Update Terkini

Berita

DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN JADI WUJUD IMPLEMENTASI PENGABDIAN UNG DI LIMEHE TIMUR
Umum
Umum 04 Nov 2026 0 dilihat

DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN JADI WUJUD IMPLEMENTASI PENGABDIAN UNG DI LIMEHE TIMUR

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong pemanfaatan potensi perikanan lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, dengan memperkenalkan diversifikasi produk olahan ikan mujair menjadi kerupuk.

 

Program pengabdian bertajuk “Diversifikasi Produk Olahan Ikan sebagai Sumber Protein untuk Penguatan Pangan Keluarga di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo” ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pengembangan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan berbasis potensi daerah.

 

Desa Limehe Timur memiliki potensi perikanan air tawar, khususnya ikan mujair, yang selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk ikan segar. Melalui program tersebut, Tim KKN Tematik UNG berupaya memperkenalkan alternatif pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai tambah dan dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan yang lebih beragam.

 

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diperkenalkan dengan proses pembuatan kerupuk berbahan dasar ikan mujair. Kegiatan diawali dengan membersihkan ikan dan memisahkan daging dari bagian kepala, isi perut, serta kulit. Daging ikan selanjutnya dipanggang menggunakan oven pada suhu 75 derajat Celsius selama 12 jam, kemudian dihaluskan untuk diolah menjadi adonan.

 

Adonan kerupuk dibuat dengan mencampurkan daging ikan mujair, tepung tapioka, tepung terigu, air, bawang putih, dan sejumlah bahan pendukung lainnya. Setelah tercampur rata, adonan dikukus hingga matang, kemudian dikeringkan, diiris sesuai bentuk yang diinginkan, dan digoreng hingga menjadi kerupuk ikan mujair.

 

Tidak hanya memperkenalkan teknik pengolahan, kegiatan ini juga memberikan perhatian pada aspek pengemasan dan pelabelan produk. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan produk pangan karena dapat meningkatkan daya tarik, memberikan informasi kepada konsumen, serta mendukung kesiapan produk untuk dikembangkan sebagai usaha masyarakat.

 

Melalui praktik langsung tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai tahapan diversifikasi hasil perikanan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk. Kerupuk ikan mujair diharapkan dapat menjadi alternatif pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi perikanan lokal.

 

Selain program diversifikasi produk perikanan, Tim KKN Tematik UNG juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat. Kegiatan tersebut di antaranya sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada siswa MAN 2 Kabupaten Gorontalo untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba.

 

Tim juga menyelenggarakan kegiatan mengaji bersama anak-anak dan masyarakat setempat sebagai bentuk pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan masyarakat.

 

Seluruh rangkaian program pengabdian ini dilaksanakan oleh 15 mahasiswa KKN Tematik UNG di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Prof. Dr. Femy M. Sahami, S.Pi., M.Si., Sri Rahayu Kalaka, S.Pi., M.Si., Sitti Nursinar, S.Pi., M.Si., dan Sandrianto Djunaidi, S.Pi., M.Si.

 

Melalui implementasi program KKN Tematik tersebut, UNG berupaya menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Diversifikasi olahan ikan mujair menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemanfaatan hasil perikanan air tawar, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong pengembangan produk pangan lokal yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Limehe Timur.