Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG DORONG PARTISIPASI WARGA DONGGALA MELALUI KAMPANYE DIGITAL PENGELOLAAN SAMPAH
Umum
Umum 02 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG DORONG PARTISIPASI WARGA DONGGALA MELALUI KAMPANYE DIGITAL PENGELOLAAN SAMPAH

Gorontalo-Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengimplementasikan kerja sama melalui program pengabdian kolaboratif yang mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Donggala, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

 

Program bertajuk “Kampanye Edukasi Pemilahan dan Partisipasi Warga dalam Pengelolaan Sampah Melalui Sosial Media” tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan komunikasi dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelola sekaligus membangun strategi komunikasi digital yang mampu meningkatkan keterlibatan warga.

 

Kelurahan Donggala terdiri atas tiga RW dan tujuh RT dengan jumlah penduduk sekitar 3.154 jiwa. Wilayah ini memiliki potensi pengelolaan sampah yang didukung keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Setiatama.

 

Keberadaan KSM Setiatama dan fasilitas TPS3R menjadi modal awal dalam pengembangan Gerai Lestari Donggala. Gerai tersebut dirancang sebagai layanan pemilahan, penimbangan, dan transaksi sampah bernilai ekonomi. Selain itu, Gerai Lestari juga dikembangkan sebagai ruang edukasi masyarakat sekaligus sarana pencatatan dampak pengelolaan sampah berbasis data.

 

Dalam implementasi kerja sama tersebut, tim pengabdian FIS UNG terlebih dahulu mengidentifikasi kondisi pengelolaan sampah di masyarakat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pemilahan sampah rumah tangga belum dilakukan secara konsisten, jumlah tim inti KSM masih terbatas, serta layanan penyetoran dan informasi harga sampah belum memiliki standar yang seragam.

 

Persoalan juga ditemukan pada aspek komunikasi. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye pengelolaan sampah belum dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi perhatian tim pengabdian FIS UNG untuk merancang pendekatan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengelola.

 

Melalui kegiatan ini, KSM Setiatama dan Pemerintah Kelurahan Donggala didorong untuk meningkatkan kapasitas dalam mengoperasikan Gerai Lestari sekaligus membangun pola komunikasi yang dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif dan mendorong partisipasi warga.

 

Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif melalui sejumlah tahapan, mulai dari audit awal kondisi pengelolaan sampah, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan, pelatihan operator dan kader dari tujuh RT, hingga pengembangan sistem pencatatan transaksi sampah.

 

Dalam perspektif Ilmu Komunikasi, kampanye digital tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara pengelola, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Pesan mengenai pemilahan sampah dikemas agar lebih mudah dipahami dan mampu mendorong warga mengambil bagian dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

 

Strategi komunikasi digital juga diarahkan untuk mendukung penyebaran informasi mengenai layanan Gerai Lestari, jadwal penyetoran, jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi, serta perkembangan kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan Kelurahan Donggala.

 

Implementasi kerja sama ini sekaligus menunjukkan kontribusi FIS UNG dalam menerapkan keilmuan komunikasi untuk menjawab persoalan sosial di masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, dan warga menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan sampah yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

 

Melalui kombinasi edukasi, penguatan kapasitas kelembagaan, dan kampanye digital, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga diperkuat oleh keterlibatan aktif masyarakat.

 

Dengan penguatan kapasitas pengelola dan strategi komunikasi digital yang lebih terencana, Gerai Lestari Donggala diharapkan dapat berkembang sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang melibatkan warga dari tingkat RT serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi lingkungan.