Update Terkini

Berita

UNG PERLUAS KOLABORASI RISET INTERNASIONAL MELALUI PROGRAM RKI 2026 DI AUSTRALIA
Penelitian
Penelitian 03 Nov 2026 0 dilihat

UNG PERLUAS KOLABORASI RISET INTERNASIONAL MELALUI PROGRAM RKI 2026 DI AUSTRALIA

Australia-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas jejaring kolaborasi riset internasional melalui keterlibatan dosen dalam program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Tahun 2026. Salah satu bentuk kontribusi tersebut ditunjukkan oleh dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG), Vifi Swarianata, S.H., M.H., yang mengikuti kegiatan kunjungan riset di School of Law, Western Sydney University (WSU), New South Wales, Australia, pada 19-27 Oktober 2026.

 

Keterlibatan dosen FH UNG dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan jejaring akademik pada tingkat internasional. Vifi Swarianata saat ini juga sedang menempuh pendidikan doktoral di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), sehingga partisipasinya dalam RKI 2026 berkaitan dengan pengembangan penelitian disertasi yang tengah dijalankan.

 

Program RKI 2026 ini diinisiasi oleh tim peneliti Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi pengusul (host), dengan melibatkan Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai mitra nasional dan Western Sydney University sebagai mitra internasional. Kolaborasi tersebut menjadi ruang pengembangan penelitian hukum komparatif yang melibatkan akademisi dari Indonesia dan Australia, khususnya dalam mengkaji perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan penggunaan sistem algoritmik dalam proses pengambilan keputusan pada sistem peradilan pidana.

 

Penelitian ini mengangkat tema “Humanizing Justice in Algorithmic Risk Assessment: The Use of Recidivism Risk Prediction Tools in the Indonesian and Australian Criminal Justice Systems.” Fokus kajian diarahkan pada penggunaan perangkat prediksi risiko pengulangan tindak pidana (recidivism risk prediction tools) dalam sistem peradilan pidana Indonesia dan Australia, termasuk peluang, tantangan, serta implikasinya terhadap prinsip keadilan, akuntabilitas, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

 

Tim penelitian dipimpin oleh Dr. Indah Dwi Qurbani, S.H., M.H. selaku Ketua Peneliti RKI 2026 dari FH UB, bersama Dr. Milda Istiqomah, S.H., MTCP., Ph.D. sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik FH UB sekaligus anggota tim peneliti. Kolaborasi ini juga melibatkan Dr. Kukuh Tejomurti, S.H., LL.M. dari UNS serta Vifi Swarianata, S.H., M.H. dari FH UNG yang sekaligus merupakan mahasiswa doktoral FH UB.

 

Pada tingkat internasional, tim peneliti Indonesia bekerja sama dengan Dr. Armin Alimardani, akademisi School of Law Western Sydney University yang memiliki kepakaran dalam bidang hukum dan teknologi baru (Law and Emerging Technologies), khususnya kecerdasan buatan dan teknologi hukum.

 

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pertemuan akademik dan kelembagaan bersama jajaran pimpinan serta akademisi School of Law Western Sydney University di Parramatta Campus, New South Wales, Australia.

 

Pertemuan tersebut dihadiri Professor Catherine Renshaw selaku Dean of the School of Law, Dr. Jeremy J. Kingsley selaku Associate Professor dan Head of Discipline (Law)/Deputy Dean, Professor Christopher Michaelsen selaku Director of Research School of Law, Dr. Lowell Bautista selaku Associate Professor of Law, serta Dr. Armin Alimardani selaku Senior Lecturer in Law and Emerging Technologies.

 

Pertemuan ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat komunikasi dan jejaring akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Western Sydney University. Sejumlah agenda yang dibahas meliputi pengembangan riset bersama, penulisan artikel ilmiah kolaboratif, pertukaran pengetahuan, serta penguatan pendekatan hukum komparatif dan interdisipliner dalam menghadapi perkembangan teknologi.

 

Bagi UNG, keterlibatan dosen dalam kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata dalam memperluas kemitraan akademik internasional. Selain meningkatkan kapasitas dosen dalam bidang penelitian, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama riset yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di lingkungan universitas.

 

Mengkaji Keadilan dan Perlindungan HAM di Era Kecerdasan Buatan

 

Penelitian RKI 2026 mengangkat isu strategis mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam sistem peradilan pidana. Perangkat prediksi risiko pengulangan tindak pidana dirancang untuk membantu memetakan potensi residivisme berdasarkan data dan indikator tertentu.

 

Namun, penerapan teknologi tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan hukum dan etika, mulai dari akurasi prediksi, transparansi algoritma, potensi bias dan diskriminasi, perlindungan data pribadi, hingga akuntabilitas pengambilan keputusan dan jaminan peradilan yang adil (fair trial).

 

Melalui pendekatan Humanizing Justice in Algorithmic Risk Assessment, tim peneliti berupaya mengkaji penerapan teknologi dalam sistem peradilan pidana dengan tetap menempatkan prinsip keadilan, perlindungan HAM, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan utama. Studi komparatif Indonesia dan Australia diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran serta rekomendasi kebijakan dalam pengembangan sistem peradilan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

 

Perluas Jejaring dan Kapasitas Riset Internasional

 

Partisipasi Vifi Swarianata dalam RKI 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen UNG dalam pengembangan kolaborasi penelitian lintas institusi dan negara. Keterlibatan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman akademik dengan peneliti internasional, tetapi juga memperluas peluang kerja sama dalam pengembangan publikasi ilmiah bereputasi.

 

Salah satu luaran yang ditargetkan dari kegiatan penelitian ini adalah publikasi artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus yang mengangkat isu keadilan algoritmik dalam sistem peradilan pidana.

 

Melalui program RKI 2026, UNG diharapkan semakin memperkuat posisi dan kontribusinya dalam jejaring penelitian internasional. Pengalaman kolaborasi dengan Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Western Sydney University juga menjadi peluang untuk mendorong pengembangan riset bersama serta memperluas hubungan akademik dengan perguruan tinggi mitra.

 

Keterlibatan dosen FH UNG dalam kegiatan yang berlangsung hingga 27 Oktober 2026 ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mendorong internasionalisasi akademik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kolaborasi penelitian, dan pengembangan kemitraan strategis di tingkat global.