Gorontalo-Mahasiswa
Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Kelautan dan Teknologi
Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG), telah menyelesaikan
pelaksanaan Magang Tahap II di Balai Wilayah Sungai Sulawesi II (BWSS II)
Gorontalo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara UNG
melalui FKTP, khususnya Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, dengan instansi
mitra dalam mendukung penguatan pengalaman dan kompetensi mahasiswa.
Berakhirnya
kegiatan ditandai dengan pelaksanaan penarikan mahasiswa dari lokasi magang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh dosen Jurusan MSP FKTP UNG,
Zulkifli Arsalam MoO, S.Pi., M.Si. Penarikan mahasiswa sekaligus menjadi
momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada pihak BWSS II Gorontalo yang telah
memberikan kesempatan, pendampingan, serta pengalaman kerja lapangan selama
mahasiswa melaksanakan program magang.
Pelaksanaan
Magang Tahap II memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara
langsung lingkungan kerja pada instansi pemerintah yang memiliki peran dalam
pengelolaan sumber daya air. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat
menghubungkan pengetahuan dan konsep yang diperoleh selama proses perkuliahan
dengan kondisi serta praktik pengelolaan sumber daya perairan di lapangan.
Kegiatan
magang juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai
kompetensi pendukung dunia kerja, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama
dalam tim, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta meningkatkan kedisiplinan
dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Selain
memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, pelaksanaan magang
turut memperkuat hubungan kemitraan antara FKTP UNG, khususnya Jurusan Manajemen
Sumber Daya Perairan, dengan BWSS II Gorontalo. Kolaborasi tersebut menjadi
bagian dari upaya UNG dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya
berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan pengalaman langsung
kepada mahasiswa melalui keterlibatan di instansi mitra.
Implementasi
kerja sama melalui program magang diharapkan dapat terus dikembangkan melalui
berbagai bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi
mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami dunia kerja
sekaligus meningkatkan kesiapan profesional sesuai dengan bidang keilmuan yang
ditempuh.