Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG BEKALI GURU SMPN 2 TELAGA BIRU KETERAMPILAN MENULIS BUKU AJAR BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM
Pendidikan
Pendidikan 01 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG BEKALI GURU SMPN 2 TELAGA BIRU KETERAMPILAN MENULIS BUKU AJAR BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM

Gorontalo-Upaya memperkuat implementasi kerja sama di bidang pendidikan terus dilakukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Menulis Buku Ajar Berbasis Pembelajaran Mendalam bagi Guru-Guru SMPN 2 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, yang dilaksanakan oleh dosen UNG, Prof. Dr. Sayama Malabar, M.Pd. dan Dr. Sitti Rachmi Masie, S.Pd., M.Pd.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2024, ini bertujuan membekali para guru dengan keterampilan menyusun dan mengembangkan buku ajar yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Melalui pelatihan tersebut, guru didorong untuk menghasilkan bahan ajar yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu mendorong peserta didik memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan yang diperoleh.

 

Pelatihan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dosen UNG dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam pengembangan kualitas pembelajaran.

 

Materi pelatihan berfokus pada penerapan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai pendekatan yang menekankan kualitas proses belajar. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam bukan merupakan kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan tiga prinsip utama, yakni mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).

 

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru merancang bahan ajar yang memberikan pengalaman belajar lebih utuh, sehingga peserta didik tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu memahami konsep, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.

 

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya ketersediaan buku ajar yang secara eksplisit mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam. Oleh karena itu, guru diarahkan untuk mengembangkan buku ajar yang mengakomodasi tiga tahapan pengalaman belajar, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, serta memadukan teks verbal dengan berbagai bentuk teks multimoda, seperti infografik, ilustrasi, podcast, dan video.

 

Dalam pelaksanaannya, Prof. Dr. Sayama Malabar dan Dr. Sitti Rachmi Masie tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga membimbing guru dalam praktik penyusunan bahan ajar. Peserta diarahkan untuk menganalisis struktur buku ajar, menyusun kerangka buku untuk satu semester atau satu bab, hingga menghasilkan draf bab yang memuat tiga pengalaman belajar dan penggunaan teks multimoda.

 

Salah satu materi yang menjadi contoh konkret dalam pelatihan adalah pengembangan bab “Menulis Teks Prosedur: Membuat Binthe Biluhuta”. Melalui contoh tersebut, guru diperlihatkan bagaimana materi pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan konteks lokal Gorontalo.

 

Peserta didik tidak hanya diajak memahami struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan melalui kegiatan menulis teks dan membuat infografik, sebelum melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilalui.

 

Penggunaan konteks lokal menjadi salah satu penekanan penting dalam pengembangan buku ajar. Berbagai potensi daerah, mulai dari budaya, makanan tradisional, lingkungan, hingga objek wisata, dapat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran agar lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.

 

Sebagai contoh, materi teks deskripsi dapat dikembangkan dengan mengangkat Pantai Olele dan Danau Limboto. Materi teks narasi dapat memanfaatkan cerita rakyat Gorontalo, sedangkan teks prosedur dapat mengangkat makanan tradisional Binthe Biluhuta dan Ilabulo. Adapun materi teks laporan hasil observasi dapat dikaitkan dengan lingkungan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

 

Melalui pengintegrasian konteks lokal tersebut, buku ajar diharapkan tidak hanya menjadi sumber belajar, tetapi juga sarana mengenalkan potensi, budaya, dan kearifan lokal Gorontalo kepada generasi muda.

 

Selain pengembangan materi kontekstual, para guru juga dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan media pembelajaran dalam penyusunan buku ajar. Penggunaan infografik, ilustrasi, podcast, video, serta tautan digital menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran masa kini.

 

Dengan dukungan berbagai media tersebut, peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam, mulai dari membaca materi, mengamati visual, menyimak audio dan video, mengerjakan proyek, mempresentasikan hasil, hingga melakukan refleksi.

 

Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi guru SMPN 2 Telaga Biru untuk mengembangkan profesionalitas melalui karya tulis yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam proses pembelajaran. Draf buku ajar yang dihasilkan diarahkan untuk melalui tahapan revisi, penyuntingan, penataan desain, hingga pengajuan ISBN dan diseminasi melalui berbagai platform.

 

Melalui pelatihan ini, Prof. Dr. Sayama Malabar, M.Pd. dan Dr. Sitti Rachmi Masie, S.Pd., M.Pd. mendorong para guru untuk tidak hanya berperan sebagai pengguna bahan ajar, tetapi juga menjadi pengembang dan penulis buku ajar yang kreatif, kontekstual, serta berorientasi pada kebutuhan dan pengalaman belajar peserta didik.

 

Implementasi kerja sama melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara UNG dan SMPN 2 Telaga Biru, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo.

 

Ke depan, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya buku ajar yang inovatif dan aplikatif, serta menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.