Update Terkini

Berita

KOLABORASI RISET UNG HADIRKAN INOVASI NORI DARI ALGA MERAH GRACILARIA VERRUCOSA
Penelitian
Penelitian 30 Sep 2026 0 dilihat

KOLABORASI RISET UNG HADIRKAN INOVASI NORI DARI ALGA MERAH GRACILARIA VERRUCOSA

Gorontalo-Kolaborasi riset yang dilakukan peneliti Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi pengolahan rumput laut lokal menjadi produk pangan alternatif berupa nori berbahan alga merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini menjadi salah satu upaya mendorong diversifikasi produk hasil kelautan dan perikanan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

 

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Karakteristik Nori Alga Merah Gracilaria verrucosa Menggunakan Konsentrasi Larutan Cuka Beras yang Berbeda” oleh Siti Rahmatya A. Darise, Lukman Mile, dan Iin Susilawati Lantu dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FKTP UNG. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Zoologi: Jurnal Ilmu Peternakan, Ilmu Perikanan, Ilmu Kedokteran Hewan, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026, halaman 60–72.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan ketersediaan Porphyra, jenis rumput laut yang umum digunakan sebagai bahan baku nori. Melalui kolaborasi penelitian tersebut, para peneliti mengeksplorasi potensi Gracilaria verrucosa, salah satu jenis alga merah yang tersedia di Indonesia, sebagai alternatif bahan baku produk nori.

 

Pengembangan ini juga memanfaatkan larutan cuka beras dalam proses perendaman untuk membantu mengurangi aroma amis atau bau lumpur pada rumput laut, sekaligus memengaruhi karakteristik sensori dan mutu produk yang dihasilkan.

 

Kolaborasi Penelitian Uji Karakteristik dan Mutu Nori

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menggunakan tiga perlakuan konsentrasi larutan cuka beras, yakni P1 dengan campuran 600 ml air dan 10 ml cuka beras, P2 dengan 600 ml air dan 30 ml cuka beras, serta P3 dengan 600 ml air dan 50 ml cuka beras.

 

Pengujian dilakukan terhadap karakteristik organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan melibatkan 25 panelis. Selain itu, dilakukan analisis kadar air dan Angka Lempeng Total (ALT) untuk mengetahui karakteristik mutu dan aspek mikrobiologis produk nori yang dihasilkan.

 

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan analisis ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95 persen.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 dengan konsentrasi 50 ml cuka beras menghasilkan karakteristik organoleptik yang paling disukai panelis. Nilai rata-rata yang diperoleh meliputi warna 4,00, aroma 4,20, rasa 3,72, dan tekstur 4,04.

 

Perbedaan konsentrasi cuka beras diketahui memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik warna, aroma, rasa, dan tekstur nori. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengaturan konsentrasi larutan dalam proses pengolahan menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan produk nori berbahan alga merah dengan penerimaan sensori yang baik.

 

Dari aspek kadar air, perlakuan P1 menghasilkan 10,44 persen, P2 sebesar 7,25 persen, dan P3 sebesar 8,92 persen. Ketiga perlakuan tersebut berada dalam rentang persyaratan kadar air nori yang dicantumkan dalam penelitian berdasarkan SNI 9105:2022, yakni maksimal 14 persen.

 

Sementara itu, hasil pengujian ALT menunjukkan nilai P1 sebesar log 4,34, P2 sebesar log 4,26, dan P3 sebesar log 3,71. Penelitian mencatat bahwa peningkatan konsentrasi cuka beras berpengaruh terhadap jumlah mikroba, karena kondisi lingkungan yang lebih asam dapat menghambat pertumbuhan sebagian mikroorganisme.

 

Berdasarkan keseluruhan parameter yang dikaji, perlakuan P3 ditetapkan sebagai formulasi terbaik karena menghasilkan karakteristik sensori yang paling disukai serta memenuhi parameter mutu yang dibahas dalam penelitian.

 

Dorong Diversifikasi dan Hilirisasi Hasil Kelautan

Kolaborasi riset ini memperlihatkan peluang pengembangan Gracilaria verrucosa tidak hanya sebagai komoditas rumput laut, tetapi juga sebagai bahan baku produk pangan olahan yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatan alga merah menjadi nori membuka ruang inovasi pengolahan hasil perikanan yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pasar dan potensi sumber daya daerah.

 

Bagi FKTP UNG, penelitian ini menjadi bagian dari penguatan kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan hasil kelautan dan perikanan berbasis sumber daya lokal. Kajian tersebut juga menunjukkan peran kolaborasi peneliti dalam menghasilkan inovasi yang menghubungkan penelitian akademik dengan peluang pemanfaatan sumber daya alam.

 

Ke depan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan riset lanjutan, khususnya melalui pengujian variasi konsentrasi cuka beras yang lebih luas serta parameter mutu lainnya, seperti kandungan gizi, aktivitas antioksidan, dan daya simpan produk.

 

Melalui pengembangan riset kolaboratif tersebut, UNG terus memperluas ruang inovasi di bidang kelautan dan perikanan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi rumput laut lokal menjadi produk olahan yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan peningkatan nilai ekonomi sumber daya pesisir.

Sumber: https://journal.asrihindo.or.id/index.php/Zoologi/article/view/389/388