Update Terkini

Berita

UNG DAN KKP IMPLEMENTASI KERJA SAMA STRATEGIS MELALUI SOSIALISASI PENATAAN RUANG LAUT DI GORONTALO
Kerjasama
Kerjasama 21 Aug 2026 0 dilihat

UNG DAN KKP IMPLEMENTASI KERJA SAMA STRATEGIS MELALUI SOSIALISASI PENATAAN RUANG LAUT DI GORONTALO

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat implementasi kerja sama strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan. Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan akademisi UNG dalam kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut di Gorontalo yang digelar oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, KKP.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Wisata Hiu Paus, Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan penataan ruang laut.

 

Dalam kegiatan tersebut, UNG berkontribusi melalui Prof. Dr. Femy M. Sahami, S.Pi., M.Si., akademisi UNG yang mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP untuk menjadi narasumber. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi keilmuan UNG dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang laut di wilayah Gorontalo.

 

Berdasarkan surat undangan Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Laut Nomor B.877/DJPRL.5/KP.510/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026, Prof. Dr. Femy M. Sahami, S.Pi., M.Si., secara khusus diundang untuk memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

 

Sosialisasi membahas sejumlah agenda strategis terkait penyelenggaraan penataan ruang laut. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pola ruang laut dan peraturan pemanfaatan ruang oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo.

 

Materi berikutnya membahas pemberdayaan ekonomi dan mata pencaharian berkelanjutan yang disampaikan oleh WWF-Indonesia. Selain itu, Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Laut turut memberikan pemahaman mengenai peta partisipatif masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses penataan ruang laut.

 

Pelaksanaan kegiatan di kawasan Wisata Hiu Paus, Desa Botubarani, memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pengelolaan wilayah pesisir dan laut di Gorontalo. Kawasan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekologis dan pariwisata, tetapi juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu, penataan ruang laut membutuhkan pendekatan yang mampu menyeimbangkan kepentingan konservasi, pemanfaatan sumber daya, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

 

Keterlibatan UNG dalam kegiatan yang diinisiasi KKP menunjukkan bahwa kerja sama perguruan tinggi dan pemerintah dapat diimplementasikan melalui pemanfaatan kompetensi akademik untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah. UNG melalui kepakaran dosennya turut mengambil peran dalam memberikan perspektif ilmiah sekaligus memperkuat proses edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait penataan ruang laut.

 

Implementasi kerja sama ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi multipihak dalam mewujudkan tata kelola ruang laut yang partisipatif. Kolaborasi antara KKP, UNG, pemerintah daerah, organisasi lingkungan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pemanfaatan ruang laut secara tepat, terarah, dan berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan tersebut, UNG dan KKP terus mendorong penguatan peran masyarakat dalam proses perencanaan dan pemanfaatan ruang laut di Gorontalo. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang berbasis pengetahuan, partisipasi masyarakat, serta prinsip keberlanjutan.