Gorontalo-Fakultas
Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG)
memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi
Gorontalo dalam mendukung penyiapan dan perencanaan 24 calon lokasi Program
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027. Kolaborasi tersebut ditandai
dengan koordinasi dan penandatanganan Berita Acara Dukungan Penyiapan dan
Perencanaan Calon Lokasi KNMP yang berlangsung di Kantor Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi Gorontalo, Selasa (3/11/26).
Kerja
sama ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pengelola program,
dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan sektor kelautan
dan perikanan, khususnya pengembangan kawasan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui kolaborasi tersebut, FKTP UNG turut mengambil peran dalam memberikan
dukungan akademik, pengumpulan data, serta analisis karakteristik wilayah
sebagai dasar penilaian kelayakan calon lokasi KNMP.
Program
Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk mengembangkan kawasan ekonomi
masyarakat pesisir yang produktif, terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengembangannya tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur
perikanan, tetapi juga mencakup penguatan kegiatan ekonomi masyarakat,
kelembagaan, pengolahan hasil perikanan, pemasaran, serta pemberdayaan
masyarakat nelayan.
Sebagai
bentuk komitmen bersama, Berita Acara Dukungan tersebut ditandatangani oleh
Manager Program, Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, M.P., dan Kepala Dinas Kelautan
dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Aryanto Husain, M.MP. Kesepakatan ini
menjadi landasan koordinasi dan fasilitasi lintas sektor dalam proses penyiapan
calon lokasi, mulai dari identifikasi, survei, verifikasi, hingga penyusunan
rekomendasi pengembangan kawasan.
Proses
penyiapan calon lokasi dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yakni
identifikasi dan penyiapan calon lokasi, survei dan penilaian, fasilitasi
kesiapan, serta perencanaan pengembangan KNMP. Penilaian dilakukan berdasarkan
sejumlah indikator yang mencakup kebutuhan wilayah, potensi kelautan dan
perikanan, kesiapan lokasi, serta keterhubungan kawasan dengan akses pasar.
Berdasarkan
hasil identifikasi awal, terdapat 24 titik calon lokasi yang tersebar di empat
kabupaten di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Boalemo memiliki 9 titik calon
lokasi, Kabupaten Gorontalo sebanyak 6 titik, Kabupaten Pohuwato sebanyak 7
titik, dan Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 2 titik.
Ke-24
calon lokasi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan pesisir, meliputi
Kecamatan Botumoito, Dulupi, Paguyaman Pantai, dan Tilamuta di Kabupaten
Boalemo; Kecamatan Batudaa Pantai dan Biluhu di Kabupaten Gorontalo; Kecamatan
Lemito, Marisa, Paguat, Popayato, dan Wanggarasi di Kabupaten Pohuwato; serta
Kecamatan Kwandang dan Monano di Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam
mendukung penyiapan seluruh calon lokasi, FKTP UNG dan DKP Provinsi Gorontalo
berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah
kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dukungan tersebut
mencakup penyediaan data dan informasi, fasilitasi administrasi, serta
persiapan pelaksanaan survei, verifikasi, dan penilaian terhadap masing-masing
calon lokasi.
Selanjutnya,
seluruh calon lokasi akan melalui tahapan survei dan verifikasi lebih lanjut
untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan teknis dan administrasi
Program KNMP Tahun 2027. Hasil survei dan penilaian tersebut akan dituangkan
dalam bentuk rekomendasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai bahan
pertimbangan dalam proses penetapan lokasi pembangunan KNMP Tahun 2027 oleh
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Dalam
kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo,
Dr. Ir. Aryanto Husain, M.MP., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei
KNMP yang melibatkan kalangan akademisi, khususnya Universitas Negeri
Gorontalo. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran penting
dalam memberikan perspektif akademis serta mendukung penyusunan rekomendasi
yang objektif dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Ia
juga menyampaikan bahwa hasil survei dan penilaian dari tim akademisi
diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kelayakan masing-masing
calon lokasi. Rekomendasi tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan
pertimbangan bagi Dinas Kelautan dan Perikanan dalam menentukan calon lokasi
yang dapat diusulkan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027.
Lebih
lanjut, Kepala Dinas berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang
nantinya direalisasikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat
pesisir, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendorong aktivitas
ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan kawasan perikanan yang lebih
produktif.
Ia
menegaskan bahwa proses survei dan penilaian calon lokasi harus dilaksanakan
secara objektif, profesional, dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Apabila berdasarkan hasil survei dan verifikasi suatu calon lokasi dinyatakan
belum memenuhi persyaratan atau tidak layak, maka lokasi tersebut tidak perlu
dipaksakan untuk dinyatakan layak. Prinsip ini diperlukan agar rekomendasi yang
dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah.
Keterlibatan
FKTP UNG dalam kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan
tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui
penerapan keahlian akademik. Kompetensi di bidang perikanan tangkap dan
pengelolaan sumber daya perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung
pengumpulan data, analisis potensi wilayah, serta penilaian karakteristik calon
lokasi.
Melalui
pendekatan berbasis data dan kajian akademik, penyiapan calon lokasi KNMP diharapkan
dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai potensi wilayah dan kebutuhan
masyarakat pesisir. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi penguatan peran
perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah melalui kerja
sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Melalui sinergi FKTP UNG, pengelola program, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, seluruh tahapan penyiapan 24 calon lokasi KNMP Tahun 2027 diharapkan dapat berjalan secara terkoordinasi, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur kawasan, tetapi juga mampu mendorong pengembangan ekonomi pesisir, memperkuat sektor kelautan dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Provinsi Gorontalo.