Update Terkini

Berita

KKN UNG DAN DESA LUHU BERSINERGI KENALKAN TEKNOLOGI PIROLISIS, UBAH SAMPAH PLASTIK JADI EDUKASI ENERGI
Umum
Umum 07 Oct 2026 0 dilihat

KKN UNG DAN DESA LUHU BERSINERGI KENALKAN TEKNOLOGI PIROLISIS, UBAH SAMPAH PLASTIK JADI EDUKASI ENERGI

Gorontalo-Tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan mulai mendapat perhatian melalui kolaborasi mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 bersama Pemerintah dan masyarakat Desa Luhu. Melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi, mahasiswa memperkenalkan teknologi pirolisis sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah plastik sekaligus mendorong masyarakat memperkuat kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai pengelolaan sampah berbasis edukasi dan teknologi. Mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Luhu diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja pirolisis, yaitu proses pengolahan material melalui pemanasan dalam kondisi oksigen terbatas.

 

Dalam proses tersebut, uap yang dihasilkan kemudian didinginkan hingga membentuk cairan yang dikenal sebagai minyak pirolisis. Melalui demonstrasi yang dilakukan, masyarakat diajak mengenal secara langsung tahapan pengolahan sekaligus memahami potensi dan keterbatasan teknologi tersebut.

 

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa hasil pengolahan melalui pirolisis tidak hanya ditentukan oleh proses pemanasan, tetapi juga dipengaruhi oleh jenis plastik, kondisi proses, hingga penanganan produk dan residu yang dihasilkan. Karena itu, teknologi pirolisis diperkenalkan bukan sebagai solusi tunggal persoalan sampah, melainkan sebagai bagian dari edukasi dan penjajakan teknologi yang perlu diterapkan secara tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Koordinator Desa KKN, Haikal, mengatakan bahwa sinergi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat desa.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, terutama pemilahan. Teknologi pengolahan perlu dijalankan secara aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal untuk membangun kesadaran dan kerja sama dalam pengelolaan sampah di Desa Luhu,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa juga menekankan bahwa minyak pirolisis tidak dapat langsung dianggap setara dengan bahan bakar seperti bensin atau solar. Pemanfaatannya membutuhkan pengujian mutu, penilaian emisi, pengelolaan residu, serta perhatian terhadap aspek keselamatan.

 

Pendekatan ini sekaligus menempatkan kegiatan KKN sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sebelum berbicara mengenai teknologi pengolahan, masyarakat diajak terlebih dahulu memahami pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan melakukan pemilahan agar sampah yang terkumpul dapat dikelola sesuai dengan karakteristiknya.

 

Sinergi mahasiswa KKN UNG bersama Pemerintah dan masyarakat Desa Luhu diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pengelolaan sampah plastik di tingkat desa. Pembahasan tersebut mencakup sistem pengumpulan dan pemilahan sampah, pilihan teknologi pengolahan yang sesuai, hingga kemungkinan tindak lanjut yang dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Melalui KKN Tematik Infrastruktur 2026, UNG terus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam memberikan edukasi dan memperkenalkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sementara bagi Desa Luhu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang pengembangan edukasi energi berbasis potensi dan persoalan lingkungan di tingkat desa.