Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG BEKALI SISWA SMKN 2 GORONTALO TANGKAL CYBER GROOMING MELALUI LITERASI DIGITAL
Umum
Umum 06 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG BEKALI SISWA SMKN 2 GORONTALO TANGKAL CYBER GROOMING MELALUI LITERASI DIGITAL

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi dan keamanan digital bagi generasi muda. Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi digital bertajuk “Click Before You Trust” yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Gorontalo, Senin (5/10/26).

 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan digital, khususnya dalam mengenali potensi cyber grooming atau child grooming yang dapat terjadi melalui interaksi di media sosial dan berbagai platform digital.

 

Melalui kegiatan tersebut, siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai pola pendekatan dan manipulasi psikologis yang berpotensi mengarah pada cyber grooming. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi komunikasi atau interaksi digital yang mencurigakan.

 

Tim pengabdian dalam kegiatan ini diketuai oleh La Here Kaharfin, bersama sejumlah dosen, yakni Feni Mariana, Wira Pratama Rumambie, dan Siti Mayasari Pakaya. Kegiatan tersebut turut melibatkan dua mahasiswa, yaitu Ismail Husin dan Wahyu Tri Hidayat.

 

Ketua Tim Pengabdian, La Here Kaharfin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk membangun proteksi dini bagi siswa agar lebih mampu mengenali berbagai bentuk ancaman di ruang digital.

 

“Tujuan utama kegiatan kami adalah membentuk proteksi dini siswa. Kami ingin mereka mengenali modus manipulasi psikologis atau child grooming yang kerap tersembunyi di balik interaksi media sosial,” ujar La Here.

 

Menurutnya, pemahaman mengenai cyber grooming penting diberikan kepada remaja karena pelaku dapat membangun kedekatan dan kepercayaan dengan calon korban melalui komunikasi digital sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh.

 

Selain meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan pengabdian tersebut juga mendorong terbentuknya kesadaran mengenai mekanisme pelaporan di lingkungan sekolah. Siswa maupun warga sekolah diharapkan mengetahui langkah yang harus dilakukan dan pihak yang dapat dihubungi ketika menemukan atau mengalami indikasi kejahatan siber.

 

La Here menjelaskan bahwa aspek pelaporan menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan digital yang aman bagi siswa.

 

“Kami ingin memastikan seluruh warga sekolah, terutama siswa, tidak merasa takut atau bingung. Mereka harus tahu ke mana harus melapor secara aman jika melihat atau mengalami indikasi kejahatan siber ini,” katanya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya generasi digital yang lebih kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanipulasi oleh pihak yang memanfaatkan ruang digital untuk melakukan tindakan merugikan.

 

“Kami berharap siswa-siswi SMK Negeri 2 Gorontalo tumbuh menjadi pelopor internet sehat yang cerdas, tidak mudah dimanipulasi, dan mampu menjaga ruang digital yang aman bagi diri sendiri serta teman sebaya mereka,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, La Here menegaskan bahwa perlindungan anak dan remaja di era digital tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk membangun ekosistem digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

 

“Kami berharap sosialisasi ini menjadi pemantik sinergi yang lebih erat antara pihak sekolah, orang tua, aparat penegak hukum, dan media massa untuk bersama-sama membentengi masa depan generasi muda di Gorontalo dari ancaman predator online,” pungkasnya.

 

Melalui implementasi kerja sama dalam program pengabdian tersebut, siswa SMKN 2 Gorontalo diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara produktif, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis sebelum mempercayai seseorang, membagikan informasi pribadi, maupun merespons ajakan dari orang yang dikenal melalui ruang digital.

 

Kegiatan “Click Before You Trust” menjadi bagian dari upaya UNG dalam menghadirkan kontribusi nyata melalui kerja sama dengan mitra pendidikan, sekaligus memperkuat literasi digital dan kesadaran keamanan siber di kalangan generasi muda.