Gorontalo-Fakultas
Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus memperkuat kontribusinya
dalam membangun budaya sadar bencana melalui kolaborasi dengan institusi
pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan pelatihan
pengurangan risiko bencana bagi siswa SMP Negeri 2 Satu Atap (Satap) Kabila
Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (6/10/26).
Kegiatan
ini dilaksanakan oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr.
Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., bersama dr. Pascal Adventra Tandiabang, M.Biomed.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara perguruan
tinggi dan sekolah dalam memperluas edukasi kebencanaan sekaligus meningkatkan
kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi
situasi darurat.
Kolaborasi
ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarlembaga,
tetapi juga merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya
melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan
perguruan tinggi di lingkungan sekolah, pengetahuan dan pengalaman akademik
diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta mendukung
pembentukan karakter yang tangguh dan peduli terhadap keselamatan.
Pengurangan
risiko bencana merupakan pengetahuan penting yang perlu ditanamkan sejak dini.
Siswa perlu dibekali pemahaman mengenai potensi bahaya di lingkungan sekitar
serta tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Melalui
kegiatan edukasi ini, siswa didorong untuk mengenali risiko, memahami
pentingnya jalur evakuasi, mengikuti arahan guru dan petugas, serta
mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain ketika menghadapi keadaan
darurat.
Edukasi
kebencanaan di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah strategis untuk
menumbuhkan budaya sadar bencana. Dengan pengetahuan yang memadai, siswa
diharapkan tidak hanya mampu menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan di
sekolah, tetapi juga menyebarkan pemahaman tersebut kepada keluarga dan
masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian, sekolah dapat
berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus ruang pembentukan kesadaran
kolektif mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Keterlibatan
Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., dan dr. Pascal Adventra Tandiabang,
M.Biomed., menunjukkan komitmen FK UNG dalam memperluas kontribusi perguruan
tinggi melalui kolaborasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kemitraan dengan satuan pendidikan menjadi peluang untuk mengembangkan program
edukasi dan pelatihan kebencanaan secara berkelanjutan, sehingga manfaat kerja
sama tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus diperkuat melalui
berbagai program berikutnya.
Melalui
kolaborasi ini, FK UNG berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara
perguruan tinggi dan sekolah dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya
pengurangan risiko bencana sejak usia dini. Upaya tersebut sekaligus menegaskan
bahwa implementasi kerja sama tidak hanya diwujudkan melalui kesepakatan
antarlembaga, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi
peserta didik dan masyarakat.