Gorontalo-Fakultas
Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) memperkuat
kolaborasi dengan Tobacco Control Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan Kawasan Tanpa
Rokok (KTR), Kamis, (17/9/26).
Penandatanganan
PKS tersebut menjadi bentuk nyata implementasi kerja sama antarkedua institusi
dalam mendukung upaya pengendalian tembakau sekaligus memperkuat peran
perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Kolaborasi diarahkan
pada pengembangan kegiatan akademik, penelitian, edukasi kesehatan, pengabdian
kepada masyarakat, serta penguatan implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.
Melalui
PKS ini, FOK UNG dan Tobacco Control Unhas berkomitmen mengembangkan berbagai
program kolaboratif yang berbasis pada kebutuhan dan bukti ilmiah. Kerja sama
tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam
meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak konsumsi tembakau dan paparan
asap rokok.
Dekan
FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., AIFO.P., mengatakan bahwa
penandatanganan PKS tersebut menjadi momentum penting bagi FOK UNG untuk
memperkuat kontribusi dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya pengendalian
tembakau dan pengembangan lingkungan yang lebih sehat.
“Perjanjian
kerja sama ini menjadi momentum penting bagi FOK UNG untuk memperkuat
kolaborasi dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya terkait pengendalian
tembakau dan pengembangan lingkungan yang lebih sehat. Perguruan tinggi
memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Hartono.
Menurutnya,
kolaborasi dengan Tobacco Control Unhas yang memiliki perhatian dan kompetensi
pada isu pengendalian tembakau dapat menjadi ruang pengembangan kapasitas
akademik sekaligus memperkuat pelaksanaan program kesehatan di lingkungan
perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kami
berharap kerja sama ini dapat menghasilkan berbagai program inovatif, baik
dalam bentuk penelitian, edukasi masyarakat, maupun kegiatan penguatan
kapasitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara
itu, perwakilan Tobacco Control Universitas Hasanuddin mengapresiasi komitmen
FOK UNG dalam memperkuat upaya pengendalian tembakau melalui pendekatan
akademik dan kolaboratif.
“Kerja
sama antarperguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan
pengendalian tembakau berbasis ilmu pengetahuan. Melalui kolaborasi ini, kami
berharap dapat menghasilkan berbagai kegiatan yang berdampak dalam meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan sehat,” ujarnya.
Penandatanganan
PKS ini selanjutnya menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program bersama
FOK UNG dan Tobacco Control Unhas. Program tersebut dapat mencakup penguatan
edukasi kesehatan, penelitian dan kajian terkait pengendalian tembakau,
pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta
dukungan terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok.
Melalui
kerja sama tersebut, FOK UNG terus memperluas jejaring kemitraan akademik
sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung upaya promotif dan preventif
di bidang kesehatan masyarakat.