Update Terkini

Berita

KOLABORASI UNG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK MENJADI VERMIKOMPOS BERNILAI GUNA
Penelitian
Penelitian 20 Oct 2026 0 dilihat

KOLABORASI UNG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK MENJADI VERMIKOMPOS BERNILAI GUNA

Gorontalo-Kolaborasi dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna melalui pengembangan vermikompos sebagai pupuk organik dan pemanfaatan cacing tanah sebagai pakan tambahan ikan lele. Inisiatif ini diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Kelompok Tani Budi Makmur IX.

 

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan perikanan. Kolaborasi lintas fakultas ini juga memperkenalkan pendekatan pengelolaan sumber daya yang mengintegrasikan pemanfaatan limbah organik dengan kegiatan budidaya tanaman dan ikan.

 

Kegiatan ini dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Pemberdayaan Kelompok Tani Budi Makmur IX melalui Pemanfaatan Vermikompos sebagai Pupuk Tanaman dan Pakan Ikan Lele (Clarias sp.)” pada Jurnal Abdi Insani, Volume 13 Nomor 3. Artikel tersebut ditulis oleh Hasna Dama dari Fakultas Pertanian UNG, serta Shindy Hamidah Manteu dan Arafik Lamadi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG.

 

Vermikompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik dengan bantuan cacing tanah. Bahan bakunya dapat berasal dari limbah sayuran dan material organik lainnya yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengolahannya menjadi vermikompos membuka peluang pemanfaatan limbah secara lebih produktif sekaligus menghasilkan alternatif pupuk yang berpotensi memperbaiki struktur dan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman.

 

Selain menghasilkan pupuk organik, proses vermikomposting juga menghasilkan biomassa cacing tanah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ikan lele. Pemanfaatan ini membuka peluang integrasi antara sektor pertanian dan perikanan, sehingga sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara lebih efisien dan memberikan manfaat bagi kegiatan usaha masyarakat.

 

Dalam pelaksanaannya, program pengabdian ini melibatkan Kelompok Tani Budi Makmur IX melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai prinsip vermikomposting, tahapan pembuatannya, serta pemanfaatan hasil pengolahan untuk kebutuhan pertanian dan sebagai pakan tambahan dalam budidaya ikan lele.

 

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan bahan organik melalui vermikomposting dan mampu menghasilkan pupuk alternatif serta pakan tambahan bagi ikan lele. Capaian tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal.

 

Melalui kegiatan ini, limbah organik yang sebelumnya berpotensi tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Bagi sektor pertanian, vermikompos dapat menjadi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pupuk organik. Sementara itu, pemanfaatan cacing tanah sebagai pakan tambahan membuka peluang diversifikasi sumber pakan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan lele.

 

Kolaborasi dosen UNG tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi berbasis masyarakat. Sinergi keilmuan di bidang pertanian dan perikanan tidak hanya mendorong pemanfaatan limbah organik, tetapi juga memperkuat keterkaitan antarsektor dalam mendukung praktik usaha yang lebih berkelanjutan.

 

Ke depan, keberlanjutan program dapat diperkuat melalui pendampingan berkala, pengembangan kapasitas produksi vermikompos, serta evaluasi manfaatnya terhadap pertumbuhan tanaman dan performa budidaya ikan lele. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, inovasi ini berpotensi diterapkan oleh kelompok tani lainnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

 

Sumber: https://abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/3214