Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG KEMBANGKAN VERMIKOMPOS DARI LIMBAH ORGANIK UNTUK PERTANIAN DAN PERIKANAN BERKELANJUTAN
Penelitian
Penelitian 19 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG KEMBANGKAN VERMIKOMPOS DARI LIMBAH ORGANIK UNTUK PERTANIAN DAN PERIKANAN BERKELANJUTAN

Gorontal-Kolaborasi dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) lintas fakultas diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang mengembangkan pemanfaatan limbah organik menjadi vermikompos sebagai pupuk organik dan cacing tanah sebagai pakan tambahan ikan lele. Program ini melibatkan Kelompok Tani Budi Makmur IX sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung pertanian dan perikanan berkelanjutan.

 

Kolaborasi tersebut melibatkan Hasna Dama dari Fakultas Pertanian serta Shindy Hamidah Manteu dan Arafik Lamadi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan perguruan tinggi melalui pendampingan masyarakat, sekaligus mendorong keterkaitan antara sektor pertanian dan perikanan dalam pengelolaan sumber daya yang lebih efisien.

 

Program pemberdayaan ini dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Pemberdayaan Kelompok Tani Budi Makmur IX melalui Pemanfaatan Vermikompos sebagai Pupuk Tanaman dan Pakan Ikan Lele (Clarias sp.)” pada Jurnal Abdi Insani, Volume 13 Nomor 3.

 

Vermikompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik dengan bantuan cacing tanah. Bahan bakunya dapat berasal dari limbah sayuran dan berbagai material organik lainnya yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui pengolahan tersebut, limbah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi produk bernilai guna bagi kegiatan pertanian.

 

Penggunaan vermikompos berpotensi membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mendukung pertumbuhan tanaman. Selain menghasilkan pupuk organik, proses vermikomposting juga menghasilkan biomassa cacing tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dalam budidaya ikan lele. Pemanfaatan kedua hasil tersebut membuka peluang penerapan sistem pertanian dan perikanan yang saling terintegrasi.

 

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menerapkan pendekatan berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kelompok Tani Budi Makmur IX memperoleh edukasi mengenai prinsip vermikomposting, tahapan pembuatan vermikompos, serta pemanfaatan hasilnya untuk tanaman dan sebagai pakan tambahan ikan lele.

 

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan bahan organik melalui vermikomposting dan mampu menghasilkan pupuk alternatif serta pakan tambahan bagi ikan lele. Capaian ini memperlihatkan pentingnya pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mempraktikkan teknologi sederhana sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

 

Dari sisi implementasi kerja sama, kegiatan ini memperlihatkan kontribusi kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Keahlian di bidang pertanian dan perikanan dipadukan untuk mengembangkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung, mulai dari pengolahan limbah organik hingga pemanfaatan hasilnya dalam kegiatan budidaya.

 

Pemanfaatan vermikompos memberikan peluang bagi kelompok tani untuk mengoptimalkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Sementara itu, penggunaan cacing tanah sebagai pakan tambahan ikan lele dapat menjadi alternatif dalam pengembangan usaha perikanan. Integrasi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus mendukung praktik usaha yang lebih ramah lingkungan.

 

Ke depan, keberlanjutan program dapat diperkuat melalui pendampingan berkala, pengembangan produksi vermikompos, serta evaluasi manfaatnya terhadap pertumbuhan tanaman dan performa budidaya ikan lele. Penguatan aspek tersebut penting untuk mengetahui efektivitas penerapan teknologi dan membuka peluang pengembangan program pada kelompok tani lainnya.

 

Melalui kegiatan ini, sivitas akademika UNG terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pengembangan vermikompos berbasis limbah organik menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemberdayaan kelompok tani, meningkatkan nilai guna sumber daya lokal, serta mendukung pertanian dan perikanan berkelanjutan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat.

Sumber: https://abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/3214