Update Terkini

Berita

KERJA SAMA RISET UNG HADIRKAN INOVASI SOLAR DRYER UNTUK PENGERINGAN IKAN PETEK SELAMA 12 JAM
Penelitian
Penelitian 02 Oct 2026 0 dilihat

KERJA SAMA RISET UNG HADIRKAN INOVASI SOLAR DRYER UNTUK PENGERINGAN IKAN PETEK SELAMA 12 JAM

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui kerja sama riset yang melibatkan dosen dan peneliti menghadirkan inovasi teknologi pengeringan ikan petek (Leiognathus equulus) menggunakan solar dryer termodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tersebut dengan lama pengeringan tertentu berpengaruh terhadap karakteristik mutu fisikokimia, mikrobiologi, dan organoleptik ikan petek.

 

Riset tersebut dituangkan dalam artikel berjudul “Quality Characteristics of Petek Fish (Leiognathus Equulus) Which Were Dried in A Modified Solar Dryer with Different Drying Times” yang ditulis oleh Imalda Tumulo, Asri Silvana Naiu, dan Lukman Mile dari Undergraduate Program, Faculty of Marine Science and Fisheries Technology, Gorontalo State University.

 

Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah PLATAX Volume 14 Nomor 2 Tahun 2026, halaman 393–412. Penelitian ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan.

 

Lima Perlakuan Lama Pengeringan

Penelitian menggunakan ikan petek segar yang diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Gorontalo Utara. Ikan kemudian dikeringkan menggunakan solar dryer termodifikasi dengan lima perlakuan waktu, yakni 0 jam atau tanpa pengeringan, 6 jam, 8 jam, 10 jam, dan 12 jam.

 

Untuk mengetahui perubahan mutu selama proses pengeringan, peneliti mengamati sejumlah parameter, meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, protein, Total Plate Count (TPC), serta karakteristik organoleptik yang mencakup kenampakan, rasa, aroma, dan tekstur.

 

Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data kimia dan mikrobiologi dianalisis menggunakan ANOVA, sedangkan data organoleptik dianalisis dengan metode Kruskal-Wallis. Selanjutnya, perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode pembobotan De Garmo dengan melibatkan 25 panelis dalam pengujian organoleptik.

 

Pengeringan 12 Jam Jadi Hasil Terpilih

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap sejumlah parameter mutu ikan petek. Semakin lama proses pengeringan dilakukan, kadar air ikan petek cenderung semakin menurun.

 

Kadar air ikan petek pada berbagai perlakuan berada pada kisaran 35,82–78,04 persen. Berdasarkan analisis De Garmo, pengeringan selama 12 jam menghasilkan nilai produktivitas tertinggi, yaitu 0,56, sehingga ditetapkan sebagai perlakuan terpilih.

 

Pada perlakuan 12 jam, ikan petek memiliki kadar air sebesar 35,82 persen, kadar abu 0,69 persen, kadar lemak 9,35 persen, kadar protein 23,35 persen, serta nilai TPC sebesar 3,65 log cfu/g.

 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa lama pengeringan menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan karakteristik mutu ikan petek yang diinginkan melalui penggunaan solar dryer termodifikasi.

 

Penerimaan Panelis terhadap Produk Kering

Keunggulan perlakuan 12 jam juga terlihat dari hasil pengujian organoleptik. Ikan petek yang dikeringkan selama 12 jam menjadi perlakuan yang paling banyak dipilih panelis pada sejumlah aspek yang diuji.

 

Dari sisi kenampakan, ikan dinilai lebih utuh, bersih, bercahaya, dan telah mengalami proses pengeringan dengan baik. Pada aspek rasa, perlakuan 12 jam memperoleh kategori “suka”, sementara perlakuan 6–10 jam berada pada tingkat “agak disukai”.

 

Pada parameter aroma, nilai meningkat dari 1,56 pada pengeringan 6 jam menjadi 3,12 pada pengeringan 12 jam. Hasil uji Kruskal-Wallis juga menunjukkan bahwa lama pengeringan memberikan pengaruh nyata terhadap aroma ikan petek.

 

Sementara pada aspek tekstur, perlakuan 12 jam menjadi pilihan terbanyak panelis karena ikan dinilai telah mencapai tingkat kekeringan yang cukup.

 

Inovasi Solar Dryer Dukung Pengolahan Hasil Perikanan

Hasil penelitian ini memperlihatkan potensi solar dryer termodifikasi sebagai alternatif teknologi dalam proses pengeringan ikan. Teknologi tersebut dapat mendukung proses pengeringan dengan kondisi yang lebih terkontrol dibandingkan metode pengeringan tradisional.

 

Penggunaan solar dryer juga berpotensi menghasilkan produk yang lebih bersih dan higienis karena proses pengeringan dilakukan menggunakan perangkat yang dirancang untuk mendukung pengeringan dengan memanfaatkan energi matahari.

 

Temuan penelitian mengenai pengeringan selama 12 jam memberikan informasi penting dalam menentukan waktu pengeringan yang dapat menghasilkan karakteristik mutu ikan petek yang lebih baik. Hasil riset ini sekaligus memperkuat kontribusi kerja sama riset UNG dalam menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan.

 

Ke depan, peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai pengolahan ikan petek kering yang telah memiliki karakteristik mutu tersebut, sehingga hasil riset dapat terus dikembangkan menuju penerapan teknologi pengolahan hasil perikanan yang lebih luas.


Sumber: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/platax/article/view/63640/52734