Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG DAMPINGI GITA COOKIES PERKUAT BISNIS DIGITAL
Umum
Umum 05 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN UNG DAMPINGI GITA COOKIES PERKUAT BISNIS DIGITAL

Gorontalo-Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengimplementasikan kerja sama melalui pendampingan kelompok UMKM perempuan Gita Cookies di Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo, dalam memperkuat komunikasi bisnis dan memperluas akses pasar berbasis digital.

 

Pendampingan tersebut dilaksanakan melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan model KOMPAS (Komunikasi Pemasaran dan Kemitraan Berbasis Digital untuk Akses Pasar Sosial). Program ini menjadi bentuk penerapan keilmuan komunikasi sekaligus implementasi kerja sama yang diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan komunikasi pemasaran, membangun jejaring usaha, dan membuka peluang kemitraan dengan pasar yang lebih luas.

 

Sebelum menentukan bentuk pendampingan, tim dosen melakukan pemetaan terhadap kondisi dan kebutuhan Gita Cookies. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kelompok tersebut telah memiliki kemampuan produksi serta legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), label, dan kemasan produk.

 

Namun, tantangan utama masih ditemukan pada aspek pemasaran. Selama ini, promosi Gita Cookies masih mengandalkan akun Facebook pribadi, forum jual beli daring, serta kegiatan bazar yang berlangsung secara musiman. Kondisi tersebut membuat komunikasi bisnis kelompok belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan, baik dengan konsumen maupun calon mitra usaha.

 

Salah seorang anggota Gita Cookies menyampaikan bahwa pemasaran menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi kelompok.

 

“Kendalanya itu pemasaran. Kalau untuk pembuatan, kami tidak kendala di situ, cuma pemasarannya itu yang sangat sulit bagi kita kelompok usaha UMKM yang ada di Kelurahan Tenda.”

 

Berdasarkan kondisi tersebut, tim dosen Ilmu Komunikasi UNG mengarahkan pendampingan tidak hanya pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, tetapi juga pada penguatan komunikasi bisnis yang mampu menghubungkan produk Gita Cookies dengan konsumen dan calon mitra usaha.

 

Melalui model KOMPAS, pendampingan dilaksanakan melalui enam tahapan, yakni pemetaan, branding, komunikasi digital, business matching, monitoring, dan keberlanjutan.

 

Pada tahap komunikasi digital, tim memfasilitasi Gita Cookies dalam membangun dan mengoptimalkan kanal komunikasi resmi melalui TikTok @gita.cookies1, Instagram @gita.cookies, Facebook Gita Cookies, serta WhatsApp Business.

 

Tim juga membantu menyiapkan katalog digital yang memuat foto produk, deskripsi, harga, dan kontak pemesanan. Selain itu, sejumlah materi komunikasi dikembangkan, seperti video proses produksi, testimoni pembeli, poster dan flyer digital, serta template profil usaha dan surat penawaran kerja sama.

 

Setiap platform digital diarahkan berdasarkan fungsi komunikasinya. TikTok dimanfaatkan untuk menjangkau segmen muda dan calon reseller melalui konten video pendek mengenai proses produksi dan aktivitas di balik layar. Instagram digunakan sebagai katalog visual produk, Facebook diarahkan untuk menjangkau calon mitra institusi, sedangkan WhatsApp Business menjadi kanal komunikasi langsung dengan konsumen dan calon mitra.

 

Data awal dalam laporan program menunjukkan akun Instagram Gita Cookies memiliki 10 unggahan dan 28 pengikut. Sementara itu, akun TikTok masih berada pada tahap awal dengan satu pengikut dan tiga suka. Data tersebut menjadi bagian dari proses monitoring untuk melihat perkembangan komunikasi digital Gita Cookies setelah pendampingan dilaksanakan.

 

Selain penguatan media digital, implementasi kerja sama juga diarahkan pada tahap business matching. Tahapan ini bertujuan mempertemukan Gita Cookies dengan calon mitra pasar, seperti toko oleh-oleh, coffee shop, hotel, dan reseller.

 

Dalam proses tersebut, komunikasi bisnis menjadi bagian penting dari pendampingan. Dosen Ilmu Komunikasi UNG tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, tetapi juga mendorong kelompok memahami cara membangun pesan bisnis, mengelola kanal komunikasi, memperkenalkan produk, serta membangun hubungan dengan calon mitra usaha.

 

Model KOMPAS menempatkan business matching sebagai salah satu tahapan penting dalam memperluas akses pasar, sehingga pendampingan tidak berhenti pada pelatihan penggunaan media digital, tetapi diarahkan pada terbentuknya komunikasi dan jejaring usaha yang dapat mendukung keberlanjutan UMKM.

 

Hingga tahap laporan kemajuan, sejumlah luaran telah dihasilkan melalui program tersebut, antara lain katalog digital dan profil usaha, akun media sosial resmi, video edukasi proses produksi, kumpulan testimoni pembeli, poster dan flyer digital, serta template profil usaha dan surat penawaran kerja sama.

 

Sementara itu, validasi penuh model KOMPAS, kesepakatan awal dengan mitra usaha, serta monitoring perkembangan akses pasar masih menjadi agenda lanjutan dalam program pengabdian tersebut.

 

Untuk menjaga keberlanjutan hasil pendampingan, tim dosen juga mendorong Gita Cookies menunjuk koordinator komunikasi digital dari internal kelompok. Koordinator tersebut nantinya bertanggung jawab mengelola media sosial, WhatsApp Business, katalog digital, serta komunikasi dengan konsumen dan calon mitra usaha.

 

Melalui implementasi kerja sama ini, dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FIS UNG berupaya menghadirkan penerapan ilmu komunikasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan kapasitas UMKM. Pendampingan diharapkan dapat membantu Gita Cookies mengelola komunikasi bisnis secara lebih terarah, mandiri, dan berkelanjutan sekaligus membuka peluang akses pasar dan kemitraan yang lebih luas.