Gorontalo-Dosen
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo
(UNG) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan riset biodiversitas
perairan melalui pemanfaatan teknologi molekuler. Implementasi kerja sama riset
tersebut diwujudkan melalui kajian mengenai pemanfaatan DNA barcoding dan
environmental DNA (eDNA) dalam mengungkap dan menilai biodiversitas ikan
kelompok Gobiidae di Indonesia.
Riset
tersebut dilakukan oleh Prof. Dr. Femy M. Sahami, S.Pi., M.Si., dari Jurusan
Ilmu Kelautan dan Sitty Ainsyah Habibie dari Jurusan Manajemen Sumber Daya
Perairan FKTP UNG. Hasil kajian dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul “DNA
Barcoding and Emerging eDNA Applications for Indonesian Gobiidae Biodiversity
Assessment: A Systematic Literature Review.”
Artikel
tersebut telah dipublikasikan dalam Asian Journal of Fisheries and Aquatic
Research, Tahun 2026, Volume 28 Nomor 10, halaman 44–57. Publikasi ini juga
telah terdata pada HAL Open Science dengan identitas HAL Id hal-05759893, versi
1, bertanggal 23 September 2026.
Dalam
riset tersebut, para peneliti mengkaji perkembangan dan penerapan DNA barcoding
serta eDNA sebagai pendekatan molekuler untuk mendukung identifikasi dan
penilaian biodiversitas ikan Gobiidae di Indonesia. Kajian ini menjadi bagian
dari upaya pengembangan metode penelitian yang dapat membantu memperoleh
informasi biodiversitas perairan secara lebih akurat dan komprehensif.
Gobiidae
merupakan kelompok ikan yang memiliki tantangan tersendiri dalam proses
identifikasi. Kemiripan karakter morfologi antarpesies, keterbatasan karakter
diagnostik pada fase larva, serta belum lengkapnya informasi taksonomi dapat
menyebabkan proses identifikasi spesies menjadi lebih kompleks.
Melalui
DNA barcoding, identifikasi dapat dilakukan berdasarkan karakter genetik
sehingga membantu membedakan spesies yang memiliki kemiripan morfologi.
Pendekatan ini juga berpotensi melengkapi metode identifikasi konvensional
dalam kajian keanekaragaman ikan.
Sementara
itu, eDNA menawarkan pendekatan pemantauan biodiversitas yang bersifat
non-invasif dengan mendeteksi jejak materi genetik yang ditinggalkan organisme
di lingkungan perairan. Pemanfaatan metode ini dapat mendukung pemantauan
keberadaan dan distribusi organisme tanpa harus menangkap atau mengidentifikasi
setiap individu secara langsung.
Artikel
tersebut merupakan systematic literature review yang mengevaluasi berbagai
penerapan DNA barcoding dan eDNA dalam kajian biodiversitas Gobiidae di
Indonesia. Hasil kajian memberikan gambaran mengenai perkembangan pemanfaatan
teknologi molekuler sekaligus peluang penerapannya untuk mendukung pemantauan,
identifikasi, dan penilaian keanekaragaman hayati perairan.
Implementasi
kerja sama riset ini sekaligus memperkuat kontribusi FKTP UNG dalam
pengembangan ilmu kelautan dan perikanan berbasis teknologi. Melalui
pemanfaatan pendekatan molekuler, riset tersebut diharapkan dapat mendukung
pengembangan informasi biodiversitas, pengelolaan sumber daya perairan, serta
upaya pemantauan dan konservasi ekosistem perairan secara berkelanjutan.