Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus
memperkuat implementasi kerja sama strategis dalam mendukung pengelolaan sumber
daya pesisir dan laut secara berkelanjutan. Salah satu bentuk implementasi
tersebut diwujudkan melalui keterlibatan akademisi UNG dalam kegiatan
Sosialisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut di Gorontalo yang digelar oleh
Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, KKP.
Kegiatan yang dilaksanakan
pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Wisata Hiu Paus, Desa Botubarani,
Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, tersebut menjadi ruang kolaborasi antara
pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam
meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan
penataan ruang laut.
Dalam kegiatan
tersebut, UNG berkontribusi melalui Prof. Dr. Femy M. Sahami, S.Pi., M.Si.,
akademisi UNG yang mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang
Laut KKP untuk menjadi narasumber. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu
bentuk kontribusi keilmuan UNG dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya
dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang laut di wilayah Gorontalo.
Berdasarkan surat
undangan Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Laut Nomor
B.877/DJPRL.5/KP.510/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026, Prof. Dr. Femy M.
Sahami, S.Pi., M.Si., secara khusus diundang untuk memberikan materi dalam
kegiatan sosialisasi tersebut.
Sosialisasi membahas
sejumlah agenda strategis terkait penyelenggaraan penataan ruang laut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, kemudian
dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pola ruang laut dan peraturan pemanfaatan
ruang oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo.
Materi berikutnya
membahas pemberdayaan ekonomi dan mata pencaharian berkelanjutan yang
disampaikan oleh WWF-Indonesia. Selain itu, Direktorat Pembinaan Penataan Ruang
Laut turut memberikan pemahaman mengenai peta partisipatif masyarakat sebagai
bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses penataan ruang
laut.
Pelaksanaan kegiatan di
kawasan Wisata Hiu Paus, Desa Botubarani, memiliki relevansi yang kuat dengan
kebutuhan pengelolaan wilayah pesisir dan laut di Gorontalo. Kawasan tersebut
tidak hanya memiliki nilai ekologis dan pariwisata, tetapi juga berkaitan erat
dengan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu,
penataan ruang laut membutuhkan pendekatan yang mampu menyeimbangkan
kepentingan konservasi, pemanfaatan sumber daya, serta keberlanjutan kehidupan
masyarakat.
Keterlibatan UNG dalam
kegiatan yang diinisiasi KKP menunjukkan bahwa kerja sama perguruan tinggi dan
pemerintah dapat diimplementasikan melalui pemanfaatan kompetensi akademik untuk
mendukung kebutuhan pembangunan daerah. UNG melalui kepakaran dosennya turut
mengambil peran dalam memberikan perspektif ilmiah sekaligus memperkuat proses
edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait penataan ruang laut.
Implementasi kerja sama
ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi multipihak dalam mewujudkan tata
kelola ruang laut yang partisipatif. Kolaborasi antara KKP, UNG, pemerintah
daerah, organisasi lingkungan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya
diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pemanfaatan ruang laut
secara tepat, terarah, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan
tersebut, UNG dan KKP terus mendorong penguatan peran masyarakat dalam proses
perencanaan dan pemanfaatan ruang laut di Gorontalo. Sinergi ini diharapkan
tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi
kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan laut
yang berbasis pengetahuan, partisipasi masyarakat, serta prinsip keberlanjutan.