Gorontalo-Fakultas
Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menerima kunjungan 65
siswa kelas XI SMA Negeri 7 Gorontalo Utara dalam rangka memperkuat sinergi
pendidikan sekaligus memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi kepada siswa
sekolah menengah, Senin (19/10/26).
Kunjungan
tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sejarah di luar sekolah. Melalui
kegiatan ini, para siswa berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan kampus,
lingkungan akademik, serta Program Studi Pendidikan Sejarah di FIS UNG.
Wakil
Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 7 Gorontalo Utara, Yeyen Apriani Katili,
mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran
sejarah yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung
kepada siswa di luar lingkungan sekolah.
Sebelum
mengunjungi FIS UNG, para siswa terlebih dahulu mendatangi Benteng Otanaha
sebagai salah satu situs bersejarah di Gorontalo. Selanjutnya, rombongan
mengikuti tur kampus untuk mengenal lebih dekat lingkungan perkuliahan,
khususnya bidang sejarah.
Menurut
Yeyen, kegiatan tur kampus yang difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ) memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan mengenai dunia
pendidikan tinggi sekaligus memperoleh gambaran tentang kehidupan mahasiswa.
“Kami
berharap anak-anak memiliki wawasan yang lebih luas. Pembelajaran tidak hanya
berfokus di sekolah, tetapi juga bisa dilakukan di luar lingkungan sekolah.
Pengalaman ini nantinya akan berguna bagi mereka,” ujar Yeyen.
Ia
juga berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di Universitas
Negeri Gorontalo.
Kunjungan
ini menjadi salah satu bentuk penguatan sinergi antara pendidikan menengah dan
perguruan tinggi dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan
berorientasi pada pengalaman langsung. Melalui pengenalan lingkungan kampus
sejak dini, siswa diharapkan semakin memahami peluang pendidikan tinggi serta
memiliki motivasi untuk melanjutkan studi setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Selain memperluas wawasan siswa tentang sejarah dan kehidupan akademik, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi antara pihak sekolah, fakultas, dan mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan di Gorontalo.