Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) melalui Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP)
menyepakati penguatan kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)
Provinsi Gorontalo dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat. Kesepakatan tersebut dibahas melalui rencana penyusunan Perjanjian
Kerja Sama (PKS) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara
perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor
kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo.
Kepala
DKP Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Aryanto Husain, M.MP., menyampaikan komitmen
untuk membuka ruang kolaborasi dengan FKTP UNG melalui berbagai program
konkret. Bentuk kerja sama yang direncanakan meliputi pelaksanaan magang
mahasiswa, kolaborasi penelitian dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kajian
ilmiah yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
DKP juga menyampaikan peluang dukungan pendanaan penelitian melalui alokasi
anggaran yang tersedia sesuai program dan ketentuan yang berlaku.
Salah
satu fokus kolaborasi yang menjadi pembahasan adalah pengembangan desa-desa
pesisir sebagai desa percontohan. DKP Provinsi Gorontalo mendorong pendekatan
pengembangan desa pesisir secara terpadu dengan memperhatikan potensi sumber
daya alam, penguatan ekonomi, sektor perikanan, serta pemberdayaan masyarakat.
Desa Olele menjadi salah satu contoh wilayah yang memiliki potensi sumber daya
alam cukup besar, tetapi masih memerlukan penguatan dari aspek ekonomi. Melalui
keterlibatan perguruan tinggi, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan
menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat
pesisir.
Dalam
pembahasan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Pengawasan
Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Fahrul Ulum Amlain, S.Pi., menyampaikan
harapan agar kemitraan antara DKP Provinsi Gorontalo dan FKTP UNG dapat segera
dibentuk dan direalisasikan. Bahkan, kerja sama tersebut diupayakan dapat
terlaksana pada November 2026 sehingga berbagai program kolaboratif dapat
segera ditindaklanjuti melalui kegiatan yang terukur dan berkelanjutan.
Aspek
lain yang turut menjadi perhatian adalah pentingnya menjaga independensi
perguruan tinggi dalam pelaksanaan kajian akademis, khususnya terkait penilaian
calon lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), termasuk aspek
kesesuaian dan penggunaan lahan. Deddy Kasim menekankan bahwa keterlibatan
perguruan tinggi diperlukan agar proses pengkajian dan penyusunan rekomendasi
dapat dilakukan secara objektif, profesional, serta berdasarkan pertimbangan
akademis.
Peluang
kerja sama juga mencakup pengkajian stok dan ketersediaan sumber daya ikan.
Selama ini, sejumlah kegiatan kajian telah dilaksanakan melalui kerja sama
dengan BRIN. Melalui kemitraan dengan FKTP UNG, mahasiswa yang melaksanakan
magang di lingkungan DKP juga diharapkan dapat dilibatkan dalam kegiatan
penelitian dan pengkajian tersebut. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang bagi
dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam menghasilkan data serta
rekomendasi ilmiah guna mendukung pengelolaan sumber daya kelautan dan
perikanan.
Selain
penelitian, FKTP UNG diharapkan dapat mendukung tindak lanjut arahan Gubernur
Gorontalo terkait pengembangan sistem budi daya modern. Kontribusi perguruan
tinggi dapat diwujudkan melalui penelitian terapan, pengembangan teknologi,
kajian ilmiah, serta pendampingan teknis untuk mendorong sistem budi daya yang
lebih produktif dan berkelanjutan.
Pembahasan
kerja sama turut mencakup kajian terhadap berbagai jenis alat penangkapan ikan
yang digunakan nelayan di Gorontalo. Meskipun sejumlah jenis alat tangkap telah
diidentifikasi dan direkomendasikan, diperlukan kajian akademis lebih lanjut
untuk memastikan kesesuaiannya berdasarkan aspek teknis, keberlanjutan sumber
daya ikan, serta karakteristik perairan setempat. Dalam hal ini, keterlibatan
tenaga ahli dan akademisi FKTP UNG diharapkan dapat memberikan dukungan ilmiah
terhadap kebijakan pengelolaan perikanan daerah.
Pada
bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama diarahkan pada penguatan
pendampingan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. Perguruan tinggi
diharapkan dapat menyiapkan tim pendamping untuk membantu pelaku usaha dalam
memenuhi kebutuhan administrasi dan pengurusan perizinan sesuai ketentuan yang
berlaku. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas
pengelolaan usaha, memperkuat legalitas, serta mendorong daya saing pelaku
usaha sektor kelautan dan perikanan.
Kepala
UPTD Balai Perikanan Budidaya Laut dan Payau (BPBLP) DKP Provinsi Gorontalo,
Sitti Sabariah Machmud, S.Pi., M.Si., turut menyampaikan peluang kolaborasi
dalam penelitian terkait identifikasi dan kajian lokasi sumber induk udang
vaname. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dikoordinasikan dengan DKP
Provinsi Gorontalo sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan
kegiatan budi daya perikanan di daerah.
Menanggapi
berbagai peluang kolaborasi tersebut, Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, M.P.
menyampaikan bahwa FKTP UNG memiliki dukungan sarana dan prasarana yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan penelitian maupun kegiatan kerja sama.
Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi salah satu potensi pendukung dalam
memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, baik melalui
penelitian, pengembangan teknologi, maupun penyelesaian berbagai permasalahan
nyata di sektor kelautan dan perikanan.
Lebih
lanjut, penguatan kerja sama antara DKP Provinsi Gorontalo dan FKTP UNG diharapkan
menjadi bentuk implementasi dan tindak lanjut dari kerja sama antara
Universitas Negeri Gorontalo dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan
demikian, sinergi yang telah dibangun pada tingkat kementerian dan perguruan
tinggi dapat diperluas menjadi program kolaborasi yang lebih operasional dan
sesuai dengan kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah.