potensi bencana.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., serta Kepala MAN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Karjianto, S.Pd.I., M.Pd. Kehadiran kedua pimpinan tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah melalui sinergi antarlembaga pendidikan.

 

Dalam kegiatan sosialisasi, para peserta mendapatkan materi mengenai pengertian tsunami, penyebab terjadinya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Penyampaian materi didukung media visual untuk membantu siswa memahami karakteristik tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

 

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pengenalan tanda-tanda potensi tsunami, seperti gempa bumi yang kuat atau berlangsung lama, perubahan kondisi air laut secara tidak biasa, serta suara gemuruh dari arah laut. Para siswa diingatkan agar segera menjauhi pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi apabila merasakan gempa kuat di wilayah pesisir atau mengenali tanda-tanda alam yang mengindikasikan potensi tsunami, tanpa menunggu peringatan resmi apabila tanda bahaya tersebut telah terlihat.

 

Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai sistem peringatan dini, jalur dan lokasi evakuasi, serta pentingnya mengenali rute penyelamatan sebelum bencana terjadi. Materi ini menekankan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas, dengan mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke kawasan berbahaya sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

 

Sosialisasi juga membahas persiapan menghadapi situasi darurat melalui penyediaan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting, antara lain air minum, makanan darurat, obat-obatan, dokumen penting, alat penerangan, dan perlengkapan komunikasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong para pelajar untuk lebih siap menghadapi keadaan darurat serta menerapkan langkah-langkah keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

 

Untuk memperkuat pemahaman mengenai aspek kesehatan dalam penanganan bencana, peserta turut mendapatkan materi tentang pertolongan pertama bagi korban terdampak, termasuk penanganan awal luka dan perdarahan serta pentingnya memperoleh bantuan medis. Peserta juga diberikan informasi mengenai risiko kesehatan setelah tsunami, seperti cedera, pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan yang dapat muncul dalam kondisi pascabencana.

 

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dilengkapi dengan ilustrasi dan kuis interaktif yang mendorong keterlibatan peserta. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mencakup pengenalan risiko, persiapan sebelum bencana, pemahaman jalur evakuasi, serta upaya menjaga keselamatan dan kesehatan setelah bencana.

 

Wakil Dekan Bidang Umum dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., hadir sebagai bentuk dukungan institusi terhadap pelaksanaan edukasi kebencanaan. Sementara itu, keterlibatan Kepala MAN 1 Kota Gorontalo menjadi bagian penting dalam memperkuat peran madrasah sebagai lingkungan pembelajaran yang turut menanamkan kesadaran mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan bencana kepada peserta didik.

 

Melalui kolaborasi ini, FK UNG dan MAN 1 Kota Gorontalo berupaya memperkuat literasi kebencanaan di kalangan pelajar sekaligus mendorong terbentuknya generasi muda yang tangguh, tanggap terhadap risiko, dan mampu mengambil langkah tepat dalam situasi darurat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.

 

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan ini menjadi salah satu langkah dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini. Dengan penguatan edukasi dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, upaya pengurangan risiko bencana di Provinsi Gorontalo diharapkan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.