Gorontalo-Fakultas Ilmu Pendidikan
(FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengimplementasikan kerja sama dengan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo
melalui pengembangan Banta Daycare sebagai bagian dari Program Taman Asuh
Sayang Anak (TAMASYA). Implementasi kerja sama tersebut ditandai dengan
pembukaan Banta Daycare, Jumat (4/9/26).
Pengembangan Banta Daycare merupakan
tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BKKBN Provinsi Gorontalo
dan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo tentang Implementasi
Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dalam Mendukung Pengasuhan Anak Usia
Dini yang Berkualitas. Kerja sama ini menjadi landasan bagi FIP UNG dan BKKBN
Provinsi Gorontalo dalam mengembangkan layanan pengasuhan anak usia dini yang
berkualitas.
Kegiatan pembukaan Banta Daycare
turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG Prof. Dr.
Muhammad Amir Arham, M.E., Dekan FIP UNG Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., Kepala
Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., M.M.,
jajaran pimpinan universitas dan fakultas, dosen, pengelola program, serta
pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Prof. Dr.
Muhammad Amir Arham, M.E., menekankan pentingnya layanan pengasuhan anak yang
berkualitas untuk mendukung orang tua yang memiliki aktivitas pekerjaan maupun
pendidikan. Menurutnya, keberadaan layanan penitipan anak perlu didukung oleh
tenaga pengasuh yang memiliki kapasitas serta lingkungan yang aman dan sesuai
dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Dekan FIP UNG Prof.
Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas implementasi kerja sama
antara FIP UNG, khususnya Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
(PGPAUD), dengan BKKBN Provinsi Gorontalo melalui pengembangan Banta Daycare.
Ia berharap keberadaan layanan
tersebut dapat memberikan dukungan bagi orang tua yang bekerja maupun mahasiswa
yang telah berkeluarga sehingga tetap dapat menjalankan aktivitas akademik dan
profesional dengan tetap memperhatikan kebutuhan pengasuhan anak.
Kerja sama FIP UNG dan BKKBN
Provinsi Gorontalo menjadi landasan pengembangan Program TAMASYA dengan
memanfaatkan sumber daya akademik dan kepakaran FIP UNG, khususnya dalam bidang
Pendidikan Anak Usia Dini, Bimbingan dan Konseling, serta Psikologi Pendidikan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas pengasuh,
pemantauan tumbuh kembang anak, serta pengembangan layanan pengasuhan yang
berkualitas.
Melalui PKS tersebut, kedua pihak
berkomitmen mendukung pengasuhan anak usia 0 hingga 72 bulan, meningkatkan
kompetensi pengasuh TAMASYA, melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
anak secara berkala, serta membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa FIP UNG
untuk melaksanakan kegiatan magang, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat di lingkungan TAMASYA.
Adapun ruang lingkup kerja sama
meliputi sosialisasi dan advokasi Program TAMASYA, peningkatan kapasitas
pengasuh melalui pelatihan, coaching, dan mentoring, pendampingan pemantauan
tumbuh kembang anak, penyediaan narasumber dan tenaga ahli dalam kegiatan
parenting, serta pemanfaatan TAMASYA sebagai lokasi praktik lapangan, magang,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi kerja
sama tersebut, Banta Daycare dikembangkan sebagai layanan pengasuhan anak usia
dini yang menyediakan lingkungan bersih, aman, dan nyaman. Layanan ini didukung
tenaga pengasuh yang ramah dan peduli, kegiatan bermain edukatif, serta
stimulasi perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif anak. Orang tua
juga memperoleh laporan mengenai perkembangan anak selama mengikuti layanan
pengasuhan.
Banta Daycare turut menghadirkan
sejumlah kegiatan unggulan, di antaranya creative activity, science activity,
storytelling & literasi awal, music & movement, serta sensory play
& outdoor play. Layanan tersebut diperuntukkan bagi anak usia 1–4 tahun.
Pengembangan Banta Daycare melalui
Program TAMASYA menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama FIP UNG
dan BKKBN Provinsi Gorontalo. Selain memberikan layanan pengasuhan bagi anak
usia dini, program ini juga membuka ruang pemanfaatan lingkungan daycare sebagai
bagian dari kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui implementasi kerja sama tersebut, FIP UNG diharapkan dapat terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Banta Daycare juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pendidikan, pengasuhan, penelitian, praktik mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang ramah bagi keluarga di lingkungan perguruan tinggi.