Gorontalo-Tim
Bantuan Medis (TBM) Cutaneus Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo
(FK UNG) berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo
menggelar kegiatan donor darah bertajuk FLOW (Fostering Life through Outreach
and Willingness), Sabtu (3/10/26) di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri
Gorontalo. Kegiatan ini menjadi wujud implementasi kerja sama dalam bidang
kemanusiaan dan pelayanan kesehatan, sekaligus mendorong kepedulian sosial
melalui aksi donor darah. Sebanyak 68 orang tercatat mendaftarkan diri sebagai
peserta dalam kegiatan tersebut.
Mengusung
semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, kegiatan FLOW membuka
kesempatan bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat umum untuk
berpartisipasi dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang
memerlukan. Antusiasme peserta terlihat sejak proses pendaftaran hingga
pemeriksaan kesehatan sebelum donor. Setiap peserta menjalani pemeriksaan awal
untuk memastikan kelayakan donor sesuai prosedur yang berlaku, dengan dukungan
petugas PMI Provinsi Gorontalo dan tim penyelenggara. Peserta yang memenuhi
persyaratan kesehatan kemudian melanjutkan ke tahap pengambilan darah dengan
tetap memperhatikan keselamatan pendonor dan kualitas darah yang dikumpulkan.
Kolaborasi
TBM Cutaneus FK UNG dan PMI Provinsi Gorontalo menunjukkan sinergi antara
organisasi mahasiswa kedokteran dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung
pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kerja sama tidak
hanya diwujudkan dalam penyelenggaraan donor darah, tetapi juga menjadi sarana
edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya donor darah
secara sukarela. Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor, PMI Provinsi
Gorontalo turut menyediakan voucher dan makanan ringan bagi peserta yang
mendonorkan darahnya.
Ketua
panitia, Rizkiyah Raraswaty, bersama tim TBM Cutaneus FK UNG mengoordinasikan
pelaksanaan kegiatan dengan dukungan PMI Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini juga
memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam aksi sosial yang
berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan
kemanusiaan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian, solidaritas,
dan tanggung jawab sosial, sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam
mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.