Gorontalo-Implementasi
kerja sama riset Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong pengembangan
inovasi pangan berbasis potensi lokal di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo,
Kabupaten Gorontalo. Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui
pengembangan cookies berbahan dasar tepung jagung yang difortifikasi dengan
tepung tulang ikan tuna dalam Program KKN Tematik I UNG Tahun 2026.
Kegiatan
ini melibatkan anggota Kelompok Tani Karya Nyata, ibu rumah tangga, dan Karang
Taruna sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan
masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.
Dalam
pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai diversifikasi pangan
berbasis jagung, pemanfaatan tepung tulang ikan tuna sebagai bahan fortifikasi,
sanitasi pengolahan pangan, penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), serta
teknik pengemasan produk. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas
masyarakat dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan memiliki
peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Proses
pengembangan produk dilakukan melalui praktik langsung, mulai dari pencampuran
bahan, pembentukan adonan, pemanggangan, hingga pengemasan. Cookies yang
dihasilkan dikembangkan dalam dua varian rasa, yakni cokelat dan vanila, dengan
penambahan tepung tulang ikan tuna sebagai bahan fortifikasi. Untuk
meningkatkan daya tarik produk, hasil olahan tersebut dikemas menggunakan
standing pouch dengan label “Piloma Cookies”.
Hasil
evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah
mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 41,8 persen meningkat
menjadi 85,8 persen pada post-test. Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan
pelatihan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman masyarakat
mengenai pengolahan pangan lokal dan penerapan praktik produksi yang baik.
Dari
aspek penerimaan produk, kedua varian cookies memperoleh respons positif dari
panelis. Varian cokelat mencatat nilai penerimaan keseluruhan sebesar 4,36,
sedangkan varian vanila memperoleh nilai 3,86 pada skala 1–5. Hasil tersebut
memberikan gambaran awal mengenai potensi penerimaan produk sebagai salah satu
alternatif olahan pangan berbasis potensi lokal.
Melalui
implementasi kerja sama riset ini, pemanfaatan tepung jagung dan tepung tulang
ikan tuna berpotensi dikembangkan menjadi inovasi pangan yang memiliki nilai
tambah sekaligus mendukung diversifikasi pangan lokal. Pemanfaatan tulang ikan
tuna sebagai bahan fortifikasi juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai
guna hasil samping perikanan melalui pengolahan menjadi produk pangan.
Kegiatan
ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkuat hubungan
antara riset perguruan tinggi dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam
pengembangan produk pangan inovatif berbasis sumber daya lokal. Selain
meningkatkan keterampilan masyarakat, pengembangan “Piloma Cookies” berpotensi
menjadi rintisan produk unggulan desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut
sesuai dengan standar keamanan pangan dan kebutuhan pasar.
Hasil
kegiatan ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian UNDIKMA, Volume 7,
Nomor 3, Tahun 2026, sebagai bagian dari dokumentasi ilmiah atas pelaksanaan
pengabdian kepada masyarakat berbasis pengembangan potensi lokal.
Sumber: https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/jpu/article/view/21483/10448