Update Terkini

Berita

UNG DORONG PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN DAERAH MELALUI KOLABORASI PROGRAM DOKTER INTERNSIP
Kerjasama
Kerjasama 12 Oct 2026 0 dilihat

UNG DORONG PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN DAERAH MELALUI KOLABORASI PROGRAM DOKTER INTERNSIP

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan daerah melalui kolaborasi dalam pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI). Komitmen tersebut tercermin dalam kehadiran Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), sekaligus pengurus Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Gorontalo, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., pada kegiatan pelepasan peserta PIDI periode November 2025 yang telah menyelesaikan masa pengabdian di Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (10/10/26).

 

Kegiatan pelepasan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi para dokter internsip yang telah memberikan kontribusi dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama hampir satu tahun. Kehadiran para dokter di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Gorontalo Utara merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis sekaligus memperkuat pengalaman klinis dokter dalam mempersiapkan diri memasuki praktik kedokteran profesional.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta internsip atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara. Ia berharap pengalaman selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal penting bagi para dokter untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai tenaga medis.

 

Program Internsip Dokter Indonesia merupakan bagian penting dalam proses pembentukan dokter yang kompeten melalui pengalaman praktik langsung di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain mengembangkan keterampilan klinis, program ini juga memberikan kesempatan bagi dokter untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan klinis, serta pemahaman terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah tempat mereka bertugas.

 

Pelaksanaan program internsip juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dokter pendamping, dan organisasi profesi. Sinergi antarpihak tersebut diperlukan untuk mendukung proses pembinaan dokter, menjaga kualitas pembelajaran klinis, serta memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

 

Dalam pesan yang disampaikan kepada para dokter yang telah menyelesaikan masa internsip, Zuhriana menekankan pentingnya menjaga etika kedokteran dalam setiap pelaksanaan tugas profesional. Menurutnya, kompetensi klinis perlu berjalan seiring dengan integritas dan tanggung jawab profesi agar kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis tetap terjaga.

 

“Terima kasih atas semua kerja dan kontribusi terbaik untuk masyarakat Gorontalo selama hampir setahun ini. Semoga semakin mahir dan mandiri sebagai dokter profesional. Selamat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Di mana pun, kapan pun, dan menjadi apa pun kalian nanti, jangan lupa etika kedokteran. Fii amanillah,” pesannya kepada para dokter internsip.

 

Keberhasilan pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia di Kabupaten Gorontalo Utara tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, pimpinan wahana internsip, dokter pendamping, pengurus KIDI Provinsi Gorontalo, serta Sekretariat KIDI. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan program, mulai dari pembinaan dan pendampingan hingga keterlibatan dokter dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

 

Bagi Universitas Negeri Gorontalo, keterlibatan unsur Fakultas Kedokteran dalam kegiatan pembinaan dan penguatan program internsip merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan kedokteran dan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

 

Melalui sinergi yang berkelanjutan, UNG berharap pelaksanaan program internsip tidak hanya memberikan pengalaman profesional bagi para dokter, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo. Momentum pelepasan ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya komitmen bersama dalam membangun tenaga medis yang kompeten, beretika, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta kebutuhan masyarakat.