Update Terkini

Berita

Kolaborasi FK UNG dan Sekolah Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
Umum
Umum 07 Oct 2026 0 dilihat

Kolaborasi FK UNG dan Sekolah Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini

Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus memperkuat kontribusinya dalam membangun budaya sadar bencana melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan pelatihan pengurangan risiko bencana bagi siswa SMP Negeri 2 Satu Atap (Satap) Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (6/10/26).

 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., bersama dr. Pascal Adventra Tandiabang, M.Biomed. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperluas edukasi kebencanaan sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

 

Kolaborasi ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarlembaga, tetapi juga merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan perguruan tinggi di lingkungan sekolah, pengetahuan dan pengalaman akademik diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta mendukung pembentukan karakter yang tangguh dan peduli terhadap keselamatan.

 

Pengurangan risiko bencana merupakan pengetahuan penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Siswa perlu dibekali pemahaman mengenai potensi bahaya di lingkungan sekitar serta tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Melalui kegiatan edukasi ini, siswa didorong untuk mengenali risiko, memahami pentingnya jalur evakuasi, mengikuti arahan guru dan petugas, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain ketika menghadapi keadaan darurat.

 

Edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan budaya sadar bencana. Dengan pengetahuan yang memadai, siswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan di sekolah, tetapi juga menyebarkan pemahaman tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian, sekolah dapat berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus ruang pembentukan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

 

Keterlibatan Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., dan dr. Pascal Adventra Tandiabang, M.Biomed., menunjukkan komitmen FK UNG dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui kolaborasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kemitraan dengan satuan pendidikan menjadi peluang untuk mengembangkan program edukasi dan pelatihan kebencanaan secara berkelanjutan, sehingga manfaat kerja sama tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus diperkuat melalui berbagai program berikutnya.

 

Melalui kolaborasi ini, FK UNG berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana sejak usia dini. Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa implementasi kerja sama tidak hanya diwujudkan melalui kesepakatan antarlembaga, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat.