Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan daerah
melalui kolaborasi dalam pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI).
Komitmen tersebut tercermin dalam kehadiran Wakil Dekan Bidang Umum dan
Keuangan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), sekaligus
pengurus Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Gorontalo, Dr. dr. Zuhriana
K. Yusuf, M.Kes., pada kegiatan pelepasan peserta PIDI periode November 2025
yang telah menyelesaikan masa pengabdian di Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu
(10/10/26).
Kegiatan
pelepasan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi para dokter
internsip yang telah memberikan kontribusi dalam pelayanan kesehatan kepada
masyarakat selama hampir satu tahun. Kehadiran para dokter di berbagai
fasilitas pelayanan kesehatan di Gorontalo Utara merupakan bagian dari upaya
mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis sekaligus memperkuat pengalaman
klinis dokter dalam mempersiapkan diri memasuki praktik kedokteran profesional.
Dalam
kesempatan tersebut, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., menyampaikan terima
kasih kepada seluruh peserta internsip atas kerja keras, dedikasi, dan
kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten
Gorontalo Utara. Ia berharap pengalaman selama mengikuti program ini dapat
menjadi bekal penting bagi para dokter untuk meningkatkan keterampilan,
kemandirian, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai tenaga medis.
Program
Internsip Dokter Indonesia merupakan bagian penting dalam proses pembentukan
dokter yang kompeten melalui pengalaman praktik langsung di fasilitas pelayanan
kesehatan. Selain mengembangkan keterampilan klinis, program ini juga
memberikan kesempatan bagi dokter untuk meningkatkan kemampuan komunikasi,
kerja sama tim, pengambilan keputusan klinis, serta pemahaman terhadap
kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah tempat mereka bertugas.
Pelaksanaan
program internsip juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara institusi
pendidikan kedokteran, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan
kesehatan, dokter pendamping, dan organisasi profesi. Sinergi antarpihak
tersebut diperlukan untuk mendukung proses pembinaan dokter, menjaga kualitas
pembelajaran klinis, serta memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam
pesan yang disampaikan kepada para dokter yang telah menyelesaikan masa
internsip, Zuhriana menekankan pentingnya menjaga etika kedokteran dalam setiap
pelaksanaan tugas profesional. Menurutnya, kompetensi klinis perlu berjalan
seiring dengan integritas dan tanggung jawab profesi agar kepercayaan
masyarakat terhadap tenaga medis tetap terjaga.
“Terima
kasih atas semua kerja dan kontribusi terbaik untuk masyarakat Gorontalo selama
hampir setahun ini. Semoga semakin mahir dan mandiri sebagai dokter profesional.
Selamat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Di mana pun,
kapan pun, dan menjadi apa pun kalian nanti, jangan lupa etika kedokteran. Fii
amanillah,” pesannya kepada para dokter internsip.
Keberhasilan
pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia di Kabupaten Gorontalo Utara
tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah,
Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, pimpinan wahana internsip, dokter
pendamping, pengurus KIDI Provinsi Gorontalo, serta Sekretariat KIDI. Dukungan
tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan program,
mulai dari pembinaan dan pendampingan hingga keterlibatan dokter dalam
pelayanan kesehatan masyarakat.
Bagi
Universitas Negeri Gorontalo, keterlibatan unsur Fakultas Kedokteran dalam
kegiatan pembinaan dan penguatan program internsip merupakan salah satu bentuk
kontribusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang
berkualitas. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat
memperkuat keterhubungan antara pendidikan kedokteran dan kebutuhan pelayanan
kesehatan di daerah.