Update Terkini

Berita

PERKUAT SINERGI DENGAN DESA, UNG TARIK 16 MAHASISWA KKN TEMATIK DARI HAYA-HAYA
Umum
Umum 29 Sep 2026 0 dilihat

PERKUAT SINERGI DENGAN DESA, UNG TARIK 16 MAHASISWA KKN TEMATIK DARI HAYA-HAYA

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menarik sebanyak 16 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II dari Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, setelah kurang lebih 45 hari melaksanakan pengabdian dan berbagai program pemberdayaan bersama masyarakat, Selasa (29/9/26).

 

Kegiatan penarikan mahasiswa tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian di Desa Haya-Haya sekaligus momentum memperkuat sinergi antara UNG, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan potensi lokal.

 

Selama menjalankan program KKN, mahasiswa berfokus pada optimalisasi potensi sumber daya alam tanaman pisang melalui pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi masyarakat, serta edukasi pencegahan risiko stunting.

 

Program utama yang dilaksanakan mengangkat tema “Optimalisasi Ekonomi Sumber Daya Alam Tanaman Pisang Melalui Pemberdayaan Wanita Wirausaha dan Tani Desa Haya-Haya dalam Pencegahan Stunting Risk.”

 

Pelaksanaan KKN Tematik ini dibimbing oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si. selaku Ketua DPL, bersama Dr. Selvi, S.E., M.Si. dan Dr. Andi Yusniar Mendo, S.E., M.M.

 

Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga berupaya menggali dan mengembangkan potensi ekonomi Desa Haya-Haya. Tanaman pisang yang menjadi salah satu komoditas lokal diarahkan untuk memiliki nilai tambah melalui inovasi pengolahan dan pengembangan usaha masyarakat.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui keterlibatan kelompok wanita wirausaha dan tani sebagai mitra dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang usaha produktif, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan potensi desa secara lebih optimal.

 

Selain penguatan ekonomi, mahasiswa turut memberikan perhatian pada edukasi pangan dan gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko stunting. Pendekatan ini menghubungkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

 

Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, kelompok wanita wirausaha dan tani, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran program. Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, kegiatan KKN menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi serta menjawab kebutuhan pembangunan desa.

 

Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN Tematik memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai komunikasi, kerja sama, pemberdayaan masyarakat, serta penyelesaian persoalan secara langsung di lapangan.

 

Penarikan 16 mahasiswa ini menandai berakhirnya masa penugasan di Desa Haya-Haya. Namun, hubungan kemitraan yang telah terbangun diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai bentuk kolaborasi dan program pengabdian masyarakat pada masa mendatang.

 

Melalui kegiatan ini, UNG terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa secara kolaboratif dan berkelanjutan.

 

Dengan berakhirnya KKN Tematik Tahap II di Desa Haya-Haya, berbagai pengalaman, pengetahuan, dan praktik pemberdayaan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi fondasi bagi keberlanjutan sinergi antara UNG dan pemerintah desa.