Gorontalo-Fakultas
Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) berkolaborasi dengan SMP
Negeri 1 Botupingge dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya cuaca
panas ekstrem melalui kegiatan edukasi mitigasi bencana yang dilaksanakan pada
Kamis (15/10/26), di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa
dengan pengetahuan mengenai risiko cuaca panas ekstrem, dampaknya terhadap
kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan dan
keselamatan diri.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr.
dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., serta Kepala SMP Negeri 1 Botupingge, Susanti
Uno, S.Pd. Keterlibatan kedua institusi menjadi wujud kolaborasi antara
perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat literasi kesehatan serta
meningkatkan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi risiko bencana akibat
kondisi cuaca ekstrem.
Dalam
kegiatan edukasi tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep cuaca panas
ekstrem, dampaknya terhadap kesehatan, serta berbagai tindakan pencegahan yang
dapat dilakukan saat beraktivitas di bawah terik matahari. Materi disampaikan
melalui pendekatan edukatif dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami
informasi serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah
satu materi utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga kecukupan cairan
tubuh untuk mencegah dehidrasi. Siswa diimbau untuk minum air putih secara
berkala tanpa harus menunggu rasa haus, membawa botol minum, serta mengisi
ulang persediaan air saat waktu istirahat. Selain itu, siswa diberikan
pemahaman mengenai pentingnya melindungi diri dari paparan sinar matahari,
antara lain dengan menggunakan topi atau payung serta tabir surya dengan SPF 30
atau lebih.
Edukasi
juga mencakup pengenalan tanda-tanda gangguan kesehatan akibat paparan panas,
seperti pusing, serta langkah awal yang perlu dilakukan ketika gejala tersebut
muncul. Siswa diarahkan untuk segera berpindah ke tempat yang lebih sejuk dan
melaporkan kondisi yang dialami kepada guru. Pengetahuan ini diharapkan
membantu siswa mengenali risiko sejak dini dan mengambil tindakan yang tepat
untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius.
Untuk
memperkuat pemahaman, kegiatan dilengkapi dengan kuis interaktif yang
mengangkat situasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan
tersebut, siswa diajak menentukan tindakan yang tepat ketika mengalami keluhan
akibat cuaca panas maupun saat menemukan teman yang mengalami kebingungan atau
kehilangan kesadaran setelah terpapar panas. Dalam situasi darurat, siswa
diingatkan untuk segera memanggil guru dan mencari bantuan medis, serta tidak
meninggalkan korban sendirian atau memaksanya berdiri.
Wakil
Dekan Bidang Umum dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes.,
turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan edukasi kesehatan dan
mitigasi bencana bagi peserta didik. Sementara itu, keterlibatan Kepala SMP
Negeri 1 Botupingge, Susanti Uno, S.Pd., mencerminkan dukungan pihak sekolah
dalam mendorong penerapan pengetahuan tersebut di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi
antara FK UNG dan SMP Negeri 1 Botupingge ini menjadi bagian dari upaya
memperkuat peran institusi pendidikan dalam membangun kesadaran terhadap risiko
kesehatan akibat cuaca ekstrem. Melalui sinergi tersebut, edukasi kesehatan
tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong siswa untuk
membiasakan perilaku aman dan tanggap terhadap potensi bahaya di lingkungan
sekitar.