Gorontalo-Kolaborasi
dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk
bernilai guna melalui pengembangan vermikompos sebagai pupuk organik dan
pemanfaatan cacing tanah sebagai pakan tambahan ikan lele. Inisiatif ini
diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan
Kelompok Tani Budi Makmur IX.
Program
tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam
mengolah bahan organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan
perikanan. Kolaborasi lintas fakultas ini juga memperkenalkan pendekatan
pengelolaan sumber daya yang mengintegrasikan pemanfaatan limbah organik dengan
kegiatan budidaya tanaman dan ikan.
Kegiatan
ini dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Pemberdayaan Kelompok Tani
Budi Makmur IX melalui Pemanfaatan Vermikompos sebagai Pupuk Tanaman dan Pakan
Ikan Lele (Clarias sp.)” pada Jurnal Abdi Insani, Volume 13 Nomor 3. Artikel
tersebut ditulis oleh Hasna Dama dari Fakultas Pertanian UNG, serta Shindy
Hamidah Manteu dan Arafik Lamadi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG.
Vermikompos
merupakan pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik
dengan bantuan cacing tanah. Bahan bakunya dapat berasal dari limbah sayuran
dan material organik lainnya yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengolahannya
menjadi vermikompos membuka peluang pemanfaatan limbah secara lebih produktif
sekaligus menghasilkan alternatif pupuk yang berpotensi memperbaiki struktur
dan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman.
Selain
menghasilkan pupuk organik, proses vermikomposting juga menghasilkan biomassa
cacing tanah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ikan lele.
Pemanfaatan ini membuka peluang integrasi antara sektor pertanian dan
perikanan, sehingga sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara lebih
efisien dan memberikan manfaat bagi kegiatan usaha masyarakat.
Dalam
pelaksanaannya, program pengabdian ini melibatkan Kelompok Tani Budi Makmur IX
melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Masyarakat
mendapatkan edukasi mengenai prinsip vermikomposting, tahapan pembuatannya,
serta pemanfaatan hasil pengolahan untuk kebutuhan pertanian dan sebagai pakan
tambahan dalam budidaya ikan lele.
Hasil
kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani memperoleh pengetahuan mengenai
pengolahan bahan organik melalui vermikomposting dan mampu menghasilkan pupuk
alternatif serta pakan tambahan bagi ikan lele. Capaian tersebut memperlihatkan
pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan
teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal.
Melalui
kegiatan ini, limbah organik yang sebelumnya berpotensi tidak termanfaatkan
dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Bagi sektor pertanian, vermikompos
dapat menjadi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pupuk organik. Sementara
itu, pemanfaatan cacing tanah sebagai pakan tambahan membuka peluang
diversifikasi sumber pakan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan lele.
Kolaborasi
dosen UNG tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam
mengembangkan inovasi berbasis masyarakat. Sinergi keilmuan di bidang pertanian
dan perikanan tidak hanya mendorong pemanfaatan limbah organik, tetapi juga
memperkuat keterkaitan antarsektor dalam mendukung praktik usaha yang lebih
berkelanjutan.
Ke
depan, keberlanjutan program dapat diperkuat melalui pendampingan berkala,
pengembangan kapasitas produksi vermikompos, serta evaluasi manfaatnya terhadap
pertumbuhan tanaman dan performa budidaya ikan lele. Dengan pengembangan yang
berkelanjutan, inovasi ini berpotensi diterapkan oleh kelompok tani lainnya
sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sumber:
https://abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/3214