Gorontalo-Senat
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (SENMA FK UNG) melalui
Departemen Pengabdian Masyarakat menggelar program CARE (Community Awareness
for Resilience & Education) bertema CORTEX (Cultivating Our Resilience,
Thought, Emotional eXperience) di Pondok Pesantren Khairul Hikmah, Sabtu
(10/10/26). Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi kerja sama antara
perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan literasi kesehatan
mental dan reproduksi di kalangan remaja, sekaligus memperingati Hari Kesehatan
Mental Sedunia.
Kegiatan
tersebut menghadirkan dr. Maryam Burhanuddin sebagai pemateri dan dihadiri oleh
dr. M. Yusril Ihza Dzakaria selaku perwakilan Wakil Dekan I FK UNG, Pimpinan
Pondok Pesantren Khairul Hikmah Willy Hakim Lawani, S.Ag., M.Si., Kepala
Madrasah Khairul Hikmah Umi Ratih Podungge, serta para guru dan siswa.
Pelaksanaan
CARE CORTEX menunjukkan keterlibatan mahasiswa kedokteran dalam mendukung
peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan pendidikan. Melalui kolaborasi
ini, edukasi kesehatan tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi
juga mendorong remaja untuk mengenali emosi, memahami diri sendiri, serta
membangun ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa
pertumbuhan.
Kepala
Madrasah Khairul Hikmah, Umi Ratih Podungge, menyampaikan apresiasi kepada
Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo atas pelaksanaan kegiatan
tersebut. Ia berharap kegiatan edukasi kesehatan bagi remaja dapat terus
dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak siswa.
“Semoga
Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dapat terus melaksanakan
kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti ini bagi siswa-siswi di pondok pesantren.
Terima kasih kepada FK UNG yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat
bermanfaat bagi siswa-siswi di sini,” ungkapnya.
Mengangkat
tema CORTEX, kegiatan ini menekankan pentingnya menumbuhkan ketahanan diri,
membangun pola pikir yang sehat, serta memahami pengalaman emosional sebagai
bagian dari kesejahteraan remaja. Tema tersebut diwujudkan melalui materi SEHATI
(Sehat Mental dan Reproduksi), yang membahas pentingnya menjaga kesehatan
mental dan reproduksi secara menyeluruh.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal
peserta. Selanjutnya, dr. Maryam Burhanuddin menyampaikan materi edukasi
mengenai kesehatan mental dan reproduksi. Melalui sesi ini, peserta memperoleh
informasi yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan diri
serta pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan fisik dan psikologis
selama masa remaja.
Setelah
penyampaian materi, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi pemahaman
terhadap informasi yang telah diberikan. Penggunaan pre-test dan post-test
menjadi bagian dari evaluasi kegiatan untuk melihat perubahan pemahaman peserta
sebelum dan sesudah mengikuti edukasi.
Selain
penyampaian materi, CARE CORTEX menghadirkan aktivitas Emotional Card dan
Lembar Harapan sebagai sarana refleksi diri. Melalui Emotional Card, peserta
diajak mengenali berbagai emosi, seperti sedih, senang, kecewa, marah, dan
takut. Peserta kemudian menuliskan pengalaman atau perasaan yang berkaitan
dengan emosi tersebut serta menuangkan harapan untuk masa depan melalui Lembar
Harapan.
Aktivitas
ini dirancang untuk memberikan ruang yang suportif bagi remaja dalam mengenali
dan mengekspresikan perasaan secara sehat. Kemampuan memahami emosi merupakan
keterampilan penting dalam proses perkembangan remaja, terutama ketika
menghadapi perubahan diri, tekanan sosial, dan berbagai persoalan dalam
kehidupan sehari-hari.
Melalui
kegiatan reflektif tersebut, peserta juga didorong untuk memahami bahwa setiap
emosi merupakan bagian dari pengalaman manusia yang perlu dikenali dan dikelola
secara tepat. Dengan demikian, edukasi kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan
peningkatan pengetahuan, tetapi juga pengembangan keterampilan dasar untuk
memahami diri sendiri dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Pelaksanaan
CARE CORTEX menjadi salah satu wujud implementasi kerja sama FK UNG dengan
Pondok Pesantren Khairul Hikmah dalam memperluas akses edukasi kesehatan bagi
remaja. Perpaduan antara penyampaian materi, evaluasi pemahaman, dan aktivitas
pengenalan emosi menghadirkan pendekatan edukasi yang partisipatif serta
relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui
kegiatan ini, SENMA FK UNG berharap para siswa dapat menerapkan pengetahuan
yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kepedulian terhadap
kesehatan mental dan reproduksi, serta mengembangkan kemampuan mengenali dan
mengelola emosi. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat terus diperkuat melalui
kegiatan edukasi yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi
lingkungan pendidikan.
Dengan
semangat CORTEX, program CARE menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kedokteran
dalam mendukung terciptanya generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya
kesehatan mental dan reproduksi, tangguh secara emosional, serta mampu menjaga
kesehatan diri selama masa pertumbuhan.