Gorontalo-Fakultas
Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya
dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pengembangan riset
melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of
Understanding/MoU) antara FK UNG dan PT Prodia Widyahusada Tbk, yang
dirangkaikan dengan kegiatan Kuliah Tamu Kedokteran, Selasa (6/10/26).
Penandatanganan
nota kesepahaman berlangsung di Aula Rapat Senat, Gedung Rektorat UNG, dan
disaksikan oleh jajaran pimpinan FK UNG serta perwakilan manajemen PT Prodia
Widyahusada Tbk. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat
sinergi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam mendukung pelaksanaan
pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi di bidang kedokteran dan
kesehatan.
Penandatanganan
dilakukan oleh Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., bersama
Commercial & Partnership Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Indriyanti
Rafi Sukmawati, M.Si. Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Dekan Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes.;
Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes.; Area
Commercial Head Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, Muhammad Rizal, S.KM.,
M.Kes.; serta Branch Manager Prodia Gorontalo, Hariyadi Sengi, S.KM., S.Psi.,
M.Psi., M.M.
Dalam
sambutannya, Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menegaskan bahwa
kerja sama tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat implementasi Tri
Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pendidikan dan penelitian
laboratorium medis serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui kemitraan ini,
FK UNG berupaya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen dan
mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan kapasitas penelitian,
serta menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan ilmu kedokteran
dan kesehatan.
Selain
berfokus pada penelitian laboratorium medis, kerja sama ini juga membuka
peluang kolaborasi lintas disiplin ilmu. Salah satu potensi yang dapat
dikembangkan adalah pemanfaatan fasilitas Edu-Dive Center UNG untuk mendukung
penelitian yang menghubungkan bidang kelautan dan kedokteran. Peluang tersebut
diharapkan dapat memperluas cakupan riset serta mendorong lahirnya inovasi
melalui pendekatan multidisipliner.
Sementara
itu, Commercial & Partnership Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr.
Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya
kemitraan dengan FK UNG. Ia mengungkapkan bahwa FK UNG menjadi Fakultas
Kedokteran ke-57 di Indonesia yang menjalin kolaborasi dengan Prodia. Kemitraan
ini menjadi peluang untuk memperluas kontribusi Prodia dalam mendukung
pengembangan pendidikan dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi.
Sebagai
bentuk dukungan terhadap penguatan riset, Prodia membuka peluang bagi dosen dan
mahasiswa FK UNG untuk memanfaatkan fasilitas laboratorium berteknologi modern,
memperoleh dukungan pemeriksaan untuk keperluan penelitian murni (Research Use
Only), serta mendapatkan pendampingan publikasi ilmiah melalui Indonesian
Biomedical Journal (INABJ), jurnal ilmiah yang telah terindeks Scopus Q3.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian sekaligus
mendorong publikasi ilmiah yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun
internasional.
Rangkaian
kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Tamu bertajuk “A Brief Introduction
to Prodia in Research” yang dimoderatori oleh Astrianita N. Salina, S.Ft.,
M.Biomed. Kegiatan ini menjadi sarana bagi sivitas akademika FK UNG untuk
memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi laboratorium serta
pemanfaatannya dalam mendukung penelitian dan pendidikan kedokteran.
Dalam
pemaparannya, Product & Research Support Manager PT Prodia Widyahusada Tbk,
apt. Dr. Rina Triana, M.Farm., menjelaskan perkembangan dunia medis menuju era
Precision Medicine atau pengobatan presisi. Pendekatan ini menekankan
pentingnya pemanfaatan informasi biologis dan karakteristik individu dalam
mendukung upaya diagnosis, pencegahan, serta penanganan penyakit secara lebih
tepat.
Ia
juga memperkenalkan kemampuan enam laboratorium spesialis Prodia yang didukung
berbagai teknologi modern, di antaranya Luminex, Next-Generation Sequencing
(NGS) untuk analisis genomik, Mass Spectrometry untuk mendukung studi omics,
serta teknologi pemeriksaan mikrobiologi modern. Berbagai fasilitas dan
teknologi tersebut berpotensi mendukung kegiatan penelitian dosen, penyusunan
tugas akhir mahasiswa, serta pengembangan riset unggulan di bidang kedokteran
dan kesehatan.