Gorontalo-Upaya
memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan penelitian terus
dilakukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui
keikutsertaan Abdi Gunawan Djafar, dosen Jurusan S1 Arsitektur dan Program
Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung, Fakultas Teknik UNG, dalam program
pendidikan doktor Double Degree hasil kolaborasi Institut Teknologi Bandung
(ITB) dan Loughborough University (LU), Inggris.
Program
ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi dosen melalui pendidikan
bertaraf internasional, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan,
penguatan riset, dan perluasan jejaring akademik di bidang arsitektur dan
teknologi bangunan.
Pendidikan
doktoral yang ditempuh Abdi didukung beasiswa Program Doktor untuk Dosen
Indonesia (PDDI) skema Double Degree dari kementerian terkait dengan pendanaan
penuh. Program tersebut dirancang selama tiga tahun atau 36 bulan, dengan
pembagian masa studi dan penelitian di kedua perguruan tinggi untuk memberikan
pengalaman akademik dan riset dalam lingkungan pendidikan yang berbeda.
Memulai
studi doktoral pada 2025, Abdi menjalani perkuliahan dan pendalaman teori
selama 12 bulan di ITB. Tahap berikutnya, ia melaksanakan riset intensif selama
18 bulan di School of Architecture, Building and Civil Engineering,
Loughborough University. Setelah itu, Abdi dijadwalkan kembali ke ITB selama
enam bulan untuk menyelesaikan tahap akhir penyusunan disertasi.
Dalam
pendidikan doktoralnya, Abdi berfokus pada bidang Sains dan Teknologi Bangunan.
Penelitian tersebut dibimbing oleh tim promotor dari ITB dan Loughborough
University, yang memungkinkan pengembangan perspektif keilmuan dan pendekatan
penelitian melalui kolaborasi dua institusi pendidikan tinggi.
Kolaborasi
ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi Abdi untuk memperdalam keahlian
akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mempelajari pendekatan penelitian dan
pengembangan teknologi bangunan dalam lingkungan akademik internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran dan
mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan ilmu arsitektur
dan teknologi bangunan.
Bagi
UNG, partisipasi dosen dalam program doktor Double Degree ini menjadi salah
satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus
mengembangkan kerja sama akademik lintas negara. Pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman riset yang diperoleh selama studi di Indonesia dan Inggris
diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, serta
pengembangan keilmuan di Fakultas Teknik UNG.
Selain
itu, pengalaman belajar di dua institusi tersebut diharapkan memperluas
jejaring kolaborasi riset dan membuka peluang kerja sama akademik yang lebih
luas. Hal ini dapat mendukung pengembangan materi pembelajaran, peningkatan
kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta penguatan kompetensi mahasiswa dan
dosen di lingkungan UNG.
Rektor
UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengapresiasi keikutsertaan Abdi
dalam program doktor Double Degree tersebut. Menurutnya, kesempatan menempuh
pendidikan lanjut di perguruan tinggi terkemuka merupakan bagian penting dari
upaya meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen, sekaligus memperkuat
kualitas pendidikan dan pengembangan institusi.
Eduart
menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh dosen melalui pendidikan doktoral
perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perguruan tinggi. Pengetahuan dan
pengalaman tersebut diharapkan dapat ditransfer melalui kegiatan pembelajaran,
penelitian, publikasi ilmiah, dan berbagai aktivitas akademik yang mendukung
peningkatan kualitas lulusan serta pengembangan program studi.
“Keikutsertaan
Abdi Gunawan Djafar dalam program doktoral Double Degree menjadi salah satu
langkah pengembangan sumber daya manusia UNG melalui pendidikan bertaraf
internasional,” ujar Eduart.
Melalui program ini, UNG terus mendorong penguatan kolaborasi internasional sebagai bagian dari pengembangan kapasitas akademik dan penelitian. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keilmuan arsitektur dan teknologi bangunan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta memperluas kontribusi UNG dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.