Gorontalo-Universitas Negeri
Gorontalo (UNG) terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah mitra melalui
pelaksanaan Program UNG Mengajar Batch 10 Semester Ganjil Tahun Akademik
2026/2027. Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan Coaching dan Pelepasan
Mahasiswa UNG Mengajar yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan
Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNG.
Kegiatan berlangsung di Lapangan
Indoor UNG, Jumat (4/9/26) yang diikuti oleh 1.108 mahasiswa dari 18
Program Studi Kependidikan di lingkungan UNG. Para mahasiswa selanjutnya akan
ditempatkan di sekolah-sekolah mitra yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten
Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.
Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya
Nusantari, M.Pd., saat membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa
Program UNG Mengajar terus dikembangkan sebagai bentuk penguatan kolaborasi
antara perguruan tinggi dengan sekolah serta masyarakat.
Menurutnya, UNG Mengajar telah
mengalami transformasi dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi
bagian dari Program Kampus Berdampak. Transformasi tersebut mendorong mahasiswa
tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran di lapangan, tetapi juga mampu
memberikan kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat.
“Program ini merupakan transformasi
dari MBKM menjadi Program Kampus Berdampak. Artinya, kehadiran mahasiswa bukan
hanya untuk belajar di lapangan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak
nyata bagi sekolah dan masyarakat,” tegas Prof. Elya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa
untuk menjaga nama baik almamater sekaligus membangun hubungan yang baik dengan
sekolah mitra selama menjalankan program.
“Saya berpesan kepada ananda
mahasiswa, bawalah semangat mengabdi. Jadilah teladan, bantu guru dan siswa,
serta tinggalkan jejak kebaikan selama empat bulan di sekolah. Pulanglah dengan
membawa cerita dampak,” pesan Prof. Elya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr.
Muhammad Yusuf, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 1.108
mahasiswa peserta UNG Mengajar Batch 10 telah dipersiapkan untuk melaksanakan
tugas di sekolah mitra.
“Mahasiswa ini berasal dari 18 Prodi
Kependidikan dan akan disebar di tiga wilayah yaitu Kabupaten Gorontalo, Kota
Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango. Mereka akan melaksanakan program selama
empat bulan di sekolah-sekolah mitra,” jelas Dr. Yusuf.
Penempatan mahasiswa di sekolah
mitra menjadi bagian penting dalam implementasi kolaborasi UNG dengan satuan
pendidikan. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk
menerapkan kompetensi kependidikan secara langsung, sekaligus membantu sekolah
dalam mendukung proses pembelajaran dan berbagai kegiatan pendidikan.
Sebelum diterjunkan ke sekolah,
mahasiswa mengikuti rangkaian coaching sebagai pembekalan untuk mempersiapkan
kemampuan, sikap, serta pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab selama
berada di sekolah mitra.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan
dengan pelepasan mahasiswa secara resmi oleh Rektor UNG, dalam hal ini Wakil
Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, ME.
Dalam sambutannya, Prof. Amir
menegaskan bahwa UNG Mengajar merupakan bagian penting dari implementasi
program Diktisaintek Berdampak. Karena itu, keberadaan mahasiswa di sekolah
diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan
tempat mereka mengabdi.
“UNG Mengajar ini merupakan bagian
terpenting dari pelaksanaan program Diktisaintek Berdampak. Adapun dampak yang
diharapkan yaitu dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Prof. Amir.
Melalui UNG Mengajar Batch 10,
kolaborasi antara UNG dan sekolah mitra diharapkan tidak berhenti pada
penempatan mahasiswa, tetapi berkembang menjadi kerja bersama yang memberikan
manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan lingkungan pendidikan.
Dengan bekal coaching dan dukungan
kolaborasi bersama sekolah mitra, 1.108 mahasiswa UNG Mengajar Batch 10 siap
menjalankan tugas selama empat bulan secara profesional, menjaga nama baik
almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat di
tiga wilayah penempatan.