Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong pemanfaatan potensi perikanan lokal
melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk
implementasinya diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di
Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, dengan
memperkenalkan diversifikasi produk olahan ikan mujair menjadi kerupuk.
Program
pengabdian bertajuk “Diversifikasi Produk Olahan Ikan sebagai Sumber Protein
untuk Penguatan Pangan Keluarga di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo,
Kabupaten Gorontalo” ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan
lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pengembangan
keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan berbasis potensi daerah.
Desa
Limehe Timur memiliki potensi perikanan air tawar, khususnya ikan mujair, yang
selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk ikan segar. Melalui program
tersebut, Tim KKN Tematik UNG berupaya memperkenalkan alternatif pengolahan
hasil perikanan agar memiliki nilai tambah dan dapat dimanfaatkan menjadi
produk pangan yang lebih beragam.
Dalam
pelaksanaannya, masyarakat diperkenalkan dengan proses pembuatan kerupuk
berbahan dasar ikan mujair. Kegiatan diawali dengan membersihkan ikan dan
memisahkan daging dari bagian kepala, isi perut, serta kulit. Daging ikan
selanjutnya dipanggang menggunakan oven pada suhu 75 derajat Celsius selama 12
jam, kemudian dihaluskan untuk diolah menjadi adonan.
Adonan
kerupuk dibuat dengan mencampurkan daging ikan mujair, tepung tapioka, tepung
terigu, air, bawang putih, dan sejumlah bahan pendukung lainnya. Setelah
tercampur rata, adonan dikukus hingga matang, kemudian dikeringkan, diiris
sesuai bentuk yang diinginkan, dan digoreng hingga menjadi kerupuk ikan mujair.
Tidak
hanya memperkenalkan teknik pengolahan, kegiatan ini juga memberikan perhatian
pada aspek pengemasan dan pelabelan produk. Kedua aspek tersebut menjadi bagian
penting dalam pengembangan produk pangan karena dapat meningkatkan daya tarik,
memberikan informasi kepada konsumen, serta mendukung kesiapan produk untuk
dikembangkan sebagai usaha masyarakat.
Melalui
praktik langsung tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan
mengenai tahapan diversifikasi hasil perikanan, mulai dari pengolahan bahan
baku hingga pengemasan produk. Kerupuk ikan mujair diharapkan dapat menjadi
alternatif pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi
perikanan lokal.
Selain
program diversifikasi produk perikanan, Tim KKN Tematik UNG juga melaksanakan
sejumlah kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat. Kegiatan tersebut di
antaranya sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada siswa MAN 2
Kabupaten Gorontalo untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda
mengenai bahaya narkoba.
Tim
juga menyelenggarakan kegiatan mengaji bersama anak-anak dan masyarakat
setempat sebagai bentuk pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai
keagamaan di lingkungan masyarakat.
Seluruh
rangkaian program pengabdian ini dilaksanakan oleh 15 mahasiswa KKN Tematik UNG
di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Prof. Dr. Femy M.
Sahami, S.Pi., M.Si., Sri Rahayu Kalaka, S.Pi., M.Si., Sitti Nursinar, S.Pi.,
M.Si., dan Sandrianto Djunaidi, S.Pi., M.Si.